Emas Menguat Pesat Setelah AS-China Sepakati Gencatan Senjata

286450

Pertemuan KTT G20 yang diselenggarakan akhir pekan lalu akhirnya dapat meredam konflik dagang antara AS-China. Akibatnya, Dolar AS melemah dan emas menguat.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

General Overview

Emas berjangka naik ke level tertingginya pada perdagangan kemarin (3 Desember). Logam mulia kembali dipilih sebagai aset safe haven di saat kepercayaan investor terhadap Dolar AS mulai memudar. Hal ini terkait dengan keberhasilan AS dan China mencapai kesepakatan pada KTT G20 kemarin. Kedua negara tersebut setuju melakukan gencatan senjata untuk menghentikan sementara perang dagang.

Emas berjangka untuk pengiriman Februari begerak naik sebesar $13.60 atau 1.1%, dan ditutup menguat di level 1232. Penutupan tersebut merupakan yang tertinggi sejak 1 November lalu.

XAUUSD Daily

 

Analisa Dan Rekomendasi

Perhatikan chart H1 berikut ini. Harga emas mengakhiri sesi perdagangan Senin (3 Desember) kemarin dengan berada di sekitar level 1232.


XAUUSD H1

 

Penguatan emas yang terjadi akibat melemahnya Dolar AS, membuat bias emas kembali BULLISH.

Pola inverted head and shoulders yang teridentifikasi pada analisa pekan lalu berpotensi untuk menguji level lebih tinggi. Penguatan emas akan berlanjut jika logam ini berhasil menembus area resisten dari upper line Daily Bollinger Bands pada kisaran 1238. Sebaliknya, jika logam ini gagal dalam pengujian level tersebut, maka emas terancam terkoreksi.

Berikut ini adalah beberapa skenario trading yang dapat digunakan sebagai acuan trading:

  1. Skenario kali ini akan mencoba membuka posisi BUY. Level acuan berada di sekitar resisten 1238.89. Sejatinya, emas akan melanjutkan pergerakan bullish jika harga berhasil melewati level tersebut. Untuk new entry position, Anda dapat membuka order Buy di sekitar level tersebut setelah menemukan breakout yang terkonfirmasi. Stop Loss dapat ditempatkan di sekitar swing low terdekat atau maksimal di area 1230.56. Sedangkan Take Profit dapat diletakkan pada area 1245.70, atau menyesuaikan dengan risk:reward yang telah Anda sepakati.
  2. Skenario alternatif SELL juga dapat dibuka jika terjadi breakout di kisaran level 1230.56. Penembusan level yang signifikan akan membawa pair ini terkoreksi. Untuk new entry position, Anda dapat membuka order Sell di sekitar level tersebut setelah menemukan breakout yang terkonfirmasi. Stop Loss dapat ditempatkan pada swing high terdekat atau maksimal pada area 1238.89, dengan target di level 1225.52.


Selalu ingat dan pahami risiko serta money management Anda sebelum bertransaksi! Keep Your Trading Safe and Have a Good Trade!

  • R3: 1252.50
  • R2: 1245.70
  • R1: 1238.89
  • Pivot: 1230.56
  • S1: 1225.52
  • S2: 1217.09
  • S3: 1210.23

 


*Penulis merupakan Forex Expert, Technical Analyst, sekaligus Account Manager di sebuah perusahaan pialang lokal. Strategi yang digunakan terutama Trend-following dengan kaidah Breakout dan Bounce. Apabila ingin menyampaikan pertanyaan atau berdiskusi dengan Erik, Anda dapat menuliskannya pada kolom komentar di bawah ini atau mengunjungi halaman Tanya Jawab berikut.

Arsip Analisa By : Erik Tri Cahyo

Erik Tri Cahyo merupakan Forex Expert, Technical Analyst, sekaligus Account Manager di sebuah perusahaan pialang lokal. Strategi yang digunakan terutama Trend-following dengan kaidah Breakout dan Bounce.


Irfan
Itu SMA 50 dan 200 berfusngi sebagai apa bang ? Dan SMA itu masuk di indikator mana ya ? Terimakasih
Erik Tri Cahyo
Untuk Irfan, Simple Moving Average (SMA) periode 50 dan 200 pada Daily chart disini berfungsi sebagai trend filter dan juga sebagai fitur support dan resistant dinamis. Pada pengaplikasiannya, seperti yang tampak pada chart Daily diatas, SMA 50 berfungsi sebagai support dinamis karena harga bergerak diatasnya dan SMA 200 berfungsi sebagai resistant dinamis karena harga bergerak dibawahnya. Indikator ini merupakan indikator Moving Average dengan menggunakan metode Simple sebagai cara kalkulasinya. Semoga bisa membantu,
Terima Kasih