Emas Tembus 1500, Sampai Mana Penguatannya Berlanjut?

289609

Minggu lalu, harga emas berlanjut bullish akibat isu trade war dan currency war, serta isu rate cut The Fed. Minggu ini kelanjutan isu trade war, CPI, dan Retail Sales AS akan menjadi katalis.

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Analisa mingguan XAU/USD berikut ini dibuat berdasarkan harga penutupan pasar hingga akhir minggu lalu (9 Agustus 2019), serta dimaksudkan sebagai acuan untuk trading jangka menengah dan panjang.

 

Tinjauan Fundamental

Harga emas terus mengalami lonjakan sepanjang pekan lalu. Sempat menyentuh USD1510 per troy ounce yang merupakan level tertinggi dalam 6 tahun terakhir, harga logam mulia ditutup pada USD1497.34, atau menguat 3.97% dibandingkan harga penutupan minggu sebelumnya. Kenaikan ini lebih tinggi dari apresiasi mata uang safe haven JPY dan CHF.

Dua hal yang menyebabkan lonjakan signifikan tersebut adalah:

  1. Respon pemerintah China atas ancaman pemberlakuan tarif oleh AS, yaitu berupa pelemahan mata uang Yuan (CNY) hingga di atas CNY7 per USD. Pelaku pasar khawatir tindakan sengaja membiarkan mata uang CNY melemah akan memicu perang mata uang, dan dilakukan China sebagai cara untuk melawan perang dagang yang dilancarkan AS.
  2. Keyakinan investor bahwa The Fed akan melakukan kebijakan pelonggaran moneter hingga tahun depan, berupa pemangkasan suku bunga acuan. Minggu lalu, presiden Donald Trump telah kembali mendesak bank sentral AS itu untuk segera memotong suku bunganya, seperti yang baru-baru ini dilakukan oleh India dan Selandia Baru. Saat ini beredar spekulasi bahwa Jerome Powell dan kawan-kawan akan menurunkan suku bunga setidaknya dua kali lagi di sisa tahun 2019.

Meski banyak analis menganggap harga emas telah overbought atau masuk pada area jenuh beli, tetapi faktor fundamental masih mendukung harga logam mulia untuk bullish. Perang dagang yang menjurus pada perang mata uang, suku bunga The Fed yang akan lebih rendah dalam jangka menengah-panjang, dan perlambatan ekonomi global, akan memperkuat status emas sebagai asset safe haven yang paling diminati.

Pertanyaannya, sampai seberapa tinggi emas masih kuat mendaki? Mengacu pada histori harga, level 1555 hingga 1600 seperti yang pernah dicapai pada Februari 2013 sudah di depan mata. Meski demikian, tidak seorangpun bisa memastikan bahwa level-level tersebut bakal bisa dicapai dalam minggu ini. Seorang analis berpendapat bahwa "saat ini Anda tidak seharusnya menjual. Saya tidak ingin membeli pada level harga sekarang karena sudah overbought, tetapi saya juga tidak ingin jadi yang pertama menjual."

Minggu ini akan dirilis data inflasi dan penjualan ritel AS. Meski demikian, diperkirakan kedua data penting tersebut tidak akan berpengaruh signifikan terhadap pergerakan harga emas. Keyakinan akan rate cut sudah diperhitungkan pasar meski inflasi atau penjualan ritel mengalami kenaikan. Isu trade war, currency war, dan cuitan-cuitan presiden Trump serta komentar pejabat The Fed akan lebih berdampak.

Survei yang dilakukan Kitco.com menunjukkan mayoritas pemain Wall Street dan Main Street memperkirakan harga emas masih akan berlanjut bullish. Sekitar 75% pemain Wall Street memperkirakan bullish, 13% bearish, dan 13% lagi memperkirakan netral atau sideways. Sementara 65% pemain Main Street memperkirakan bullish, 21% bearish, dan 14% netral.

 

Tinjauan Teknikal

Setelah Emas Tembus 1500: How High Can

 

Chart Daily:

Dari Price Action, kemungkinan terjadi koreksi menyusul terbentuknya pola triple top di sekitar level 61.8% Fibo Expansion. Namun secara keseluruhan, harga masih cenderung bullish setelah kembali menembus garis resistance pola segitiga, dan menembus level resistance 1452.80. Kecenderungan ini didukung oleh semua indikator trend:

  1. Harga berada dekat kurva upper band indikator Bollinger Bands, dan titik indikator Parabolic SAR berada di bawah bar candlestick.
  2. Kurva indikator MACD berada di atas kurva sinyal (warna merah), dan garis histogram OSMA berada di atas level 0.00.
  3. Garis histogram indikator ADX berwarna hijau dan berada di atas level 25, menunjukkan sentimen bullish yang masih kuat.

Jika terjadi koreksi, batas maksimal ada pada 38.2% Fibo Expansion (sekitar level 1468).

Level Pivot mingguan: 1481.38

Resistance: 1509.88 (level 61.8% Fibo Expansion) ; 1526.00 ; 1536.24 (76.4% Fibo Expansion) ; 1555.04 ; 1578.03 (100% Fibo Expansion) ; 1619.36 (123.6% Fibo Expansion) ; 1645.57 (138.2% Fibo Expansion) ; 1666.54 (150% Fibo Expansion).

Support: 1489.11 (50% Fibo Expansion) ; 1467.96 (38.2% Fibo Expansion) ; 1452.80 ; 1441.90 (23.6% Fibo Expansion) ; 1424.00 ; 1410.90 ; 1400.00 ; 1383.00 ; 1373.00 ; 1358.00 ; 1348.00 ; 1332.44 ; 1319.75 ; 1309.00 ; 1297.00 ; 1285.15 ; 1275.00 ; 1266.16 ; 1253.28 ; 1242.50 ; 1231.15 ; 1218.45 ; 1211.80 ; 1204.02.

Indikator: Simple Moving Average (SMA) 200, EMA 21 ; Bollinger Bands (20,2) ; Parabolic SAR (0.02, 0.2) ; MACD (12,26,9) ; OSMA ; ADX (14).

Fibonacci Expansion:

  • Titik 1: 1274.88 (harga terendah 30 Mei 2019).
  • Titik 2: 1452.80 (harga tertinggi 19 Juli 2019).
  • Titik 3: 1400.37 (harga terendah 1 Agustus 2019).
Arsip Analisa By : Martin

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.