Advertisement

iklan

Emas Terus Tertekan, Waspadai Breakout Level Support 1300

283474

Bias bearish masih mendominasi emas hingga saat ini, dan bisa semakin kuat jika level support psikologis 1300 nantinya dapat ditembus.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

General Overview

Harga emas bergerak melemah kembali pada perdagangan Selasa (1 Mei) kemarin. Logam kuning ini terus melemah hingga mendekati level support psikologis terkuat yang berada di level 1300. Emas melanjutkan pelemahannya selain karena disebabkan oleh Greenback yang kuat, tetapi juga karena para investor yang sedang menahan diri untuk membuka posisi jelang pertemuan The Fed pada hari Kamis dini hari esok (3 Mei).


XAUUSD Daily



Analisa Dan Rekomendasi

Perhatikan chart H1 berikut ini. Harga emas diperdagangkan melemah hingga berada di sekitar level support kuat 1300, sebelum tertutup di area 1303 pada perdagangan Selasa (1 Mei) kemarin.


XAUUSD H1

 

 

Emas berjangka bergerak melemah karena masih terpukul oleh kuatnya Greenback saat ini. Sementara itu, para investor juga sedang mengantisipasi dan menanti pertemuan The Fed yang akan berlangsung Kamis besok. Pertemuan yang akan membahas kebijakan moneter AS tersebut tentu akan menjadi katalis tersendiri untuk emas.

Sedangkan jika di telaah dari tinjauan teknikal, bias bearish masih mendominasi XAU hingga saat ini. Bias tersebut akan semakin kuat jika level support psikologis 1300 dapat ditembus. Namun sebaliknya, jika buyer emas mampu mempertahankan level tersebut, maka logam mulia kemungkinan bisa terpantul ke atas kembali. Maka dari itu, level krusial 1300 tentu menjadi medan pertarungan kekuatan antara seller dan buyer yang bisa menentukan pergerakan emas selanjutnya. Oleh karena itu, melihat peluang dan potensi yang ada, maka bias Intraday kali ini adalah BEARISH.

Adapun skenario dan acuan yang dapat dicoba sebagai entry point adalah sebagai berikut:

  1. Skenario utama hari ini mencoba peluang Sell, dengan harapan peluang bearish akan membawa emas menguji level support selanjutnya. Sedangkan untuk area acuan skenario berada pada support area sekitar 1300. Maka tunggu hingga harga bergerak di sekitar area tersebut dan melewatinya, sebelum membuka posisi Sell. Jika harga akhirnya berhasil menembus level tersebut dan diiringi konfirmasi dari indikator teknikal serta price action, maka peluang Sell dapat diambil. Apabila skenario breakout ini valid, maka emas akan melemah kembali hingga menguji level support selanjutnya yang berada di sekitar 1295.42. Stop Loss, seperti biasa dapat diletakkan di atas swing high terdekat, atau maksimal berada di sekitar area 1308.42.

  2. Level 1300 juga dapat digunakan sebagai skenario alternatif Buy. Perhatikan pola pergerakan harga. Jika ternyata harga tertahan dan berkutat di sekitar area 1300, maka cari peluang Buy yang terkonfirmasi. Penggunaan indikator oscillator dan penerapan price action dapat mempermudah Anda dalam mencari entry poin, dengan peluang Buy yang dapat diambil jika sinyal dari konfirmator menunjukkan bouncing. Peluang Buy hanya berlaku jika bounce level tersebut terkonfirmasi. Jika logam mulia tertolak pada level 1300, maka emas akan menguat kembali hingga 1308.42. Stop Loss dapat diletakkan di bawah swing low terdekat atau maksimal pada area 1295.32, dengan tetap mempertimbangkan risk:reward minimal 1:1.


Selalu ingat dan pahami risiko serta money management Anda sebelum bertransaksi! Keep Your Trading Safe and Have a Good Trade!

  • R3: 1329.13    
  • R2: 1322.75
  • R1: 1314.57
  • Pivot: 1308.42
  • S1: 1300
  • S2: 1295.32
  • S3: 1289.38

 

 


*Penulis merupakan trader aktif pengguna strategi Intraday Breakout, sekaligus akun manager di sebuah perusahaan pialang lokal. Apabila ingin menyampaikan pertanyaan atau berdiskusi dengan Erik, Anda dapat menuliskannya pada kolom komentar di bawah ini atau mengunjungi halaman Tanya Jawab berikut.

Arsip Analisa By : Erik Tri Cahyo

Erik Tri Cahyo merupakan Forex Expert, Technical Analyst, sekaligus Account Manager di sebuah perusahaan pialang lokal. Strategi yang digunakan terutama Trend-following dengan kaidah Breakout dan Bounce.