ENVY, Emiten Yang Belum Pernah Terkoreksi Sejak IPO

290824

PT Envy Technologies Indonesia (ENVY) melantai di bursa sejak 8 Juli 2019 dan harga sahamnya terus melambung naik. Bagaimana prospek ke depannya?

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

Sejak 8 Juli 2019 lalu, PT Envy Technologies Indonesia resmi melantai di bursa, sah untuk diperdagangkan di pasar reguler dengan kode saham ENVY. Emiten tersebut dilepas di harga Rp500 per lembar saham dan disambut dengan antusias oleh pasar. Menariknya, hingga berita ini ditulis, harga saham ENVY belum pernah terkoreksi.

Pada Senin (4/11), ENVY dibuka dengan harga Rp2720 per lembar saham. Artinya, bila investor membeli ENVY di harga Rp500 dan menjualnya di harga Rp2720 per lembar, ia akan mendapat return sebesar 544 persen hanya dalam waktu empat bulan saja!

Grafik kenaikan harga saham ENVY

Lantas apa yang menarik dari emiten ini dan bagaimana prospek ke depan?

PT Envy Technologies Indonesia Tbk yang sebelumnya bernama PT Scan Nusantara didirikan pada 27 September 2004. Envy Technologies menjadi perusahaan cyber security pertama yang melantai di bursa. ENVY menyediakan jasa penyimpanan dan perencanaan sistem informasi serta pengembangan piranti lunak. Pendapatan ENVY berasal dari tiga segmen yaitu sistem integrasi informatika, sistem integrasi telekomunikasi, dan jasa pengamanan teknologi informasi.

ENVY melepas 600 juta lembar saham atau setara dengan 33.3 persen dari total modal yang ditempatkan. Perusahaan itu memperoleh dana segar sebesar Rp222 miliar dari IPO-nya. Rencananya, dana tersebut akan digunakan untuk mengembangkan segmen usaha dan membayar liabilitas.

Emiten ENVY

Sekilas dari laporan keuangan ENVY di kuartal III 2019, ENVY mencatatkan pertumbuhan quarter over quarter (QoQ) yang luar biasa. Pendapatannya naik 3 kali lipat, dari Rp49.18 miliar di kuarter III 2018 menjadi Rp121.4 miliar di kuarter III 2019.

Dua dari tiga segmen pendapatan ENVY naik drastis. Sistem integrasi informatika yang merupakan cash cow dari ENVY, naik pendapatannya dari 38.85 miliar menjadi 80.85 miliar QoQ. Sementara itu, segmen sistem integrasi telekomunikasi naik dari 9.28 miliar menjadi 39.99 miliar QoQ.

Tak heran bila pendapatan ENVY melambung dahsyat. Dari segmen Digital Cyber Security, ENVY berhasil menggaet klien korporat raksasa seperti Bank Mandiri, Danamon, CIMB Niaga, Maybank, dan lain-lain.

Klien Digital Cyber Security ENVY

 

Sementara dari segmen sistem integrasi informatika, klien ENVY tak kalah besar. Diantaranya adalah Data Inteligen Indonesia, Cranium Ventures, hingga Zamrud Technology.

Klien ENVY

 

Prospek ENVY

Melihat kenaikan pendapatan ENVY, investor mungkin merasa optimistis terhadap emiten ini. Namun, investor harus ingat bahwa selain menghasilkan pendapatan, perusahaan harus mampu mengelola pendapatannya menjadi profit.

Perlu dicatat, pendapatan ENVY sebesar Rp121.4 miliar itu terdiri atas laba kotor sebesar Rp28.4 miliar dan dengan laba tahun berjalan sebesar Rp5.6 miliar. Artinya, Net Profit Margin (NPM) hanya 0.046 atau hanya menghasilkan keuntungan 4.6 persen dari pendapatan.

Bila dibandingkan di kuartal III 2018, dengan pendapatan sebesar 49.18 miliar, diperoleh laba tahun berjalan sebesar 3.12 miliar. Artinya, persentase NPM-nya sekitar 6.34 persen. Bisa dilihat persentase NPM malah menurun (dari 6.34% menjadi 4.6%) dan ini kurang menarik dari sudut pandang investasi.

Padahal, tentu investor berharap peningkatan laba seiring dengan peningkatan pendapatan. Dari sisi arus kas terlihat bahwa penerimaan dari pelanggan naik secara QoQ dari 23.66 miliar menjadi 64.17 miliar. Namun sayangnya, Arus Kas Operasional kemudian berakhir negatif dengan kerugian lebih besar dari sebelumnya, yakni dari rugi 26,35 miliar menjadi rugi 187.86 miliar QoQ.

Rupanya, beban kas terletak pada pembayaran ke pemasok/subkontraktor, kegiatan operasional perusahaan, serta gaji karyawan. Komponen tersebut naik secara signifikan dan mempengaruhi kas operasional secara masif.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa ENVY adalah emiten yang menjanjikan dilihat dari kinerjanya menggaet klien korporat raksasa. Kemampuannya mengerjakan volume kerja yang fantastis juga menyiratkan kualitas kerja untuk memuaskan pelanggan.

Namun, sayang sekali manajemen ENVY kurang efisien dalam mengelola sumber daya. Mesti dilakukan efisiensi agar perusahaan bisa menciptakan margin laba yang lebih besar dan berkembang sesuai dengan pertumbuhan pendapatannya.

Arsip Analisa By : Shanti Putri

Shanti Putri adalah seorang investor agresif mandiri yang merupakan mantan broker di sebuah sekuritas ternama, terutama berkecimpung di dunia saham. Dalam berinvestasi, Shanti melakukan analisa sebelum membeli dan melakukan Averaging selama fundamental masih berada di jalurnya. Sebuah kutipan dari Sun Tzu menjadi panduannya, 'Know yourself, know what you face then you will win in a thousand battles.'