Advertisement

iklan

EUR/USD: Jelang Putusan ECB, Awasi Level 1.0140/34

Penulis

+ -

Putusan kebijakan ECB menjadi fokus pasar pekan ini. Gejolak harga kemungkinan akan terjadi saat pengumuman dan konferensi pers yang berlangsung petang nanti.

iklan

iklan

Gagal melanjutkan rebound 3 hari beruntun, EUR/USD ditutup melemah pada perdagangan kemarin. Ini karena pelaku pasar cenderung wait and see menjelang pengumuman kebijakan moneter European Central Bank (ECB) yang akan digelar hari ini (21/Juli).

Secara teknikal pada time frame Daily, risiko bearish jangka pendek/menengah masih membayangi pasangan mata uang ini selama bergerak di bawah resistance Monthly 1.0340. Di sisi lain, candle pattern Three White Soldiers yang terbentuk hingga Selasa juga tak bisa dianggap remeh karena menyimpan potensi untuk mengincar 1.0340 atau bahkan kurva MA-50.

EURUSD H1

Hal tersebut juga ditunjukkan pada time frame H1 di mana EUR/USD masih mempertahankan posisi di atas level Kijun-sen H4 (sekarang di 1.0140), dan menjaga prospek Three White Soldiers tetap valid. Namun karena putusan ECB diperkirakan berdampak tinggi, sebelum meletakkan posisi entri, usahakan awasi dulu aksi harga dan candle pattern H1 yang mungkin akan terbentuk setelah agenda fundamental itu.

Untuk perdagangan intraday pada hari ini, kisaran 1.0140/1.0134 (Kijun H4/R2 Fibo Retracement Weekly) menjadi fokus apabila EUR/USD turun ke area tersebut. Posisi buy di area itu membutuhkan SL ketat di bawah 1.0119 (Low 19 Juli).

Hingga pukul 16:59 WIB, EUR/USD tercatat naik tipis 0.05% di posisi 1.0181.

Good luck and trade safe!

Download Seputarforex App

Arsip Analisa By : Buge Satrio
297978
Penulis

Buge Satrio Lelono memiliki latar belakang pendidikan IT dan mengenal forex sejak tahun 2003 ketika platform Metatrader masih versi 3. Setelah berlatih di akun demo selama beberapa tahun dan mencoba berbagai teknik trading, Buge menekuni forex secara full-time sejak awal 2014. Kini aktif trading mengandalkan pengamatan Price Action, Ichimoku Kinko-hyo, Trading Plan, dan pengendalian risiko tak lebih dari 1 persen.