GBP/USD 4 Agustus: Review Fundamental Dan Teknikal Akhir Pekan

284748

Dalam jangka menengah, GBP/USD masih didominasi oleh isu konflik dagang, ketidakpastian Brexit, dan Rate Hike Fed. Secara teknikal, pair ini masih kesulitan menembus DMA-30.

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Poundsterling masih berada di bawah tekanan terhadap Dolar AS di hari Jumat (3 Agustus), menyusul rilis Jobs Data AS dan laporan ISM yang menunjukkan hasil beragam. GBP/USD kemudian melemah 0.12 persen ke kisaran 1.3003 hingga menjelang penutupan perdagangan di akhir pekan.

Meskipun NFP bulan Juli meleset dari perkiraan, data upah dan angka pengangguran mencatatkan hasil positif, serta sejalan dengan konsensus. Sementara ISM Non Manufacturing PMI tetap berekspansi walaupun lebih kecil dari ekspektasi, dengan aktivitas bisnis di sektor non manufaktur yang melemah ke level terendah 3 bulan.

Secara keseluruhan, data-data AS tersebut masih mendukung ekspektasi terhadap prospek Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga sebanyak 2 kali lagi di semester kedua tahun ini. GBP/USD meresponnya dengan bergerak dalam range harga terbatas.

Di sisi lain, data fundamental Inggris tak terlalu menggembirakan. Data PMI (konstruksi/manufaktur/jasa) di bulan Juli memang masih berekspansi, tapi aktivitas bisnis di sektor konstruksi dan jasa meleset dari perkiraan.

Di sepanjang pekan (30 Juli - 3 Agustus), Poundsterling terdepresiasi 0.82 persen terhadap Dolar. Kontribusi terbesar yang membebani Sterling pekan lalu adalah reaksi pasar terhadap konferensi pers BoE (Kamis 2 Agustus), setelah bank sentral Inggris menaikkan suku bunga menjadi 0.75 persen sesuai ekspektasi.

Hasil voting MPC dengan suara bulat mendukung rate hike BoE sebetulnya di luar dugaan investor, tapi BoE kemudian memberikan pernyataan bahwa kenaikan berikutnya akan dilakukan secara gradual dan terbatas.

Sementara itu, di luar data ekonomi, tensi hubungan perdagangan AS - China kembali memanas setelah Gedung Putih mengungkapkan rencana kenaikan tarif impor dari 10 persen menjadi 25 persen untuk produk China senilai $200 miliar. Langkah itu dilakukan agar China bersedia mengubah kebijakan perdagangannya yang dianggap tak seimbang. Merespon hal ini, negeri tirai bambu pun dikabarkan siap membalas dengan besaran atau nilai yang sama terhadap produk-produk AS.

Konflik dagang yang masih berlarut-larut, ketidakpastian Brexit hingga Maret 2019, dan ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve sebanyak dua kali hingga akhir tahun 2018, barangkali masih akan menghambat Poundsterling untuk keluar dari tekanan, terutama dalam jangka menengah.

Akan tetapi, masalah-masalah di atas tidak serta merta menghilangkan peluang recovery Sterling, setidaknya dalam perdagangan Intraday atau jangka pendek. Beberapa pengamat menilai bahwa cepat atau lambat, melebarnya defisit anggaran AS akibat program pemangkasan pajak korporasi akan memperlihatkan efek negatifnya. Mengingat salah satu komponen GDP adalah belanja pemerintah, maka melebarnya defisit akan mengurangi anggaran belanja pemerintah dan berpengaruh pada GDP. Imbas perang dagang yang perlahan mulai dirasakan pelaku bisnis AS (termasuk industri pertanian) juga akan memperlambat kinerja ekonomi AS.

Sementara pada sisi teknikal, DMA-30 (Daily Moving Average periode 30, sekarang di 1.3155) sejauh ini masih menjadi tantangan terberat recovery Cable. Histori menunjukkan bahwa sellers selalu merespon ketika harga bergerak mendekati atau melewati kurva MA tersebut.

GBPUSD Daily 20180804

Pada sisi downside, support kritis jangka pendek 1.2955 (Low 19 Juli) masih bertahan, tapi breakout terhadap level ini bisa berisiko memperpanjang penurunan dan menempatkan 1.2770 (Low 24 Agustus 2017) sebagai fokus berikutnya dalam jangka pendek hingga menengah.

Di sisi yang lain, jika support 1.2955 tetap bertahan, maka recovery jangka pendek untuk menjangkau 1.3049 (Low 28 Juni), 1.3101 (Low 21 Juni dan 13 Juli), dan DMA-30 (1.3155), adalah kemungkinan yang tidak dapat diabaikan.

Secara keseluruhan dalam skala Daily, outlook teknikal GBP/USD masih negatif menjaga prospek bearish, selama harga diperdagangkan di bawah DMA-30.

Arsip Analisa By : Buge Satrio

Buge Satrio Lelono memiliki latar belakang pendidikan IT dan mengenal forex sejak tahun 2003 ketika platform Metatrader masih versi 3. Setelah berlatih di akun demo selama beberapa tahun dan mencoba berbagai teknik trading, Buge menekuni forex secara full-time sejak awal 2014. Kini aktif trading mengandalkan pengamatan Price Action, Ichimoku Kinko-hyo, Trading Plan, dan pengendalian risiko tak lebih dari 1 persen.

Pair Rate    
AUD/JPY 74.13 74.13 -65
AUD/USD 0.6851 0.6851 -31
EUR/CHF 1.0996 1.0996 -44
EUR/USD 1.1067 1.1067 31
GBP/JPY 135.20 135.20 -27
GBP/USD 1.2495 1.2495 27
NZD/USD 0.6340 0.6340 4
USD/CAD 1.3258 1.3258 -9
USD/CHF 0.9936 0.9936 -68
USD/JPY 108.20 108.20 -47
18 Sep 13:10