Geopolitik Akan Mendominasi Harga Emas Minggu Ini

290317

Minggu lalu, emas melemah akibat minat risiko investor terkait perkembangan isu pemakzulan Trump dan perundingan AS-China. Minggu ini, perkembangan politik dan data tenaga kerja AS menjadi katalis.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Analisa mingguan XAU/USD berikut ini dibuat berdasarkan harga penutupan pasar hingga akhir minggu lalu (27 September 2019), serta dimaksudkan sebagai acuan untuk trading jangka menengah dan panjang.

 

Tinjauan Fundamental

Sepanjang pekan lalu, pergerakan harga emas lebih banyak dipengaruhi oleh isu politik di AS. Sempat menguat hingga USD1535 per troy ounce, logam mulia kemudian berbalik melemah dan ditutup pada USD1496.64 per troy ounce, atau mengalami depresiasi sebesar 1.3% dibandingkan harga penutupan minggu sebelumnya.

Di awal pekan, harga logam mulia merangkak naik setelah data manufaktur negara-negara di Zona Euro mengalami kontraksi, yang menunjukkan perekonomian sedang terancam resesi. Hal ini telah disampaikan presiden ECB Mario Draghi. Investor lanjut memborong emas ketika beredar kabar bahwa House of Representatives AS akan mengajukan pemakzulan (impeachment) terhadap Presiden Trump akibat laporan mengenai pembicaraannya dengan Presiden Ukraina. Bersamaan dengan itu, USD semakin melemah karena merosotnya indeks kepercayaan konsumen AS.

Namun, USD rebound setelah Gedung Putih merilis transkrip pembicaraan telepon antara Trump dan Presiden Ukraina, Zelensky. Penguatan Greenback berlanjut setelah presiden Trump berkomentar mengenai perundingan dagang dengan China, bahwa kesepakatan antara AS dan China bisa terwujud lebih cepat dari yang diperkirakan. Pernyataan ini disusul oleh keterangan menteri keuangan Mnuchin, yang mengutarakan bahwa perundingan dagang AS-China akan berlangsung sekitar pertengahan bulan depan. Faktor-faktor tersebut memicu risk appetite pelaku pasar.

Meski demikian, segala kemungkinan masih bisa terjadi, baik mengenai usulan pemakzulan presiden Trump maupun perundingan dagang AS-China. Gejolak di Timur Tengah yang belum berakhir, serta pernyataan Presiden Iran tentang kemungkinan dialog dengan AS untuk pencabutan sanksi ekonomi, juga bisa menjadi katalis penting.

Selain itu, minggu ini akan dirilis data tenaga kerja (Non Farm Payrolls, upah, pengangguran) dan manufaktur AS untuk bulan September, disamping pidato beberapa pejabat The Fed.

Dari survei yang dilakukan Kitco.com pada sejumlah trader, sekitar 50% pemain Wall Street memperkirakan pergerakan harga emas minggu ini akan netral atau sideways, 31% bullish, dan 19% lagi bearish. Sementara 56% pemain Main Street memperkirakan bullish, 26% bearish, dan 18% netral.

 

Tinjauan Teknikal

Minggu Ini Faktor Geopolitik Akan

Chart Daily:

Pergerakan XAU/USD pada time frame Daily kembali ke fase koreksi (retracement) dan cenderung bearish, menyusul terbentuknya pola head and shoulders. Kecenderungan ini juga didukung oleh Price Action, juga penunjukan indikator trend dan momentum:

  1. Terbentuk pola double top pada level 1535 dan bearish engulfing candle, serta penutupan harga terakhir berada di bawah channel uptrend.
  2. Penutupan harga terakhir juga berada di bawah kurva support EMA 34 dan middle band indikator Bollinger Bands.
  3. Titik indikator Parabolic SAR pindah ke atas bar candlestick.
  4. Kurva indikator MACD berada di bawah kurva sinyal (warna merah), dan garis histogram OSMA berada di bawah level 0.00.
  5. Kurva indikator RSI berada di bawah center line (level 50.0).
  6. Garis histogram indikator ADX berganti warna merah yang menunjukkan sentimen bearish.

Support kuat ada pada neckline dan level 50% Fibo Retracement, yang biasanya digunakan sebagai acuan berakhirnya koreksi. Jika neckline dan level 50% Fibo Retracement ditembus, kemungkinan pergerakan harga akan berlanjut bearish, dengan target antara level 1450 hingga 1436 (sekitar 76.4% Fibo Retracement), yang juga merupakan level double top antara 25 Juni hingga 3 Juli 2019.

Sementara jika neckline dan 50% Fibo tidak ditembus dan harga berbalik bullish, resistance kuat terletak pada level 1535 hingga 1555, yang merupakan support kunci antara tahun 2012 hingga awal 2013.

Level Pivot mingguan: 1506.32

Resistance: 1519.90 (level 23.6% Fibo Retracement) ; 1535.00 ; 1556.92 ; 1582.49 ; 1614.63 ; 1646.25 ; 1665.45 ; 1681.26 ; 1697.08.

Support: 1478.36 (50% Fibo Retracement) ; 1459.70 (61.8% Fibo Retracement) ; 1436.82 (76.4% Fibo Retracement) ; 1424.00 ; 1410.90 ; 1400.00 ; 1383.00 ; 1373.00 ; 1358.00 ; 1348.00 ; 1332.44 ; 1319.75 ; 1309.00 ; 1297.00 ; 1285.15 ; 1275.00 ; 1266.16 ; 1253.28 ; 1242.50 ; 1231.15 ; 1218.45 ; 1211.80 ; 1204.02.


Indikator: Simple Moving Average (SMA) 200, EMA 34 ; Bollinger Bands (20,2) ; Parabolic SAR (0.02, 0.2) ; MACD (12,26,9) ; OSMA ; RSI (14) ; ADX (14).

Fibonacci Retracement:

  • Titik Swing Low: 1400.37 (harga terendah 1 Agustus 2019).
  • Titik Swing High: 1556.92 (harga tertinggi 4 September 2019).
Arsip Analisa By : Martin

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.