Advertisement

iklan

Harga Minyak Masih Diselimuti Serangkaian Sentimen Negatif

Kekhawatiran atas dampak virus Corona, perang harga, hingga melimpahnya pasokan minyak membuat harga si logam hitam terus bertahan di sekitar level $30 per barel.

Xm

iklan

Advertisement

iklan

Analisa Fundamental

Harga minyak masih berkutat di sekitar level $30 per barel. Meningkatnya kekhawatiran akan dampak virus Corona, perang harga minyak, serta melimpahnya pasokan dari Arab Saudi dan Uni Emirat Arab menjadi faktor utama penyebab penurunan harga minyak. Selain itu, pelemahan logam hitam juga dipengaruhi oleh anjloknya bursa saham global, terlebih setelah bursa saham AS mencatatkan rekor penurunan harian terbesar sejak Black Monday tahun 1987.

Sehubungan dengan penyebaran virus Corona yang kian meluas, Presiden Trump memberlakukan pembatasan perjalanan dari Eropa ke Amerika Serikat. Praktis tindakan tersebut kian menimbulkan kepanikan di pasar keuangan global.

 

Analisa Teknikal

Harga Minyak Masih Diselimuti

Secara teknikal, histogram indikator MACD terus bertahan di bawah area negatif; mengindikasikan bahwa tren harga minyak masih bearish. Dalam jangka pendek, pergerakan harga minyak diperkirakan akan mencoba bergerak naik dan menguji area Resistance 31.39-31.85, sebelum akhirnya kembali turun ke bawah level Support 30.00.

 

Rekomendasi

  • Entry Sell: 31.39-31.85
  • Take Profit: 30.00
  • Stop Loss: 32.78
Arsip Analisa By : Rama Anandhita

Rama berstatus sebagai mahasiswa aktif tingkat akhir di salah satu Perguruan Tinggi Swasta di kota Kembang. Awal mula perkenalan dengan dunia trading dimulai pada tahun 2014, saat masih mahasiswa baru. Instrumen trading yang pertama kali dikenal adalah saham Indonesia. Seiring berjalannya waktu, tertarik mengikuti trading forex juga. Strategi trading yang banyak digunakan diantaranya Harmonic Pattern dan Chart Pattern.