OctaFx

iklan

Harga Minyak Melonjak Setelah Arab Saudi Nyatakan Pangkas Ekspor

Kenaikan ini didorong oleh keputusan Arab Saudi untuk memangkas ekspornya pada bulan November, serta komentar dari OPEC (Organization of the Petroleum Exporting Countries).

Harga minyak mentah bergerak naik kemarin, sebesar sekitar 2 persen, dan ditutup pada $50.764 per barel; kembali ke atas level harga $50 setelah sempat mengalami penurunan signifikan pada Jumat lalu. Kenaikan ini didorong oleh keputusan Arab Saudi untuk memangkas ekspornya pada bulan November, serta komentar dari OPEC (Organization of the Petroleum Exporting Countries) dan perusahaan-perusahaan perdagangan bahwa pasar kini tengah bergerak untuk seimbang kembali setelah bertahun-tahun mengalami surplus. Salah satunya, produsen-produsen minyak shale AS juga akan melakukan upaya untuk mengurangi suplai.

 

Surplus Minyak Global Terus Berkurang

Untuk menyatakan komitmen atas tanggung jawabnya dalam kesepakatan pemangkasan output minyak, Arab Saudi mengumumkan untuk mengurangi alokasi ekspor November sebanyak 560,000 barel per hari (bph), yang mana dapat mendorong naik harga minyak. Kesepakatan pemangkasan output minyak dijadwalkan berakhir pada Maret 2018, tetapi kemungkinan untuk memperpanjangnya telah dikemukakan.

Dalam sebuah konferensi di New Delhi, OPEC mengatakan ada "tanda-tanda jelas" bahwa pasar minyak telah mulai seimbang kembali setelah bertahun-tahun mengalami surplus. OPEC telah berusaha mengurangi limpahan surplus melalui kesepakatan antara anggota dan bukan anggota, termasuk Rusia, untuk memotong produksi sebanyak 1.8 juta bph.

"Dalam proses pengurangan stok (minyak) global yang terus berlanjut, baik di daratan maupun lepas pantai, perkembangan positif di bulan-bulan terakhir ini tak hanya menunjukkan percepatan proses, tetapi penurunan masif pada tangki-tangki penyimpanan minyak di semua wilayah," kata Sekjen OPEC Mohammad Barkindo.

Dalam outlook jangka pendek produksi minyak AS, Badai Nate telah memicu harga sementara sejumlah produsen AS masih nonaktif. Berdasarkan data yang dirilis oleh Departemen Dalam Negeri AS kemarin, 85% dari produksi minyak di Teluk Meksiko masih nonaktif, tetapi takkan berlangsung lama.

Demikian sekilas ulasan fundamental harga minyak oleh ACYdengan outlook teknikal dapat disimak di bagian berikutnya.

 

Outlook Teknikal Harga Minyak WTI

Secara teknikal, harga minyak telah naik sedikit ke $50.792 per barel pada 11:45 am di Sydney, sebagaimana terlihat di MT4. Dalam pandangan ACY, ini menunjukkan bahwa harga telah sukses keluar dari resisten level tinggi 1 Agustus dan berdiri kokoh. Dengan RSI (14) pada 56.8548 mengungkap kekuatan positif dalam harga minyak, seiring dengan perjalanannya dalam Ascending Channel yang terbentuk sejak akhir Juni.

WTICOUSD Daily

Chart 1: WTICOUSD Daily

Walaupun kita bisa melihat kenaikan lebih lanjut dalam jangka menengah, harga minyak menghadapi sebuah halangan. Halangan ini ditemukan pada 50.859 (Retracement 23.6%) dalam beberapa hari berikutnya, ketika kita menggunakan Fibonacci Retracement untuk memprediksi pergerakannya.

WTICOUSD Fibonacci

Chart 2: WTICOUSD Daily - Fibonacci Retracement


ACY adalah broker asal Australia yang telah memiliki ijin dari Australian Securities and Investments Commission (ASIC) dan menyediakan berbagai macam instrumen trading seperti Forex, Indeks, Metal, dan Komoditas. ACY dikenal luas berkat program Edukasi, Loyalty, dan Promosi yang menarik.

ACY

Arsip Analisa By : Acy
280533
Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

ACY adalah broker asal Australia yang telah memiliki ijin dari Australian Securities and Investments Commission (ASIC) dan menyediakan berbagai macam instrumen trading seperti Forex, Indeks, Metal, dan Komoditas. ACY dikenal luas berkat program Edukasi, Loyalty, dan Promosi yang menarik. Profil Selengkapnya