Advertisement

iklan

Harga Minyak Tumbang Seusai Reli Gegara Masalah Pipa

Kontrak Berjangka naik tiga hari berturut-turut, setelah American Petroleum Institute (API) mengatakan inventori minyak AS jatuh ke 7.38 juta barel pada pekan lalu.

Harga Minyak anjlok pada hari Selasa, setelah trader melakukan aksi jual untuk memanen profit pasca kenaikan harga ke level tertingginya selama dua tahun, akibat penutupan mendadak jalur pipa minyak penyalur minyak mentah North Sea. WTI untuk pengiriman bulan Januari ditutup pada $57.375, seusai penurunan sekitar 0.96%.

Kontrak Berjangka naik tiga hari berturut-turut, setelah American Petroleum Institute (API) mengatakan inventori minyak AS jatuh ke 7.38 juta barel pada pekan lalu; dua kali lipat lebih besar dibanding forecast penurunan 2.89 juta oleh para analis dalam sebuah survey Bloomberg. Jika perhitungan kelompok industri ini dikonfirmasi oleh Energy Information Administration pada hari Rabu, maka ini akan menjadi penurunan inventori terbesar sejak Agustus.

Menurut Phil Flynn, Analis Pasar Senior di Price Futures Group Inc Chicago, dalam sebuah wawancara via telepon, penurunan inventori semestinya mendukung minyak dalam jangka pendek. Katanya juga, "Data menunjukkan permintaan pengilangan untuk minyak (mentah) sangat kuat."

Minyak Brent dan West Texas Intermediate sama-sama anjlok pada hari Selasa, seiring melonggarnya kekhawatiran mengenai dampak ditutupnya sebuah jalur pipa minyak penting di Laut Utara. Semenjak disepakatinya ekstensi pemangkasan suplai hingga akhir tahun depan oleh Organization of Petroleum Exporting Countries (OPEC) dan negara-negara produsen sekutunya seperti Rusia, harga minyak telah dan kemungkinan akan bergerak lebih tinggi selama beberapa bulan ke depan.

Namun demikian, kesepakatan yang digawangi OPEC tersebut menghadapi ancaman dari pengeboran shale Amerika, yang diperkirakan pemerintah akan menggenjot output tahun depan hingga lebih dari 10 juta barel per hari (bph). Dengan demikian, ACY menilai pergerakan harga minyak di masa depan akan dipengaruhi oleh perencanaan para pemasok Amerika.

 

Outlook Teknikal WTI

Secara teknikal, ACY memantau WTI pada chart Weekly untuk melihat tren jangka panjangnya. Tren terbentuk sejalan dengan Ascending Price Channel yang dimulai sejak April 2016. Walaupun kini menjumpai resisten pada batas garis atas, dan masih berjuang untuk menembusnya dalam beberapa minggu terakhir. Apabila WTI gagal bergerak lebih tinggi dan breakout, maka investor perlu mencari peluang untuk membuka posisi short.

Grafik WTICOUSD Weekly

WTICOUSD Weekly


ACY adalah broker asal Australia yang telah memiliki ijin dari Australian Securities and Investments Commission (ASIC) dan menyediakan berbagai macam instrumen trading seperti Forex, Indeks, Metal, dan Komoditas. ACY dikenal luas berkat program Edukasi, Loyalty, dan Promosi yang menarik.

ACY

Arsip Analisa By : Acy
281473
Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

ACY adalah broker asal Australia yang telah memiliki ijin dari Australian Securities and Investments Commission (ASIC) dan menyediakan berbagai macam instrumen trading seperti Forex, Indeks, Metal, dan Komoditas. ACY dikenal luas berkat program Edukasi, Loyalty, dan Promosi yang menarik. Profil Selengkapnya