IHSG Optimis Menguat, Saham TLKM Dkk Berpeluang Buy

290668

IHSG diperkirakan akan bergerak menguat. Tercipta peluang buy pada saham TLKM, BRPT, ENVY, BBCA, dan BNLI. Simak ulasan di bawah ini.

Xm

iklan

Advertisement

iklan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak menguat pada perdagangan Rabu (23/Oktober). Secara teknikal, indikator MA periode 5 dan 10 menunjukkan peluang bullish untuk pergerakan indeks, indikator MACD bergerak melanjutkan penguatan dengan trend histogram yang semakin tinggi, dan indikator Williams%R meski telah memasuki area overbought, namun masih memberikan peluang bullish untuk indeks. Indeks diperkirakan bergerak di area Support Resistance pada level 6,220-6,270.

Rekomendasi Saham Hari Ini

1. Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM)

Rekomendasi: Buy (4,230-4,270)

  • Target kenaikan 1: 4,320  
  • Target kenaikan 2: 4,380
  • Resistance: 4,270       
  • Support: 4,230
  • Stop Loss: 4,180

 Saham TLKM Dkk Berpeluang Buy, IHSG

Saham TLKM bergerak menguat. Indikator MA periode 5 dan 10 bergerak Uptrend di bawah grafik harga, indikator MACD mulai bergerak mengarah Uptrend dengan pembentukan histogram di area positif, dan indikator Williams%R memberikan sinyal penguatan. Entry beli dapat dilakukan di area 4,230-4,270 dengan target kenaikan hingga 4,320 dan Stop Loss di level 4,180.

 

2. Barito Pacific Tbk. (BRPT)

Rekomendasi: Buy (1,005-1,035)

  • Target kenaikan 1: 1,085
  • Target kenaikan 2: 1,105
  • Resistance: 1,035
  • Support: 1,005
  • Stop Loss: 980

 Saham TLKM Dkk Berpeluang Buy, IHSG

Saham BRPT bergerak menguat. Indikator MA bergerak berpeluang membentuk kondisi Uptrend, indikator MACD akan membentuk sinyal Golden Cross yang menjadi sinyal bullish dengan kondisi histrogram yang terbentuk di area positif, dan indikator Williams%R akan melewati area tengah menjadi sinyal bullish. Aksi beli dapat dilakukan pada level 1,005-1,035 dengan target kenaikan hingga 1,085 dan Stop Loss di area 980.

 

3. Envy Technologies Indonesia Tbk. (ENVY)

Rekomendasi: Buy (2,200-2,250)

  • Target kenaikan 1: 2,300
  • Target kenaikan 2: 2,370
  • Resistance: 2,250
  • Support: 2,200
  • Stop Loss: 2,150

 Saham TLKM Dkk Berpeluang Buy, IHSG

Saham ENVY bergerak menguat dengan kondisi Uptrend. Indikator MA masih menunjukkan penguatan dengan kondisi Uptrendnya, indikator MACD membentuk trend histogram merah, namun kondisi garis yang terus bergerak Uptrend. Indikator Williams%R berada di area overbought. Entry beli dapat dilakukan di level 2,200-2,250 dengan target kenaikan hingga 2,300 dan Stop Loss jika break 2,150.

 

4. Bank Central Asia Tbk. (BBCA)

Rekomendasi: Buy (31,450-31,625)

  • Target kenaikan 1: 31,950
  • Target kenaikan 2: 32,325
  • Resistance: 31,625
  • Support: 31,450
  • Stop Loss: 31,250

 Saham TLKM Dkk Berpeluang Buy, IHSG

Saham BBCA bergerak menguat. Indikator MA periode 5 dan 10 membentuk sinyal Uptrend yang bergerak di bawah grafik harga, terdapat kenaikan trend volume perdagangan, indikator MACD bergerak Uptrend menguat dengan membentuk histogram lanjutan, dan indikator Williams%R bergerak di area overbought. Entry beli dapat dilakukan di level 31,450-31,625 dengan target kenaikan hingga 31,950 dan Stop Loss jika break 31,250.

 

5. Bank Permata Tbk. (BNLI)

Rekomendasi: Buy on weakness (1,250-1,285)

  • Target kenaikan 1: 1,320
  • Target kenaikan 2: 1,360
  • Resistance: 1,285
  • Support: 1,250
  • Stop Loss: 1,220

 Saham TLKM Dkk Berpeluang Buy, IHSG

Saham BNLI bergerak menguat yang menunjukkan kondisi Uptrend. Indikator MA bergerak di bawah grafik harga, namun MA periode 5 dan 10 berhimpit yang menjadi peluang penguatan harga dan didukung oleh peningkatan volume perdagangan, indikator MACD dan Williams%R menunjukkan kondisi overbought namun masih menunjukkan sinyal potensi penguatan harga. Aksi beli dapat dilakukan pada level terlemah di area 1,250-1,285 dengan target kenaikan hingga 1,320 dan Stop Loss di angka 1,220.

Arsip Analisa By : Rifki Andi

Seorang mahasiswa yang aktif trading saham dengan menggunakan strategi analisa teknikal, tepatnya dengan memanfaatkan indikator MA dan Elliot Wave.