iklan

Indeks Dow Jones Menanjak Ke Puncak Setelah Rapat FOMC

Acuan Dow Jones Industrial Average Index (.DJI) ditutup naik 0.42 persen ke 24624.8, menyentuh rekor tinggi.

Pasar saham AS telah reli selama berbulan-bulan dan diperdagangkan pada all-time high di tengah antisipasi akan dipangkasnya pajak untuk korporasi. Acuan Dow Jones Industrial Average Index (.DJI) ditutup naik 0.42 persen ke 24624.8, menyentuh rekor tinggi.

Dalam indeks US30 di hari Rabu, kenaikan terbesar satu sesi dialami oleh Caterpillar Inc (NYSE: CAT), yang naik 3.59 persen, atau 5.15 poin ke harga penutupan pada 148.57. Nike Inc (NYSE: NKE) naik 3.43 persen, atau 2.13 poin ke penutupan pada 64.30; dan Coca-Cola Company (NYSE: KO) meningkat 1.35 persen, atau 0.61 poin ke 45.90 di akhir perdagangan.

Namun demikian, penurunan terbesar diderita oleh International Business Machines (NYSE: IBM), yang turun 1.81 persen atau 2.83 poin ke penutupan pada 153.91. Sementara itu, American Express Company (NYSE: AXP) tergelincir 1.60 persen, atau 1.59 poin ke 97.78; dan JPMorgan Chase & Co (NYSE: JPM) berkurang 1.25 persen, atau 1.34 poin ke penutupan pada 105.51.

 

Legislasi Pajak AS Mendekati Final

Anggota Kongres dari Partai Republik telah mencapai kesepakatan mengenai legislasi pajak final pada hari Rabu, melapangkan jalan bagi voting terakhir pada pekan depan bagi paket pengurangan pajak korporasi dari 35 persen ke 21 persen. Paket pengurangan pajak tersebut lebih tinggi satu persen dari proposal awal, tetapi masih terhitung dalam reduksi besar-besaran yang sudah lama diinginkan perusahaan-perusahaan AS.

Sejalan dengan finalisasi perombakan pajak terbesar dalam 30 tahun ini, para pengambil kebijakan gamang mengenai apakah akan memangkas pajak pendapatan untuk golongan kaya. Pada akhirnya, mereka mencapai konsensus untuk memotongnya dari 39.6 persen menjadi 37 persen, meski ada kritik dari partai Demokrat yang mengatakan rencana partai Republik memihak pada korporasi dan golongan kaya, sementara hanya menawarkan sedikit keringanan bagi kelas menengah.

Berdasarkan draft yang telah disusun, rencana yang disusun oleh partai Republik ini akan meningkatkan utang nasional sebanyak sekitar $1.5 triliun hingga $20 triliun dalam kurun waktu 10 tahun. Atas pertimbangan ini, partai Republik berupaya menyelesaikan rincian paket mereka tanpa meningkatkan estimasi dampak pada defisit dan utang federal.

Dalam sebuah acara yang diadakan oleh partai Demokrat, Pimpinan Ekonom Moody's Analytics, Mark Zandi, mengatakan bahwa Undang-Undang buatan Partai Republik tersebut, jika diimplementasikan, akan mengakibatkan suku bunga meningkat, sehingga manfaat dari tingkat pajak korporasi yang lebih rendah, akan sepenuhnya "terhapuskan". Karenanya, dampak jangka panjangnya bagi pasar saham masih belum diketahui, meski pasar nampak bagus dalam jangka pendek.

 

Suku Bunga Naik, Inflasi Masih Lamban

Para pejabat Federal Reserve sungguh-sungguh menaikkan suku bunga 25 basis poin lebih tinggi ke 1.50 persen, sesuai ekspektasi. ACY mencatat, mereka juga menaikkan forecast pertumbuhan ekonomi di tahun 2018, meski tak merubah proyeksi kenaikan suku bunga sebanyak tiga kali dalam tahun depan.

"Perubahan ini menggarisbawahi ekspektasi komite bahwa pasar tenaga kerja akan tetap kuat, dengan penciptaan lapangan kerja secara berkelanjutan, banyak peluang bagi tenaga kerja dan kenaikan gaji," demikian disampaikan Pimpinan Fed Janet Yellen pada reporter di Washington hari Rabu, setelah pengumuman keputusan kenaikan suku bunga. Dalam konferensi pers terakhirnya, Yellen menekankan bahwa penerusnya, Jerome Powell, telah menjadi bagian dalam konsensus untuk membentuk strategi kenaikan suku bunga Fed secara bertahap.

Inflasi Konsumen AS Inti (2.2 persen) melambat pada bulan November, dikekang oleh lemahnya biaya layanan kesejatan dan jatuhnya harga garmen dengan laju terbesar dalam nyaris dua dekade. Hal ini bisa berdampak pada laju kenaikan suku bunga Federal Reserve tahun depan.

Lambannya kenaikan Inflasi Konsumen Inti (Core CPI) membuat pertimbangan Fed mengenai laju pengetatan kebijakan moneter tahun depan menjadi lebih kompleks.

 

Outlook Teknikal US30

Dow Jones Industrial Average Index reli lima hari berturut-turut ke level tertinggi, yang cukup sulit untuk diprediksi kapan akan berbalik secara teknikal. Meski demikian, ACY berupaya menggunakan "Bulls" untuk memprediksi kapan waktunya melakukan Sell. Sebagaimana digambarkan di bawah, ada potensi sinyal reversal saat ini, dengan oscillator berbalik ke bawah dan nilainya pada bar yang dianalisa berada di atas 0.

 

Grafik US30 Daily

US30 Daily


ACY adalah broker asal Australia yang telah memiliki ijin dari Australian Securities and Investments Commission (ASIC) dan menyediakan berbagai macam instrumen trading seperti Forex, Indeks, Metal, dan Komoditas. ACY dikenal luas berkat program Edukasi, Loyalty, dan Promosi yang menarik.

ACY

Arsip Analisa By : Acy
281493

iklan

iklan

ACY adalah broker asal Australia yang telah memiliki ijin dari Australian Securities and Investments Commission (ASIC) dan menyediakan berbagai macam instrumen trading seperti Forex, Indeks, Metal, dan Komoditas. ACY dikenal luas berkat program Edukasi, Loyalty, dan Promosi yang menarik. Profil Selengkapnya


Kesulitan Akses Seputarforex?
Silahkan buka melalui https://bit.ly/seputarforex


Alternatifnya, lakukan solusi ini jika Anda mengakses lewat:
PC   |   Smartphone