Advertisement

iklan

IPO Distribusi Voucher Nusantara, Apakah Akan Jadi Diva Bagi Investor?

286060

Grup Kresna seolah tidak habis-habis menelurkan entitas anak baru yang menjajal pasar modal melalui aksi penawaran saham perdana (IPO). Sejak tahun lalu, PT Kresna Graha Investama Tbk memperkenalkan pada publik satu per satu anak usahanya yang tergolong perusahaan rintisan atau start up.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

PT Kresna Graha Investama Tbk pertama kali mengantarkan anak usahanya yang bergerak pada sektor distribusi digital yaitu PT M Cash Integrasi Tbk. untuk listing pada 1 November 2017 lalu. Tak berselang lama kemudian yaitu 12 Juli 2018, Kresna kembali meng-IPO satu entitas anaknya yaitu PT NFC Indonesia Tbk.

Pada November ini, Kresna berencana kembali mengantarkan satu anak usahanya IPO. Dialah PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk, atau yang disingkat dengan nama DIVA. DIVA merupakan platform digital yang mendistribusikan produk pembayaran seperti pulsa, tagihan, tiket, dan voucher FMCG (Fast Moving Consumer Goods).

IPO Distribusi Voucher Nusantara,

Saat ini, DIVA telah terhubung dengan 17,000 agen telekomunikasi yang dilengkapi dengan platform produk telko. DIVA juga telah menggenggam sedikitnya 900 agen travel untuk mendistribisikan voucher seperti hotel dan tiket pesawat.

Di masa yang akan datang, manajemen DIVA ingin menjajaki produk pembayaran lain seperti jasa transfer dan pengambilan uang, remitansi domestik, hingga pinjaman. Salah satu keunggulan bisnis ini yang dapat dicermati investor adalah biaya akuisisi  distributor yang terbilang rendah. Artinya, DIVA bisa dengan mudah memperluas cakupan sayapnya.

 

Rencana Pemanfaatan Dana IPO

Pada aksi IPO ini, perseroan akan melepas 214.285.700 saham baru dengan rentang harga penawaran Rp2,800-Rp3,750. Dengan harga tersebut, perseroan berpeluang mengantongi dana Rp599.99 miliar-Rp803.57 miliar. Berdasarkan prospektus yang dipublikasikan perseroan, dana hasil IPO akan digunakan dengan rincian 55% untuk modal kerja, 40% untuk investasi pada infrastruktur IT dan distribusi, sisanya 5% untuk investasi pada sumber daya manusia.

Hingga Mei 2018, penjualan DIVA tercatat sebesar Rp432.27 miliar atau turun 52.5% dari periode sama tahun sebelumnya. Namun, laba bersih perseroan pada periode tersebut tercatat sebesar Rp3.37 miliar, naik 125% (year-on-year). Kebijakan dividen DIVA adalah 20% dari laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk.

Investor yang berminat dapat langsung memesan pada tiga sekuritas yang menjadi underwriter, dengan batas penawaran akhir pada 9 November 2018. Tiga sekuritas bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek yaitu Kresna Securities, Trimegah Sekuritas Indonesia, dan Sinarmas Sekuritas.

Alasan lain bagi investor yang ingin mengincar DIVA adalah rekam jejak Grup Kresna yang dikenal menerapkan Good Corporate Governance (GCG) berstandar tinggi.

Arsip Analisa By : Alia Tarmizi

Penulis lepas bidang saham yang juga merupakan investor pasar modal. Selain itu, Alia merupakan pemerhati aksi korporasi emiten. Penulis sudah berkecimpung lebih dari 3 tahun dalam tulis-menulis sektor ekonomi dan update terhadap isu-isu nasional.