OctaFx

iklan

IPO Sentra Food Indonesia: Berharap Berkah Di Tahun Politik

286622

Sebagai pelaku di industri ritel dan makanan-minuman (mamin), Sentra Food Indonesia optimistis dengan kondisi ekonomi di tahun politik.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

IPO PT Sentra Food Indonesia Tbk, yang merupakan calon emiten industri makanan dan minuman (mamin), akan digelar dalam waktu dekat ini. Jika Anda merupakan penggemar makanan olahan daging dengan merek Kemfood, Villadorp Premium, Chami, Yangini, dan Chief’s, maka nama perusahaan ini tentu tak asing.

Sentra Food Indonesia memang dikenal sebagai perusahaan pemilik PT Kemang Food Industries (Kemfood). Nama Bob Sadino yang cukup populer di kalangan masyarakat Indonesia, merupakan sosok yang awalnya merintis Kemfood.

Dalam due diligence meeting, perseroan menyebut akan melepaskan 250 juta lembar saham atau 33.33% dari modal, setelah mencatatkan saham perdananya (IPO) di bursa domestik. Harga yang ditawarkan pun terbilang memiliki valuasi menarik, yakni pada kisaran Rp115-Rp150. Rentang harga penawaran tersebut mencerminkan price earning ratio (PER) sekitar 12 kali. Dengan IPO ini, perseroan akan menggunakan dana segar dari investor publik untuk meningkatkan kapasitas produksi.

IPO Sentra Food Indonesia

"Seluruh dananya akan digunakan untuk working capital," tutur Direktur Utama Sentra Food Indonesia, Gustus Sani Nugroho. Masa book-building telah dimulai dan akan berakhir pada 18 Desember. Penjamin pelaksana emisi efek atau underwriter perseroan adalah Jasa Utama Capital Sekuritas.

Pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), ditargetkan bisa diperoleh pada 27 Desember 2018. Setelah itu, masa penawaran umum akan dilakukan pada 2 Januari 2019, dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditargetkan bisa dilakukan pada 8 Januari 2019.

 

Pertumbuhan Laba

Dengan rentang harga penawaran pada kisaran Rp115-Rp150, maka perseroan berpeluang meraup dana segar sebesar Rp28.75 miliar-Rp37.5 miliar.

Saat ini, kapasitas produksi pabrik Sentra Food Indonesia yaitu 150 ton per bulan. Setelah IPO, perseroan membidik kapasitas pabrik naik menjadi 200 ton per bulan. Kenaikan produksi tersebut ditempuh untuk memenuhi permintaan pasar.

Dengan kenaikan kapasitas produksi itu, Sentra Food memprediksi pendapatan pada 2019 dapat mencapai Rp137 miliar, atau meningkat sekitar 8.7% dbandingkan pendapatan perseroan sepanjang tahun ini, yang diprediksi sebesar Rp126 miliar saja.

Terkait bottom line, perseroan membidik laba bersih pada 2019 dapat mencapai Rp3.7 miliar, atau naik signifikan 85% dibandingkan proyeksi laba 2018 yang hanya sebesar Rp2 miliar.

Pada tahun depan yang merupakan tahun politik, tingkat uang beredar di pasar lebih banyak sehingga berpotensi mengerek belanja masyarakat. Event Pemilu Presiden memang dikenal positif bagi mamin dan ritel, terlihat dari rekam jejak indeks emiten consumer goods yang selalu menanjak di tahun pilpres. Maka dari itu, tak heran bila peluang kedua industri tersebut untuk bisa tumbuh signifikan sangatlah menjanjikan.

Alasan berikutnya mengapa saham Sentra Food layak dikoleksi adalah PER-nya yang cenderung murah, yaitu sebesar 12 kali.

Arsip Analisa By : Alia Tarmizi

Penulis lepas bidang saham yang juga merupakan investor pasar modal. Selain itu, Alia merupakan pemerhati aksi korporasi emiten. Penulis sudah berkecimpung lebih dari 3 tahun dalam tulis-menulis sektor ekonomi dan update terhadap isu-isu nasional.