Advertisement

iklan

Jelang NFP, Indeks Dolar Tergerus Ke Level Terendah 9 Bulan

Greenback makin terpuruk terhadap rival-rivalnya, menyusul langkah pemangkasan suku bunga The Fed sebesar 50 basis poin.

Xm

iklan

Xm

iklan

Langkah The Fed memotong suku bunga acuan di luar jadwal rapat FOMC tampaknya menjadi sentimen negatif yang terus menekan Dolar AS. Ini terlihat dari pergerakan Indeks Dolar yang tergerus ke level terendah 9 bulan, menjelang rilis data NFP yang Jumat hari ini (06/Maret).

Pada skala jangka menengah atau grafik Weekly di bawah ini, level psikologis 100.00 sebetulnya tinggal beberapa langkah saja. Price action yang membentuk Bearish Engulfing kemudian menjadi indikasi aksi jual yang menggerus penguatan beberapa pekan sebelumnya. Aksi jual itu berlanjut pekan ini, dan di luar dugaan mampu menembus level terendah 9 minggu. Harga kemudian turun makin dalam ke level terendah 9 bulan.

DXY Weekly 2020-03-06

 

Pada grafik Daily, terlihat bahwa support minor trendline yang tergolong krusial dalam jangka pendek gagal bertahan. Di sisi lain, trend bearish Indeks Dolar saat ini dibayangi oleh kondisi oversold indikator RSI. Bouncing atau recovery adalah risiko yang tidak dapat diabaikan. Tapi jika mempertimbangkan Bearish Engulfing Weekly dan dampak atau risiko susulannya, barangkali akan sulit bagi Indeks Dolar untuk memutus pelemahan dalam jangka pendek hingga menengah. 

DXY Daily 2020-03-06

Indeks Dolar yang mewakili kinerja Dolar AS terhadap enam mata uang utama lainnya (EUR, JPY, GBP, CAD, SEK, CHF) sementara ini tercatat berada di kisaran 95.90, melemah 0.72 persen dari penutupan sebelumnya.

Arsip Analisa By : Buge Satrio
292246

Buge Satrio Lelono memiliki latar belakang pendidikan IT dan mengenal forex sejak tahun 2003 ketika platform Metatrader masih versi 3. Setelah berlatih di akun demo selama beberapa tahun dan mencoba berbagai teknik trading, Buge menekuni forex secara full-time sejak awal 2014. Kini aktif trading mengandalkan pengamatan Price Action, Ichimoku Kinko-hyo, Trading Plan, dan pengendalian risiko tak lebih dari 1 persen.