Jelang Penutupan Akhir Pekan: Dolar Cetak Level Terendah 6 Bulan

Indeks Dolar (DXY atau USDX) yang merepresentasi kekuatan Greenback terhadap 6 mata uang utama lainnya, anjlok mencetak fresh low yang menjadi level terendah dalam 6 bulan terakhir

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

Indeks Dolar (DXY atau USDX) yang merepresentasi kekuatan Greenback terhadap 6 mata uang utama lainnya, anjlok mencetak fresh low yang menjadi level terendah dalam 6 bulan terakhir, dibayangi kekhawatiran investor terhadap kisruh gejolak politik di Amerika Serikat yang membebani permintaan terhadap Dolar.

Berawal dari pemecatan Direktur FBI, James Comey, oleh Donald Trump. Kemudian disusul dengan adanya laporan bahwa Trump telah memberikan informasi intelijen kepada Rusia, dan berlanjut dengan pengakuan Comey yang mengatakan bahwa ia sedang menyelidiki hubungan antara mantan penasihat keamanan nasional AS dengan Rusia, sebelum dipecat oleh Trump.

Berita terbaru menyebutkan, bahwa Partai Republik AS mulai angkat bicara tentang kemungkinan untuk memakzulkan Trump.

USDX 20170519

Pada pukul 22:28 WIB malam ini, Indeks Dolar tercatat turun 0.65% di posisi 97.13, dan sementara ini masih belum menampakkan tanda-tanda koreksi pada time frame H1 dan H4, meskipun indikator RSI sudah berada dalam kondisi oversold pada time frame tersebut.

Masih dalam outlook bullish dalam jangka pendek/menengah, EUR/USD saat ini tercatat naik 0.81% di kisaran 1.1191 dan masih sedang berupaya menguji break di atas level 1.1200 setelah sukses menerobos 1.1170 (High 18 Mei) yang sekarang menjadi level support intraday. Resisten terdekat dalam skala Daily berlokasi di 1.1230 (High 2 Agustus 2016).

Tercatat naik 0.60% di kisaran 1.3018 pada saat ini, GBP/USD mungkin sedikit lebih menarik ketimbang EUR/USD, karena kemarin malam mendadak anjlok lebih 100 pips tanpa sebab yang jelas, namun kembali rebound dari 1.2888 dan bahkan mampu melewati 1.3000 meskipun sementara ini resisten 1.3046 (High 18 Mei) masih membatasi rebound tersebut.

Pada chart H1, GBP/USD masih berisiko bullish selama harga diperdagangkan di atas support intraday 1.2990/76, tapi juga membutuhkan break di atas 1.3046 untuk mengkonfirmasi minat buyers.

USD/JPY juga menarik untuk disimak, setelah hari Rabu (17 Mei) rontok 2% yang menjadi penurunan terburuk dalam 1 hari sejak 29 Juli 2016.

USD/JPY malah cenderung bergerak stabil dengan penurunan hanya 0.05% di kisaran level 111.42 untuk sementara ini, setelah bouncing dari 110.20 (Low 18 Mei).

Bergerak sideways di antara 111.70 dan 111.01, USD/JPY membutuhkan break atau penutupan harga di luar range tersebut yang diharapkan dapat menjadi petunjuk untuk mengkonfirmasi memperpanjang konsolidasi di atas 111.70 atau melanjutkan bearish di bawah 111.01.

 

Barangkali sekian dulu ulasan singkat catatan teknikal ini... selamat berakhir pekan!

Arsip Analisa By : Buge Satrio

Buge Satrio Lelono memiliki latar belakang pendidikan IT dan mengenal forex sejak tahun 2003 ketika platform Metatrader masih versi 3. Setelah berlatih di akun demo selama beberapa tahun dan mencoba berbagai teknik trading, Buge menekuni forex secara full-time sejak awal 2014. Kini aktif trading mengandalkan pengamatan Price Action, Ichimoku Kinko-hyo, Trading Plan, dan pengendalian risiko tak lebih dari 1 persen.

Pair Rate    
AUD/JPY 75.51 75.51 -30
AUD/USD 0.6981 0.6981 -24
EUR/CHF 1.0994 1.0994 6
EUR/USD 1.1143 1.1143 -8
GBP/JPY 134.47 134.47 -16
GBP/USD 1.2431 1.2431 -9
NZD/USD 0.6696 0.6696 -8
USD/CAD 1.3137 1.3137 1
USD/CHF 0.9866 0.9866 13
USD/JPY 108.17 108.17 -5
24 Jul 11:10