Jelang Rilis GDP AS Dan Laporan IMF, Emas Diperkirakan Masih Bullish

289323

Minggu lalu, harga emas melonjak akibat pernyataan Williams Fed, tapi kemudian terkoreksi oleh klarifikasi The Fed New York. Minggu ini, GDP AS dan laporan IMF akan menjadi katalis.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Analisa mingguan XAU/USD berikut ini dibuat berdasarkan harga penutupan pasar hingga akhir minggu lalu (19 Juli 2019), serta dimaksudkan sebagai acuan untuk trading jangka menengah dan panjang.

 

Tinjauan Fundamental

Akibat pernyataan presiden The Fed New York John Williams yang dovish, harga emas sempat melambung hingga USD1452.80 per troy ounce. Pada pertemuan tahunan Central Bank Research Association di New York, Williams yang juga salah satu anggota FOMC mengatakan bahwa bank sentral harus bergerak cepat guna mencegah kondisi yang semakin parah akibat semakin rendahnya inflasi. Pernyataan tersebut mengkonfirmasi kepastian pemotongan suku bunga bulan ini, dan menimbulkan spekulasi rate cut yang agresif.

Namun beberapa saat kemudian, pihak The Fed New York memberikan klarifikasi bahwa pernyataan Williams adalah untuk referensi jangka panjang berdasarkan riset, bukan untuk kebijakan yang mesti diterapkan segera.

Akibatnya, indeks USD yang sebelumnya anjlok berbalik menguat, dan harga emas mengalami koreksi sebelum ditutup pada level USD1425.33 per troy ounce. Secara keseluruhan, logam mulia menguat 0.77% dibandingkan harga penutupan minggu sebelumnya.

Minggu ini akan ada rilis data Advance GDP AS kuartal kedua 2019, dan laporan IMF mengenai update outlook pertumbuhan ekonomi global. Data awal GDP AS kuartal kedua diperkirakan tumbuh 1.8%, lebih rendah dari kuartal sebelumnya yang tumbuh 3.1%.

Jika hasil rilis di bawah ekspektasi, maka bisa dipastikan pergerakan harga emas akan berlanjut bullish. Tetapi jika yang terjadi sebaliknya, emas akan mengalami tekanan oleh surutnya kemungkinan agresivitas pemotongan suku bunga The Fed, menyusul data inflasi dan penjualan ritel AS bulan Juni yang di atas ekspektasi.

Dari survei yang dilakukan Kitco.com, mayoritas pemain Wall Street dan Main Street memperkirakan harga emas akan berlanjut bullish. Sekitar 67% pemain Wall Street memperkirakan bullish, 25% bearish, dan 11% sideways. Sementara 74% pemain Main Street memperkirakan bullish, 15% bearish, dan 11% sideways.

 

Tinjauan Teknikal

Jelang Rilis GDP AS Dan Laporan IMF,

 

Chart Daily:

Review analisa minggu lalu: setelah break garis resistance pola segitiga dan level double top (1437.60), secara teknikal harga emas masih cenderung bullish. Kecenderungan ini didukung oleh:

  1. Harga penutupan berada di atas garis resistance segitiga, yang memungkinkan untuk melanjutkan pergerakan bullish.
  2. Harga berada di atas kurva middle band indikator Bollinger Bands, dan titik indikator Parabolic SAR berada di bawah bar candlestick.
  3. Kurva indikator RSI masih berada di atas center line (level 50.0).
  4. Garis histogram indikator ADX berwarna hijau dan berada di atas level 25, menunjukkan sentimen bullish yang masih kuat.

Jika ingin konfirmasi, buy jika kurva indikator MACD telah berada di atas kurva sinyal (warna merah), dan garis histogram OSMA berada di atas level 0.00. Support kuat pada level 1410 hingga 1400, sedangkan Resistance pada 1447.50 (level 38.2% Fibo Expansion).

Level Pivot mingguan: 1426.03

Resistance: 1437.60; 1447.50 (level 38.2% Fibo Expansion); 1467.65 (50% Fibo Expansion); 1478.85; 1487.89 (61.8% Fibo Expansion); 1500.00; 1513.44 (76.4% Fibo Expansion); 1554.22 (100% Fibo Expansion).

Support: 1422.04 (23.6% Fibo Expansion); 1410.00; 1400.00; 1383.00; 1373.00; 1358.00; 1348.00; 1332.44; 1319.75; 1309.00; 1297.00; 1285.15; 1275.00; 1266.16; 1253.28; 1242.50; 1231.15; 1218.45; 1211.80; 1204.02.

Indikator: Simple Moving Average (SMA) 200, EMA 21; Bollinger Bands (20,2); MACD (12,26,9); OSMA; RSI (14); ADX (14).

Fibonacci Expansion:

  • Titik 1: 1266.16 (harga terendah 2 Mei 2019).
  • Titik 2: 1439.09 (harga tertinggi 25 Juni 2019).
  • Titik 3: 1381.56 (harga terendah 1 Juli 2019).
Arsip Analisa By : Martin

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.