iklan

Katalis Emas Minggu Ini: Inflasi AS Dan Kepastian Stimulus

Minggu lalu, harga emas ditutup melemah akibat penguatan USD dan belum cairnya stimulus fiskal AS. Minggu ini, data inflasi AS dan kabar stimulus akan menjadi katalis.

iklan

iklan

Analisa mingguan XAU/USD berikut ini dibuat berdasarkan harga penutupan tanggal 5 Februari 2021, serta dimaksudkan sebagai acuan untuk trading jangka menengah dan panjang.

 

Tinjauan Fundamental

Minggu lalu, harga emas kembali mengalami depresiasi dan turun hingga di bawah USD1800 per troy ounce. Harga penutupan emas tercatat di 1811.85, melemah 1.9% dibandingkan minggu sebelumnya. Merosotnya harga logam mulia tidak lepas dari penguatan US Dollar sepanjang pekan lalu. Prospek perekonomian AS yang lebih baik setelah vaksinasi mulai diantisipasi oleh pelaku pasar, sehingga memicu sentimen risk on yang menyebabkan pasar saham rebound.

Selain itu, pelaku pasar masih menunggu kepastian cairnya stimulus fiskal. Pekan lalu telah disepakati resolusi anggaran oleh House of Representative yang akan diserahkan ke Senat. Dengan resolusi tersebut, pemerintah AS bisa mencairkan stimulus tanpa perlu persetujuan dari Partai Republik. Sebagai informasi, saat ini House of Representative dan Senat AS telah dikuasai oleh Partai Demokrat.

Data dan peristiwa penting dari AS minggu ini adalah inflasi bulan Januari dan pidato ketua The Fed Jerome Powell. Survei dari Kitco.com menunjukkan sekitar 64% pemain Wall Street memperkirakan harga emas bullish, 29% bearish, dan hanya 7% yang memperkirakan netral atau sideways. Sementara itu, 48% pemain Main Street memperkirakan bullish, 31% bearish, dan 21% netral.

 

Tinjauan Teknikal

Chart Daily

Katalis Emas Minggu Ini: Inflasi AS Dan
Harga masih bergerak dalam channel downtrend. Terbentuk inside bar yang menunjukkan keadaan konsolidasi. Dari penunjukan indikator trend berikut, pergerakan harga masih cenderung bearish:

  1. Harga berada di bawah kurva SMA 200-day dan dekat kurva lower band indikator Bollinger Bands.
  2. Titik indikator Parabolic SAR berada di atas bar candlestick.
  3. Kurva indikator MACD berada di bawah kurva sinyal (warna merah), dan garis histogram OSMA berada di bawah level 0.00
  4. Garis histogram indikator ADX berwarna merah yang menunjukkan sentimen bearish.
  5. Harga penutupan terakhir berada di bawah level pivot mingguan (weekly pivot).

Support kuat berada pada level 1762.46 (sekitar 50% Fibo Retracement), sedangkan resistance kuat pada kurva SMA 200-day.

Level pivot mingguan: 1822.84

Resistance: 1816.84 ; 1836.10 (38.2% Fibo Retracement) ; 1855.00 ; 1874.50 ; 1900.00 ; 1927.68 (23.6% Fibo Retracement) ; 1950.00 ; 1974.00 ; 1992.50 ; 2015.67 ; 2049.00 ; 2075.19.

Support: 1784.96 ; 1762.46 (50% Fibo Retracement) ; 1721.00 ; 1688.59 (61.8% Fibo Retracement) ; 1670.60 ; 1640.00 ; 1621.30 ; 1598.17 (76.4% Fibo Retracement) ; 1566.50.

Indikator: Simple Moving Average (SMA) 200, EMA 55 ; Bollinger Bands (20,2) ; Parabolic SAR (0.02, 0.2) ; MACD (12,26,9) ; OSMA ; ADX (14).

Fibonacci Retracement:

  • Titik Swing Low: 1451.08 (harga terendah 16 Maret 2020).
  • Titik Swing High: 2075.19 (harga tertinggi 7 Agustus 2020).

Download Seputarforex App

Arsip Analisa By : Martin
295126

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.


Kesulitan Akses Seputarforex?
Silahkan buka melalui https://bit.ly/seputarforex


Alternatifnya, lakukan solusi ini jika Anda mengakses lewat:
PC   |   Smartphone