Kelanjutan Harga Emas Menunggu Retail Sales AS Dan Pidato Powell Lagi

289231

Minggu lalu, harga emas menguat akibat testimoni ketua The Fed yang dianggap dovish. Minggu ini, data Retail Sales AS dan pidato ketua The Fed akan menjadi katalis.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Analisa mingguan XAU/USD berikut ini dibuat berdasarkan harga penutupan pasar hingga akhir minggu lalu (12 Juli 2019), serta dimaksudkan sebagai acuan untuk trading jangka menengah dan panjang.

 

Tinjauan Fundamental

Meski emas sempat anjlok hingga USD1385.50 per troy ounce minggu lalu, tetapi harga berhasil rebound dan ditutup pada USD1414.51 per troy ounce, atau menguat 1.14% dibandingkan harga penutupan minggu sebelumnya. Kembalinya harga emas ke level di atas USD1400 terutama disebabkan oleh pernyataan ketua The Fed Jerome Powell dalam testimoninya di hadapan kongres, yang mengisyaratkan pemangkasan suku bunga pada bulan ini.

Sikap The Fed dianggap dovish dengan pernyataan ketidakpastian outlook perekonomian AS, lemahnya investasi sektor swasta, inflasi yang masih di bawah target, dan tensi perang dagang yang semakin meningkat. Meski demikian, harga emas sempat mengalami koreksi pasca rilis data inflasi AS, yang pada bulan Juni berada di atas ekspektasi, baik m/m maupun y/y. Hal ini menguatkan perkiraan rate cut untuk bulan ini tidak akan mencapai 0.5%, tetapi hanya 0.25%.

Satu lagi indikator penting sebelum FOMC meeting yang akan dirilis minggu ini adalah, data penjualan ritel untuk bulan Juni. Diperkirakan, penjualan ritel m/m akan turun ke +0.2% dibandingkan bulan sebelumnya yang +0.5%. Selain itu, Jerome Powell akan berpidato mengenai kebijakan moneter pada pertemuan G7 di Prancis. Secara fundamental, prospek rate cut sebesar 0.25% bulan ini telah diperhitungkan pasar.

Dari survei yang dilakukan Kitco.com, mayoritas pemain Wall Street memperkirakan harga emas akan sideways, sementara mayoritas pemain Main Street memperkirakan bullish. Sekitar 31% pemain Wall Street memperkirakan bullish, 25% bearish, dan 44% sideways. Sementara 67% pemain Main Street memperkirakan bullish, 18% bearish, dan 14% sideways.

 

Tinjauan Teknikal

Kelanjutan Harga Emas Menunggu Retail

 

Chart Daily:

Harga emas membentuk pola segitiga, yang ditandai dengan terjadinya level-level lower high dan higher low. Pada pola segitiga akan terjadi breakout, setelah konsolidasi antara seller dan buyer mencapai titik harga tertentu. Dalam hal ini, kemungkinan arah break ada pada garis resistance segitiga, yang berarti akan meneruskan pergerakan bullish (trend continuation). Keadaan ini didukung oleh indikator trend maupun momentum:

  1. Harga masih berada di atas kurva support EMA 21 dan di atas kurva middle band indikator Bollinger Bands.

  2. Kurva indikator RSI masih berada di atas center line (level 50.0).

  3. Garis histogram indikator ADX berwarna hijau dan berada di atas level 25, menunjukkan sentimen bullish yang masih kuat.

Jika ingin konfirmasi, buy jika kurva indikator MACD telah berada di atas kurva sinyal (warna merah), dan garis histogram OSMA berada di atas level 0.00.

Resistance kuat ada pada level double top (1437.60), dan support kuat pada level 1398 (23.6% Fibo Retracement). Dari Price Action, kemungkinan penerusan arah trend akan terjadi jika harga break level double top.

Level Pivot mingguan : 1409.05

Resistance: 1424.00; 1437.60; 1450.00; 1478.85; 1494.83; 1500.00; 1522.49.

Support: 1398.28 (level 23.6% Fibo Retracement); 1383.00; 1373.03 (38.2% Fibo Retracement); 1352.63 (50% Fibo Retracement); 1332.22 (61.8% Fibo Retracement); 1319.75; 1306.97 (76.4% Fibo Retracement); 1297.00; 1285.15; 1275.00; 1266.16; 1253.28; 1242.50; 1231.15; 1218.45; 1211.80; 1204.02; 1196.18; 1185.00; 1171.80; 1160.05; 1146.00; 1136.60; 1122.63 ; 1113.40; 1097.33; 1076.98.

Indikator: Simple Moving Average (SMA) 200, EMA 21; Bollinger Bands (20,2); MACD (12,26,9); OSMA; RSI (14); ADX (14).

Fibonacci Retracement:

  • Titik Swing Low: 1266.16 (harga terendah 2 Mei 2019).
  • Titik Swing High: 1439.09 (harga tertinggi 25 Juni 2019).
Arsip Analisa By : Martin

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.