Advertisement

iklan

Kinerja Memuaskan, KRAS Dinilai Belum Stabil

Setelah delapan tahun merugi, Krakatau Steel (Persero) berhasil meraih laba bersih sebesar USD74.1 juta pada kuartal I tahun 2020. Inikah momen emiten ini berlari kencang?

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Hampir 10 tahun KRAS mencatatkan namanya di bursa efek Indonesia (BEI). Setelah go public dengan harga perdana 850/saham, harga KRAS 10 tahun kemudian justru jauh dari harapan banyak investor. Per 29 Mei, harga emiten baja nasional ini berada di level 192/saham. Investor pun jauh dari harapan untuk menggenggam manfaat dari dividen KRAS.

 

Tinjauan Finansial

Secara top line, KRAS mencatat penurunan penjualan secara year-on-year (YoY) di kuartal I tahun ini sebesar -25.6%. Penulis melihat hal ini masih cukup positif di tengah melemahnya aktivitas bisnis pada tiga bulan awal tahun 2020. Namun yang menjadi pembeda ialah, KRAS mampu menekan biaya produksi hampir -50%, dengan efisiensi bahan baku serta biaya pabrikasi. Penulis juga melihat penurunan di pos umum dan administrasi cukup besar, yakni -41%. Hal ini telah membuat perusahaan berhasil meningkatkan margin operasional.

Satu pos yang dianggap cukup penting dalam menopang kinerja KRAS membuat laba setelah 8 tahun ialah adanya penjualan atas persediaan. Ini dinilai sebagai one-time item yang tidak akan dapat diperhitungkan untuk aktivitas operasional bisnis secara berkelanjutan.

Laporan Keuangan KRAS Di Kuartal-ISumber: Laporan Keuangan Krakatau Steel

 

Margin KRAS
Margin KRASSumber: RTI

 

Margin industri baja ditentukan oleh beberapa faktor seperti pelemahan nilai tukar rupiah yang mendorong kenaikan biaya bahan baku dan energi. Kontribusi dari keduanya adalah sebesar 70% dari total biaya produksi. Rencana pemerintah dalam menurunkan harga gas untuk industri harus disambut baik jika benar-benar direalisasikan, karena akan berdampak positif bagi perseroan. Harga gas alam untuk indiustri di Indonesia sendiri masih cukup mahal, yakni USD7-USD9.3 per mmbtu jika dibandingkan dengan negara tetangga yang hanya USD4-USD5 per mmbtu.

Secara spesifik, penjualan KRAS terbagi dalam tiga jenis produk yang dapat dilihat pada gambar di bawah ini:

Kinerja Memuaskan KRAS Di Kuartal-I

 

Tantangan Industri Baja Nasional

  1. Utang Krakatau Steel yang masih terlampau sangat tinggi, dengan Debt to Equity Ratio 1.271%.
  2. Baja Impor tak bayar bea masuk.
  3. Produk baja China leluasa masuk ke Indonesia.
  4. Kuota importasi untuk kategori baja karbon maupun baja paduan lainnya dari Surat Persetujuan Impor (SPI), yang diterbitkan sebelum diberlakukannya Permendag No.110/2018.

 

Analisa Teknikal

Kinerja Memuaskan KRAS Di Kuartal-I

Secara minor, terlihat adanya perubahan trend dari bearish menjadi bullish. Hal ini sudah terkonfirmasi dengan terbentuknya higher high support. Selain itu, RSI ikut mengarahkan konfirmasi harga dengan bullish divergence. Dengan penguatan kali ini, harga perlahan mulai kembali mendekati rata-rata harga di bulan Maret lalu. Sementara itu, MACD memperlihatkan level di atas 0 dan kurvanya berhasil bertahan di atas garis sinyal. Target terjauh dari trend kenaikan saat ini mengarah ke level 260.

 

Kesimpulan

Bagi Anda yang mengharapkan kenaikan harga saham KRAS bisa berlangsung secara berkelanjutan, maka sebaiknya jangan terlalu optimis. Berdasarkan tinjauan di atas, masih banyak hal-hal penting yang menjadi bahan perbaikan internal KRAS untuk dapat menjawab tantangan tersebut, mulai dari masih tingginya beban utang serta kurangnya dukungan pemerintah secara kebijakan untuk industri baja nasional.

Penulis menilai momentum kenaikan harga saham KRAS masih bisa berlangsung. Namun, investor dianjurkan untuk tetap disiplin pada keputusan investasi terkait target profit dan level Cut Loss di saham KRAS.

 


DISCLAIMER: segala risiko investasi merupakan tanggung jawab investor. Penulis tidak bertanggung jawab akan segala risiko kerugian yang dialami oleh investor, dan harap diingat ini bukan sebagai anjuran untuk membeli saham KRAS.

Download Seputarforex App

Arsip Analisa By : Aditya Putra
293002

Aditya Putra telah aktif di dunia saham selama lebih dari 6 tahun dan hingga saat ini masih menjadi seorang Equity Analyst di perusahaan sekuritas. Aditya menyukai Value Investing, selalu berhasrat menemukan 'Hidden Gems' di saham-saham Small Caps Indonesia, dan terus mengamati saham-saham yang 'salah harga'. 


Kesulitan Akses Seputarforex?

Lakukan solusi ini jika Anda mengakses lewat:
PC   |   Smartphone