Advertisement

iklan

AUD/USD bullish menguji garis SMA 200, NFP AS masih ditunggu, 11 jam lalu, #Forex Teknikal   |   IHSG dibuka menghijau pada level 7,144 pada perdagangan hari ini. Hingga akhir sesi I, penguatannya meningkat ke 7,165.54, 12 jam lalu, #Saham Indonesia   |   Michelle Gass akan gantikan Chip Bergh sebagai CEO Levi Strauss & Co. pada 29 Januari 2024 mendatang, 12 jam lalu, #Saham AS   |   Blackstone Inc. (NYSE: BX) gandeng Digital Realty (NYSE: DLR) untuk bangun empat pusat data hyperscale baru, 12 jam lalu, #Saham AS   |   Posisi PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) sebagai emiten terbesar BEI tersalip oleh PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) yang berhasil catat kapitalisasi pasar sampai Rp1,083 triliun, 12 jam lalu, #Saham Indonesia   |   Yen Jepang tetap kuat di tengah harapan Pivot BoJ, meski angka PDB lebih lemah, 13 jam lalu, #Forex Fundamental   |   GBP/USD bertahan di bawah level 1.2600 jelang Data NFP AS, 13 jam lalu, #Forex Teknikal   |   NZD/USD kehilangan momentum di bawah level 0.6170, mata tertuju pada Data NFP AS, 13 jam lalu, #Forex Teknikal
Selengkapnya

KLBF Dkk Berpeluang Bullish Di Awal Pekan Maret

Penulis

Tekanan market dari sisi eksternal masih sangat kuat. Meski demikian, masih ada peluang saham-saham ini bisa outperformed selama sepekan ke depan jika ditelisik secara teknikal.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

1. GTS Internasional (GTSI)

Perseroan memproyeksikan ekspansi proyek Floating Storage & Regasification Unit (FSRU) permanen di Amurang, Sulawesi Utara, rampung pada pertengahan tahun 2023.

GTSI Awal Maret 2022

Secara teknikal, pergerakan saham GTSI mulai memperlihatkan channel uptrend dalam weekly chart. Setelah turun banyak dari level 93, harga kini ada di level 67. Potensi untuk naik tetap terbuka dengan level resis selanjutnya di 72 jika harga melampaui 69 dengan volume. Batasi risiko jika harga saham turun di bawah level 60. Support saat ini ada di 63.

 

2. Kalbe Farma (KLBF)

Kalbe memasarkan Movfor (Molnupiravir) atau obat antivirus terbaru yang digunakan dalam terapi COVID-19 dengan menggandeng PT Amarox Global Pharma; anak perusahaan Hetero suatu perusahan farmasi generik terkemuka di India.

KLBF Awal Maret 2022

KLBF dalam weekly chart terakhir membentuk candle hammer. Higher high support terbentuk sejak bulan Agustus lalu, sementara volume weekly terlihat sedikit meningkat. Dengan RSI condong mengarah ke level uptrend, target resis selanjutnya ada di 1670 dan 1730. Sementara itu, support terpaut di 1520 dan 1450.

 

3. Samudera Indonesia (SMDR)

SMDR menargetkan pendapatan tahun ini bisa menembus angka US$700 juta. Optimisme tersebut berangkat dari pencapaian pendapatan di 2021 yang melebihi target perusahaan.

SMDR Awal Maret 2022
Masih dalam uptrend channel yang kuat, bullish candle terlihat dalam 3 pekan terakhir. Lalu bagaimana dengan pergerakan volume saham SMDR? Rupanya cukup kuat dan ditandai oleh kenaikan yang melebihi rata-rata volume mingguan. Time frame bulanan strong buy, dengan target resis di 1340 dan 1450, sementara support di 1155 dan 990.

 

4. Bank CIMB Niaga (BNGA)

Laba BNGA melesat 104 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dari Rp2.01 triliun pada Desember 2020 menjadi Rp4.09 triliun pada Desember 2021.

BNGA Awal Maret 2022

MACD membentuk Golden Cross di weekly chart, sementara time frame bulanan menunjukkan bias strong buy. Volume dalam tiga pekan terakhir meningkat secara absolut. Dengan demikian, BNGA berpotensi break level sideways channel jika melampaui resis 1070 dan berpeluang menuju 1160 dan 1220 secara mid-term. Support ada di 1000 dan 975, dengan rekomendasi Cut Loss jika harga di bawah 950.

 

5. Astra Internasional (ASII)

Insentif pajak barang mewah yang diberikan pemerintah untuk industri otomotif berhasil mengerek kinerja ASII. Sepanjang tahun 2021, ASII membukukan pendapatan bersih Rp233.48 triliun, tumbuh 33% dari 2020 yang hanya sebesar Rp175.05 triliun.

ASII Awal Maret 2022
ASII berpeluang melampaui MA 200 (5800) dengan MACD berupaya membentuk Golden Cross. Sudah terlihat rebound dari support 5350, dengan uptrend terbentuk sejak bulan Mei 2020. Target resis di 5775 dan 5850 (mid term), sedangkan support pada 5550 dan 5400. Cut Loss apabila harga bergerak di bawah 5100.

 


Disclaimer: Semua informasi dan data yang dipakai dalam analisa ini bukanlah merupakan anjuran/rekomendasi untuk membeli/menjual di pasar modal. Setiap keputusan investasi dan trading haruslah merupakan keputusan individu, sehingga tanggung jawabnya ada pada masing-masing individu yang membuat keputusan tersebut.

Download Seputarforex App

Arsip Analisa By : Aditya Putra
297372
Penulis

Aditya Putra telah aktif di dunia saham selama lebih dari 6 tahun dan hingga saat ini masih menjadi seorang Equity Analyst di perusahaan sekuritas. Aditya menyukai Value Investing, selalu berhasrat menemukan Hidden Gems di saham-saham Small Caps Indonesia, dan terus mengamati saham-saham yang salah harga.