Advertisement

iklan

Laju Penguatan Rupiah Tak Terbendung, Incar Level 14500

Minggu lalu, Rupiah menguat akibat masuknya modal asing, isu akan dibukanya lockdown di AS, dan optimisme akan hasil uji coba obat Corona. Minggu ini, GDP dan cadangan devisa RI akan menjadi katalis.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Analisa mingguan USD/IDR berikut ini dibuat berdasarkan harga penutupan tanggal 30 April 2020, serta dimaksudkan sebagai acuan untuk trading jangka menengah dan panjang.

 

Tinjauan Fundamental

Menjelang libur nasional 1 Mei yang bersamaan dengan akhir pekan, penguatan Rupiah menjadi tidak terbendung. Sementara Bank Indonesia (BI) dan analis memperkirakan Rupiah akan berada di sekitar level 15000 per USD pada akhir tahun ini, minggu lalu mata uang Garuda ditutup pada level 14875. Harga penutupan ini menguat 3.4% dibandingkan minggu sebelumnya, dan kembalimenjadikan Rupiah sebagai mata uang dengan kinerja terbaik di Asia. Bahkan sepanjang bulan April, Rupiah telah menguat lebih dari 9%.

Penguatan Rupiah selama empat minggu berturut-turut tak lepas dari kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia. Hal ini ditunjukkan oleh masuknya modal asing yang juga mendongkrak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhir pekan lalu hingga mengalami apresiasi lebih dari 3% ke level 4716.

Sentimen positif dari luar negeri yang mendukung penguatan Rupiah adalah isu akan dibukanya lockdown di beberapa negara bagian AS dan Eropa, serta optimisme terhadap hasil uji coba obat antivirus oleh Gilead Sciences terhadap pasien yang terinfeksi virus Corona. Harapan akan pulihnya aktivitas ekonomi menyebabkan investor kembali masuk ke asset berisiko termasuk mata uang negara berkembang.

Beberapa data ekonomi penting akan dirilis minggu ini, baik dari dalam negeri maupun dari AS. Pelaku pasar akan lebih menyoroti data dari dalam negeri, yaitu GDP kuartal pertama tahun ini dan cadangan devisa bulan April. GDP kuartal pertama diperkirakan masih akan tumbuh di atas 4%, sementara cadangan devisa April diprediksi bertambah menjadi USD131.1 miliar. Secara teknikal, Rupiah masih cenderung menguat dengan support kuat pada level 14500 per USD.

 

Jadwal Rilis Data Fundamental

Senin, 4 Mei 2020:

  • Jam 11:00 WIB: CPI total Indonesia bulan April 2020 y/y: bulan sebelumnya: +2.96%. Perkiraan: +2.77%.
  • CPI total Indonesia bulan April 2020 m/m: bulan sebelumnya: +0.10%. Perkiraan: +0.17%.
  • CPI inti Indonesia bulan April 2020 y/y : bulan sebelumnya: +2.87%. Perkiraan: +2.90%.

Laju Penguatan Rupiah Tak Terbendung,

 

 Selasa, 5 Mei 2020:

  • Jam 11:00 WIB: Gross Domestic Product (GDP) Indonesia kuartal pertama tahun 2020 quarter per year (q/y): kuartal sebelumnya: +4.97% (terendah sejak kuartal keempat 2016). Perkiraan: +4.04%.
  • GDP Indonesia kuartal pertama tahun 2020 quarter per quarter (q/q): kuartal sebelumnya: -1.74%. Perkiraan: -1.27%.

Laju Penguatan Rupiah Tak Terbendung,

 

Kamis, 7 Mei 2020:

  • Jam 10:00 WIB: Cadangan devisa (Cadev) Indonesia bulan April 2020 month over month (m/m): bulan sebelumnya: USD121.0 miliar (terendah sejak Mei 2019). Perkiraan: USD131.1 miliar.

Laju Penguatan Rupiah Tak Terbendung,
Data berdampak dari AS minggu ini
: Non Farm Payrolls, tingkat pengangguran, Jobless Claims, ADP Non Farm, ISM Non Manufacturing.

 

Tinjauan Teknikal

Laju Penguatan Rupiah Tak Terbendung,

Chart Daily:

Pergerakan USD/IDR masih cenderung bearish (Rupiah masih cenderung menguat), menyusul terbentuknya gap turun yang diikuti oleh long bearish candle. Kondisi ini didukung oleh penunjukan indikator trend sebagai berikut:

  1. Harga berada dekat kurva lower band indikator Bollinger Bands, sementara titik indikator Parabolic SAR masih berada di atas bar candlestick.
  2. Kurva indikator MACD berada di bawah kurva sinyal (warna merah), dan garis histogram OSMA berada di bawah level 0.00.
  3. Garis histogram indikator ADX berwarna merah dan berada di atas level 25, menunjukkan sentimen bearish yang masih kuat.
  4. Penutupan harga terakhir berada di bawah level Pivot mingguan.

Resistance kuat ada pada kurva EMA 55 hingga level 15300, dan support kuat pada level 14500.

Level Pivot mingguan: 15080.00

Resistance: 15106.25 (50% Fibo Retracement) ; 15300.00 ; 15467.32 (38.2% Fibo Retracement) ; 15640.00 ; 15785.00 ; 15916.07 (23.6% Fibo Retracement) ; 16060.00 ; 16325.00 ; 16640.00 ; 16840.00 ; 17000.00 ; 17160.

Support: 14744.29 (61.8% Fibo Retracement) ; 14500.00 ; 14296.43 (76.4% Fibo Retracement) ; 14000.00 ; 13770.00 ; 13572.50.

Indikator: Simple Moving Average (SMA) 200 dan EMA 55 ; Bollinger Bands (20,2) ; Parabolic SAR (0.02, 0.2) ; MACD (12,26,9) ; OSMA ; ADX (14).

Fibonacci Retracement:

  • Titik Swing Low: 13572.50 (harga terendah 24 Januari 2020).
  • Titik Swing High: 16640.00 (harga tertinggi 23 Maret 2020).
Arsip Analisa By : Martin
292836

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.

Perlu tukar mata uang ?

Konversi valas ke rupiah atau sebaliknya ?
bisa lebih mudah dengan kalkulator kurs. Temukan disini.


Kesulitan Akses Seputarforex?

Lakukan solusi ini jika Anda mengakses lewat:
PC   |   Smartphone