Advertisement

iklan

Lesu di Bulan Desember 2019, Indeks Dolar Rentan Turun Lebih Lanjut

Menyusut 1 persen lebih di bulan Desember 2019, Indeks Dolar berpotensi melemah lagi setelah keluar dari lintasan Rising Wedge dalam skala Weekly.

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

Tahun 2020 hanya tinggal menghitung hari. Indeks Dolar yang mewakili kinerja Dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama lainnya (EUR, JPY, GBP, CAD, SEK, CHF), sejauh ini telah menyusut lebih dari 1 persen pada bulan Desember 2019. Padahal, level psikologis 100.00 hanya tinggal beberapa langkah saja saat indeks sempat menanjak ke level 99.67 pada akhir September lalu. Berdasarkan data Bloomberg, Indeks Dolar masih menyisakan penguatan sebanyak 0.70 persen di sepanjang tahun 2019.

Faktor terpenting yang mengurangi permintaan terhadap Greenback sekaligus mendorong minat terhadap aset berisiko, adalah meningkatnya optimisme terhadap pembicaraan dagang AS-China. Pasar berharap, meredanya konflik dagang AS-China yang berlangsung sejak awal 2018 akan mampu memupus lesunya pertumbuhan ekonomi global.

Secara teknikal, bias atau outlook dalam jangka menengah hingga jangka panjang masih positif selama indeks bergerak di atas area 96.00. Namun, indeks juga rentan bearish setelah keluar dari lintasan Rising Wedge. Chart pattern ini umumnya mengindikasikan pelemahan lebih lanjut. Situasi tersebut juga didukung indikator RSI yang sekarang bergeser ke teritori negatif.

Jika kita mencari titik keseimbangan atau 50 persen fibo retracement, maka level tersebut berada tak jauh di kisaran 94.00. Ini adalah level yang kemungkinan besar terjangkau atau tersentuh, apabila support 96.00 tak mampu menahan tekanan bearish.

DXY 20191230

Harap dicatat bahwa chart di atas berskala Weekly, atau menunjukkan outlook jangka menengah hingga jangka panjang. Selain data-data ekonomi penting berdampak tinggi, jangan lupa bahwa tahun 2020 adalah tahun politik AS, karena terdapat pemilu presiden yang menentukan apakah Donald Trump masih akan berkuasa satu periode lagi atau tidak. Indeks Dolar kemungkinan akan berfluktuasi cukup kencang selama kontestasi politik itu. Dan tentu saja, ini akan menjadi sangat menarik untuk diikuti.

Arsip Analisa By : Buge Satrio

Buge Satrio Lelono memiliki latar belakang pendidikan IT dan mengenal forex sejak tahun 2003 ketika platform Metatrader masih versi 3. Setelah berlatih di akun demo selama beberapa tahun dan mencoba berbagai teknik trading, Buge menekuni forex secara full-time sejak awal 2014. Kini aktif trading mengandalkan pengamatan Price Action, Ichimoku Kinko-hyo, Trading Plan, dan pengendalian risiko tak lebih dari 1 persen.