Advertisement

Rekap 16-20 April 2018: Krisis Suriah, Retail AS, BoC Meeting, CPI Inggris

  By: Martin   View: 889
Analisa Forex Fundamental Mingguan

Notulen meeting FOMC bulan Maret dianggap hawkish, tetapi minggu lalu USD masih melemah versus mata uang utama EUR, GBP, dan mata uang komoditi AUD, CAD, serta NZD. Sementara itu, Greenback menguat versus mata uang safe haven JPY dan CHF selama 3 minggu berturut-turut, terutama setelah meredanya isu perang dagang AS-China. Penguatan EUR didukung oleh komentar Mario Draghi dan Nowotny mengenai dampak perang dagang terhadap ekonomi di Eurozone. Di sisi lain, GBP menguat akibat komentar pejabat BoE mengenai kenaikan suku bunga.


Rekap 16-20 April 2018: Retail AS, BoC

 

 

Ancaman AS untuk menyerang Suriah menyebabkan harga minyak naik tajam minggu lalu, yang berujung pada penguatan mata uang komoditi. Hingga Jumat akhir pekan lalu, isu Suriah mereda, tetapi Sabtu dini hari kemarin (14 April 2018) AS dan sekutunya (Inggris dan Perancis) benar-benar melancarkan serangan ke Suriah, sehingga diperkirakan awal minggu ini USD akan cenderung melemah.

Minggu ini, data penting dari AS hanya penjualan retail dan perumahan, di samping pidato beberapa pejabat The Fed yang juga anggota FOMC. Retail Sales diperkirakan kembali positif setelah dua bulan mengalami penurunan. Pasar akan lebih fokus pada perkembangan konflik geopolitik, terutama setelah terjadinya serangan AS dan sekutunya ke Suriah.

BoC juga akan mengadakan meeting minggu ini. Diperkirakan suku bunga Kanada masih akan dipertahankan +1.25%. Fokus utama ada pada konperensi pers Stephen Poloz dan kemungkinan revisi proyeksi ekonomi, sehubungan dengan NAFTA yang terancam bubar.

Data penting lainnya adalah inflasi Inggris, GDP China, tenaga kerja Australia, notulen RBA, CPI Kanada, Selandia Baru, dan Jepang, Retail Sales Inggris, indeks ZEW Jerman dan Eurozone, tenaga kerja Inggris, serta Jobless Claims AS.

 

Senin, 16 April 2018:

  • Jam 14:15 WIB: data Producer Price Index (PPI) Swiss bulan Maret 2018.
  • Jam 19:30 WIB: data Retail Sales AS bulan Maret 2018.
  • Jam 19:30 WIB: indeks Empire State Manufacturing AS bulan April 2018.


Selasa, 17 April 2018:

  • Jam 00:15 WIB: pidato anggota FOMC Raphael Bostic.
  • Jam 08:30 WIB: notulen meeting RBA tanggal 3 April 2018.
  • Jam 09:00 WIB: data Gross Domestic Product (GDP) China kuartal pertama tahun 2018.
  • Jam 09:00 WIB: data Industrial Production China bulan Maret 2018.
  • Jam 15:30 WIB: indeks upah rata-rata di Inggris bulan Februari 2018 (3m/y).
  • Jam 15:30 WIB: data Jobless Claims Inggris bulan Maret 2018.
  • Jam 15:30 WIB: data tingkat pengangguran di Inggris bulan Februari 2018.
  • Jam 16:00 WIB: indeks ZEW Economic Sentiment Jerman dan kawasan Euro bulan April 2018.
  • Jam 19:30 WIB: data Building Permits dan Housing Starts di AS bulan Maret 2018.
  • Jam 19:30 WIB: data Manufacturing Sales Kanada bulan Februari 2018.
  • Jam 20:15 WIB: data Industrial Production AS bulan Maret 2018.
  • Jam 20:15 WIB: pidato anggota FOMC John Williams.
  • Jam 21:00 WIB: pidato anggota FOMC Randal Quarles.
  • Waktu Tentative: indeks harga Global Dairy Trade (GDT) (Berdampak pada NZD).


Rabu, 18 April 2018:

  • Jam 04:40 WIB: pidato anggota FOMC Raphael Bostic.
  • Jam 15:30 WIB: data Consumer Price Index (CPI) dan PPI Inggris bulan Maret 2018.
  • Jam 16:00 WIB: data CPI kawasan Euro bulan Maret 2018 (Final).
  • Jam 21:00 WIB: hasil meeting BoC : pengumuman suku bunga bulan April 2018 dan laporan kebijakan moneter BoC.
  • Jam 21:30 WIB: data persediaan minyak untuk industri di AS per 13 April 2018.
  • Jam 22:15 WIB: konferensi pers BoC yang dihadiri gubernur Stephen Poloz.


Kamis, 19 April 2018:

  • Jam 02:00 WIB: pidato anggota FOMC William Dudley.
  • Jam 03:15 WIB: pidato anggota FOMC Randal Quarles.
  • Jam 05:45 WIB: data CPI Selandia Baru kuartal pertama tahun 2018.
  • Jam 08:30 WIB: data Employment Change dan tingkat pengangguran Australia bulan Maret 2018.
  • Jam 15:30 WIB: data Retail Sales Inggris bulan Maret 2018.
  • Jam 19:00 WIB: pidato anggota FOMC Lael Brainard.
  • Jam 19:30 WIB: data Jobless Claims AS per 13 April 2018.
  • Jam 19:30 WIB: indeks Philly Fed Manufacturing AS bulan April 2018.
  • Jam 20:30 WIB: pidato anggota FOMC Randal Quarles.

 

Jumat, 20 April 2018:

  • Jam 05:45 WIB: pidato anggota FOMC Loretta Mester.
  • Jam 06:30 WIB: data National CPI Jepang bulan Maret 2018.
  • Jam 18:30 WIB: pidato presiden Bundesbank Jerman Jens Weidmann.
  • Jam 19:30 WIB: data CPI Kanada bulan Maret 2018.
  • Jam 19:30 WIB: data Retail Sales Kanada bulan Februari 2018.
  • Jam 21:00 WIB: indeks kepercayaan konsumen kawasan Euro versi Eurostat bulan April 2018.
  • Jam 22:15 WIB: pidato anggota FOMC John Williams.



Keterangan: Update kabar terakhir terkait indikator fundamental bisa diperoleh di Berita Forex Seputarforex.


Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

Senang
Terinspirasi
Tak Peduli
Sedih
Analisa Forex

SHARE:

SHARE:

 
Bias Bullish Masih Dominan Di GBP/USD, Manfaatkan Sinyal Buy Bias Bullish Masih Dominan Di GBP/USD, Manfaatkan Sinyal Buy
By Sf Red Team, 17 Jul 2018, In Analisa Forex Harian, View 283
Poundsterling berpeluang untuk breakout melanjutkan reli, jika rilis berita hari ini bernada positif.
Analisa US OIL (WTI) Mingguan: Potensi Breakout Dari Arus Kenaikan Analisa US OIL (WTI) Mingguan: Potensi Breakout Dari Arus Kenaikan
By Ardi99, 17 Jul 2018, In Analisa Minyak, View 36
Harga minyak telah turun drastis dalam sepekan terakhir. Jika batas bawah Arus Kenaikan terpatahkan, maka tekanan jual akan semakin berkuasa.
Peluang Trading EUR/AUD 17 Juli 2018 Peluang Trading EUR/AUD 17 Juli 2018
By V3 Trader, 17 Jul 2018, In Peluang Trading, View 382
Peluang trading buy untuk market EUR/AUD ini diambil dari data ZigZag tanggal 10 dan 16 Juli kemarin.
USD Tak Mampu Tembus Resistance, Utamakan Sinyal Bearish USD Tak Mampu Tembus Resistance, Utamakan Sinyal Bearish
By Sf Red Team, 16 Jul 2018, In Analisa Forex Harian, View 754
Isu perang dagang AS masih menjadi tekanan kuat bagi Dolar AS untuk lanjut menurun. Karena itulah, prioritaskan sinyal-sinyal Bearish untuk mendapat peluang trading.
3 Alasan Mengapa Trump Kobarkan Perang Dagang 3 Alasan Mengapa Trump Kobarkan Perang Dagang
By N Sabila, 5 Jul 2018, In Editorial Forex, View 1702
Presiden AS Donald Trump bersikeras menerapkan bea impor terhadap barang-barang China yang masuk ke negaranya, meski memicu risiko perang dagang. Berikut ini 3 alasannya.
Emas Menunggu Hasil Pertemuan G7 Emas Menunggu Hasil Pertemuan G7
By Alpari, 6 Jun 2018, In Analisa Emas, View 1107
AS mendapat kritik bahkan ancaman, jika tidak merubah kebijakan bea impor, maka akan memicu negara-negara kelompok G7 memperlakukan aksi balasan yang serupa.

Analisa Forex