Analisa Rupiah 11-15 Juni 2018: Statement FOMC Dan Inflasi AS

Jika pernyataan Jerome Powell pada konferensi pers dianggap hawkish, serta memberi isyarat kenaikan suku bunga yang agresif, maka USD akan menguat.

FirewoodFX

iklan

FirewoodFX

iklan

Analisa mingguan USD/IDR berikut ini dibuat berdasarkan harga penutupan pasar minggu lalu (8 Juni 2018), dan dimaksudkan sebagai acuan untuk trading jangka menengah dan panjang.

 

Tinjauan Fundamental

Setelah menguat 2 minggu berturut-turut, minggu lalu Rupiah ditutup pada level 13925 versus US Dollar, atau melemah 0.27% dibandingkan penutupan minggu sebelumnya yang 13888. Secara teknikal, pelemahan tersebut bersifat korektif setelah penguatan cukup tajam.

Merosotnya Rupiah hingga menembus level 13900 terjadi Jumat pekan lalu pasca rilis data cadangan devisa oleh Bank Indonesia (BI). Per akhir Mei 2018, cadangan devisa Indonesia turun ke USD122.9 miliar, lebih rendah dari perkiraan USD128.3 miliar, dan menjadi yang terendah sejak Maret tahun lalu. Angka ini menyusut USD2 miliar dari posisi akhir April.

Menurut keterangan BI, turunnya cadangan devisa bulan Mei disebabkan oleh keperluan untuk membayar utang luar negeri pemerintah, dan intervensi di pasar uang guna menjaga nilai tukar Rupiah. Seperti diketahui bulan Mei lalu, Rupiah sempat melemah hingga 14210 per USD, terendah sejak Oktober 2015. Baru pada akhir Mei, Rupiah mampu menguat setelah BI menaikkan lagi suku bunga acuan menjadi 4.75%.

Pelemahan Rupiah pekan lalu juga dipicu oleh tingginya permintaan mata uang asing (terutama USD) untuk pembayaran dividen, juga kebutuhan menjelang liburan panjang.

Tidak ada rilis data penting dari dalam negeri pada libur panjang minggu ini. Pelaku pasar akan fokus pada pertemuan FOMC yang diperkirakan menaikkan suku bunga acuan lagi. Jika statement dan pernyataan ketua The Fed Jerome Powell pada konferensi pers dianggap hawkish, serta memberi isyarat kenaikan suku bunga yang agresif, maka USD akan menguat.

Dua data berdampak tinggi dari AS lainnya adalah inflasi bulan Mei yang dirilis sebelum FOMC meeting, dan penjualan ritel yang dirilis sesudah FOMC. Di samping itu, akan ada pertemuan Presiden AS Donald Trump dengan pemimpin Korut Kim Jong-un di Singapura.

 

Jadwal Rilis Data Fundamental

Jumat, 15 Juni 2018:

  • Jam 17:00 WIB: data pertumbuhan kredit bulan Mei 2018 year over year (y/y): bulan sebelumnya: +8.94%.


Analisa Rupiah 11-15 Juni 2018:

 

 

Rabu, 20 Juni 2018:

  • Jam 11:00 WIB: data neraca perdagangan Indonesia bulan Mei 2018 y/y: bulan sebelumnya: -USD1.62 miliar (terendah sejak April 2014). Perkiraan: +USD1.40 miliar.


Analisa Rupiah 11-15 Juni 2018:

 

 

Data dan peristiwa berdampak tinggi dari AS minggu ini: suku bunga dan statement The Fed, konferensi pers ketua The Fed Jerome Powell, pertemuan Presiden Trump dan pemimpin Korut Kim Jong-un, rilis CPI, PPI serta Retail Sales.

 

 

Tinjauan Teknikal


Analisa Rupiah 11-15 Juni 2018:
klik gambar untuk memperbesar

 

 

Chart Daily : terjadi koreksi bullish (Rupiah melemah) menyusul terbentuknya pola candle Tweezer Bottom. Resistance kuat pada level 13942 dan kurva EMA 34. Secara keseluruhan, pergerakan USD/IDR masih cenderung bearish (Rupiah cenderung menguat):

  1. Harga masih berada di bawah kurva middle band indikator Bollinger Bands, dan titik indikator Parabolic SAR masih berada di atas bar candlestick.
  2. Kurva indikator MACD masih berada di bawah kurva sinyal (warna merah), dan garis histogram OSMA berada di bawah level 0.00.
  3. Kurva indikator RSI masih berada di bawah center line (level 50.0).
  4. Garis histogram indikator ADX berwarna merah dan masih berada di atas level 25, menunjukkan sentimen bearish yang masih kuat.

 

Level Pivot mingguan : 13904.00

Resistance : 13942.00 ; 13986.00 (level 23.6% Fibo Retracement) ; 14040.00 ; 14085.00 ; 14131.00 ; 14210.00 ; 14287.00 ; 14369.00 ; 14552.00 ; 14640.00 ; 14784.00.

Support : 13895.00 ; 13845 (38.2% Fibo Retracement) ; 13795.00 ; 13736.00 (50% Fibo Retracement) ; 13693.00 ; 13624.00 (61.8% Fibo Retracement) ; 13538.00 ; 13485.00 (76.4% Fibo Retracement) ; 13400.00 ; 13362.00 ; 13314.00 ; 13263.00 ; 13212.64 ; 13171.00 ; 13082.00 ; 13048.00 ; 12990.00 ; 12899.00 ; 12800.00 ; 12754.00 ; 12623.00 ; 12560.00.

Indikator: Simple Moving Average (SMA) 200 dan EMA 34 ; Bollinger Bands (20,2) ; Parabolic SAR (0.02, 0.2) ; MACD (12,26,9) ; OSMA ; RSI (14) ; ADX (14).

Fibonacci Retracement :
Titik Swing Low  : 13263.00 (harga terendah 25 Januari 2018).
Titik Swing High : 14210.00 (harga tetinggi 23 Mei 2018).

Arsip Analisa By : Martin

Bagaimana reaksi Anda tentang analisa ini?

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.

Perlu tukar mata uang ?

Konversi valas ke rupiah atau sebaliknya ?
bisa lebih mudah dengan kalkulator kurs. Temukan disini.