Masih Murah, Saham AUTO Punya Potensi Upside Yang Besar

287630

Sedang mencari saham potensial yang masih berharga rendah? AUTO menyimpan peluang menjanjikan karena memiliki performa perusahaan yang sehat dan saat ini masih murah.

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

Dari banyaknya anak-anak usaha grup Astra, saham PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) adalah salah satu yang nilainya secara fundamental masih murah. AUTO telah membukukan laba bersih pada tahun 2018 sebesar Rp611 miliar, naik sebesar 10.28% dari laba tahun 2017 yang sebesar Rp551.4 miliar.

Potensi saham AUTO

AUTO naik secara sehat sejak 2 Januari 2019, dari 1470/lembar hingga mencapai 1605/lembar saat artikel ini dibuat. Laba bersih AUTO berasal dari pendapatan sebesar Rp15.36 triliun di 2018, meningkat dari pendapatan tahun 2017 yang hanya sebesar Rp13.54 triliun. Dengan kata lain, income perusahaan ini telah meningkat sebesar 13.36% dalam kurun waktu setahun.

Adapun rinciannya: Rp10.19 triliun dihasilkan dari usaha dengan pihak ketiga (Rp8.7 triliun dari lokal dan Rp1.488 triliun dari usaha ekspor). Sisa pendapatan selebihnya diraih dari usaha yang dilakukan bersama pihak berelasi, yaitu sebesar Rp5.4 triliun. Pihak berelasi tersebut adalah utamanya Astra Honda Motor yang berkontribusi pendapatan sebesar Rp2.834 triliun. Lalu berikutnya ada Astra Daihatsu Motor yang berkontribusi pendapatan sebesar R 955 miliar, dan Inti Garda Perdana yang menyumbang sebesar Rp243 miliar.

Ketimpangan yang biasanya terjadi pada bagian Arus Kas dan Laba-Rugi tidak terlihat pada AUTO. Di bagian Arus Kas, kita dapat melihat bahwa penerimaan dari pelanggan adalah Rp15.4 triliun. Pendapatan pada bagian Laba-Rugi bahkan lebih besar, dan hal ini bisa terjadi karena ada pembayaran atas pemesanan produk sebelumnya oleh pihak berelasi serta pihak ketiga AUTO. Karena lancarnya pembayaran kepada AUTO, maka tidak mengherankan jika rasio utang terhadap ekuitas (DER) cukup kecil, yaitu 0.41 saja.

Segmen usaha AUTO dibagi menjadi dua, yaitu perdagangan dan manufaktur komponen otomotif. Usaha yang dilakukan AUTO terbilang industri yang padat modal karena dari pendapatan sebesar Rp15.36 triliun, Rp13.483 triliun digunakan untuk membayar biaya pokok pendapatan serta biaya lainnya. Oleh karenanya, laba bersih per ekuitas (ROE) AUTO hanya 5.42% saja.

Diketahui, AUTO melakukan investasi pada entitas asosiasi dan Ventura bersama sebesar Rp4.6 triliun di tahun 2018, dan menghasilkan laba sebesar Rp478.6 miliar darinya. Oleh karena itu, didapat bahwa laba per investasi (ROI) yang dilakukan AUTO adalah sebesar 10% lebih, dan itu melebihi laba per ekuitas AUTO sendiri. Hal ini menandakan bahwa investasi yang dilakukan AUTO sudah baik.

Adapun entitas asosiasi yang merupakan investasi dari AUTO adalah PT. Denso Indonesia dan Subsidiary (DNIA) yang mana 25.66%-nya dimiliki oleh AUTO. Sedangkan investasi pada Ventura bersama dilakukan pada PT GS Battery dan Subsidiary, PT Kayaba Indonesia, PT Akebone Brake Astra Indonesia, dll.

 

Risiko Dari Perubahan Kurs Mata Uang Asing

Yang cukup menarik adalah, perusahaan ini menghadapi eksposur terhadap perubahan mata uang asing terutama US Dollar dan Yen Jepang. Di 2018, kerugian atas nilai tukar kurs adalah sebesar 32.18 miliar. sedangkan di 2017 hanya 6.97 miliar. Adapun eksposur tersebut terutama berasal dari aset dan liabilitas moneter, transaksi pembelian, dan penjualan dalam mata uang berbeda. Manajemen mengaku mengelola risiko kurs dengan menjaga kas dan setara kas dalam mata uang asing.

Untuk mengantisipasi adanya paparan atas perubahan mata uang asing, porsi ekspor di tahun 2018 diupayakan meningkat dan akhirnya mencapai 14.61% dari total penjualan kepada pihak ketiga, yang diketahui mencapai Rp10.20 triliun. Tahun 2017, porsi penjualan ekspor AUTO mencapai 13.52% saja.

 

Kesimpulan

Dengan laba bersih pada tahun 2018 sebesar 611.0 miliar, maka laba bersih per saham setara dengan Rp127.29 per lembar. Oleh karenanya, diketahui PER (Price Earnings Ratio) saham AUTO hanya 12.88x, dengan BVPS senilai Rp2336.98 per lembar saham, dimana saat ini per lembar hanya Rp1605 saja. Dengan BVPS sebesar itu, maka PBV-nya adalah 0.70x; dapat dikatakan murah untuk perusahaan sehat (DER 0.41) sekaliber AUTO.

Arsip Analisa By : Shanti Putri

Shanti Putri adalah seorang investor agresif mandiri yang merupakan mantan broker di sebuah sekuritas ternama, terutama berkecimpung di dunia saham. Dalam berinvestasi, Shanti melakukan analisa sebelum membeli dan melakukan Averaging selama fundamental masih berada di jalurnya. Sebuah kutipan dari Sun Tzu menjadi panduannya, 'Know yourself, know what you face then you will win in a thousand battles.'