Lippo Cikarang, Penyangga Bisnis Yang Tetap Tumbuh

201897

PT Lippo Cikarang, Tbk (kode saham LPCK) adalah perusahaan terbuka berfokus bisnis sebagai pengembang kawasan industri, komersial maupun residensial. Member of Lippo Group ini berkembang menjadi kota mandiri dengan industri sebagai basis ekonomi yang solid. Bagaimana dengan valuasi saham LPCK?

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

PT Lippo Cikarang, Tbk (kode saham LPCK) adalah perusahaan terbuka yang fokus bisnisnya sebagai pengembang kawasan industri, komersial maupun residensial. Dengan tatanan terintegrasi, ketersediaan infrastruktur, dan berbagai fasilitas terbaik, membuat salah satu Member of Lippo Group ini berkembang menjadi kota mandiri dengan industri sebagai basis ekonomi yang solid.

Lippo Cikarang

4 Bisnis Lippo Cikarang Terus Tumbuh

Pendapatan Lippo Cikarang disuplai dari penjualan tanah industrial dan komersial, penjualan hunian dan ruko, pengelolaan kota dan lainnya. Pada tahun 2013, keempat bisnis Lippo Cikarang ini masih bisa tumbuh signifikan dari tahun sebelumnya. Hal ini  membuat penjualan LPCK di akhir tahun 2013 naik 28% dari tahun sebelumnya.

Pertumbuhan Bisnis Lippo Cikarang
Sejak tahun 2008, pendapatan dari masing-masing bisnis mengalami kenaikan cukup signifikan. Selain itu, sejak tahun 2011, Lippo Cikarang mulai kebanjiran pesanan akan lahan industri. Akibatnya, di tahun 2011 tersebut pendapatan dari penjualan tanah industri dan komersial mengalami peningkatan hingga 253%. Banyaknya industri kelas dunia dengan fasilitas taraf standar internasional menjadikan Lippo Cikarang sebagai mitra penyedia kawasan industri menarik bagi investor manca negara.

Hingga pertengahan tahun 2014, Lippo Cikarang sudah mengantongi pendapatan hingga 850 milyar. Angka ini setara dengan 64% dari pendapatan tahun 2014, dan setara dengan 53% dari total pendapatan yang ditargetkan ditahun 2014 ini. Jika dilihat dari periode yang sama ditahun sebelumnya, Lippo Cikarang mendapatkan penjualan sebesar 556 milyar. Dengan demikian, penjualan mengalami kenaikan sebesar 53% dari periode yang sama ditahun sebelumnya.

Besar Persentase Net Profit Margin Konsisten

Kinerja keuangan perseroan yang sangat cemerlang ternyata bukan hanya dari pendapatan perseroan saja yang terus meningkat. Jika dianalisa lebih lanjut, Lippo Cikarang mampu menahan beban pengeluaran seminimal mungkin. Usaha efisiensi tersebut mampu dijalankan secara konsisten hingga sekarang ini.

Operasi Manajemen
Dari tahun 2008 hingga pertengahan tahun 2014, baik Operational Income Margin (OIM) perseroan maupun Net Profit Margin (NPM) dapat tumbuh secara berkelanjutan. Tahun 2013 saja, OIM Lippo Cikarang tercatat meningkat menjadi 48%. Artinya, perseroan berhasil mengkonversikan 48% pendapatan menjadi laba usaha. Apalagi NPM meningkat menjadi 44%, yang berarti perseroan mampu mencetak 44% pendapatan menjadi laba bersih.

Dengan kenaikan NPM dan pendapatan tersebut, maka laba bersih akan semakin meningkat. Terbukti, dari laba bersih tahun 2008 sebesar 14 milyar, tahun 2013 Lippo Cikarang berhasil mencetak laba bersih hingga 806 milyar. Atau, jika dirata-ratakan setiap tahunnya, laba bersih perseroan naik hingga 111%.

Hingga pertengahan tahun 2014, Lippo Cikarang berhasil mencetak 403 milyar laba bersih dari pendapatan yang didapat sebesar 805 milyar. Hal tersebut dapat diartikan jika NPM tahun 2014 ini naik dari 44% di tahun sebelumnya menjadi 47%. Karena semakin tinggi NPM suatu perusahaan diartikan sebagai semakin tinggi pula kemampuan perusahaan dalam mengkonversikan pendapatan menjadi laba bersih, maka berarti laba bersih dapat tumbuh lebih tinggi meskipun nilai pendapatan stagnan.

Struktur Modal Semakin Kuat

Lippo Cikarang merupakan perusahaan yang penulis anggap menarik untuk masuk sebagai koleksi portofolio. Kenapa? Jika dilihat dari tahun 2008 hingga sekarang, ekuitas perseroan tumbuh sangat signifikan. Tercatat, tahun 2008 ekuitas perseroan hanya sebesar 472 milyar. Tetapi hingga pertengahan tahun 2014, ekuitas perseroan tercatat sebesar 2,2 trilyun. Sehingga dengan ekuitas sebanyak 2,2 trilyun tersebut, ekuitas perseroan setara dengan 53% dari jumlah aset yang perseroan punya.

Aktiva LPCK
Kunci pertumbuhan ekuitas tersebut adalah kebijakan manajemen perseroan yang tidak membagikan laba bersih atau dividen kepada pemegang sahamnya. Selanjutnya laba bersih yang ditahan perusahaan tersebut masuk sebagai saldo laba yang kemudian akan menambah jumlah modal atau ekuitas perusahaan.

Tahun 2008, ekuitas Lippo Cikarang sebanyak 472 milyar, sedangkan saldo laba nya sebesar 85 milyar. Besarnya saldo laba tersebut setara dengan 18% dari ekuitas. Namun, sampai pertengahan tahun 2014, ekuitas perusahaan Lippo Cikarang naik menjadi 2,2 trilyun dengan saldo laba ditahun yang sama sebesar 1,8 trilyun.

Jika dirata-ratakan tiap tahunnya, saldo laba naik sebanyak 85%. Dengan kenaikan tersebut, maka wajar saja jika ditahun 2008 saldo laba perseroan hanya setara dengan 18% dari ekuitas, namun hingga pertengahan tahun 2014 ini saldo laba perseroan melonjak hingga setara 83% dari ekuitas perseroan. Jika dibandingkan dengan aset, saldo laba tersebut setara dengan 44% aset perusahaan.

Kedepannya, ekuitas perusahaan akan semakin meningkat lagi. Karena, melihat dari pendapatan perseroan yang selalu meningkat secara signifikan dan juga kemampuan perusahaan untuk mencetak laba bersih yang persentasenya semakin meningkat pula membuat perseroan dinilai akan menambah banyak ekuitas perseroan. Selain itu, dari tahun 2008 kenaikan ekuitas perseroan ternyata tidak berasal dari modal yang disetorkan pemilik. Sehingga, semakin nampak Lippo Cikarang sebagai perusahaan yang berbobot dan berisi sehingga menarik untuk dikoleksi sebagai investasi.

Valuasi Saham LPCK Masih Menarik

Meskipun Lippo Cikarang mampu menunjukan pertumbuhan atau kinerja baik secara berkelanjutan, namun mungkin ada sebagian dari kita yang jika akan berinvestasi selalu melihat bagaimana posisi harga sahamnya dipasar saat ini, apakah masih murah atau sudah premium. Hal tersebut wajar saja, mengingat masih murah atau tidak nya saham juga berpengaruh terhadap hasil investasi kita. Akan tetapi, murah atau mahalnya saham tentu masing-masing orang punya pandangan yang berbeda. Sehingga, mohon maaf jika dalam hal ini penulis tidak akan menyebut jika harga saham LPCK masih murah atau tidak. Silahkan teman-teman menilainya sendiri.

Jika melihat poisisi ekuitas, jumlah dan harga saham LPCK saat ini, ditransaksikan dengan Price Book Value (PBV) sebesar 2,5 kali. Sedangkan dari posisi earning per share (EPS) yang perseroan dapatkan, Price Earning Ratio (PER) yang ditransaksikan sebesar 7 kali.

Sampai pertengahan tahun 2014 ini, perseroan memiliki hutang setara dengan 47% dari jumlah total aset yang perusahaan miliki. Dan dengan tingkat likuiditas sebesar 195%. Perseroan berhasil mencetak ROA sebesar 19% serta ROE sebanyak 36%.

Kedepan, Lippo Cikarang tengah menyiapkan Central Business District (CBD) di kawasan Cibatu, Bekasi. Konsep CBD yang akan dibangun di kawasan seluas 280 hektar ini, akan menyerupai kawasan seperti Alam Sutera Serpong dengan fasilitas perkantoran, hotel, apartemen, universitas dan beberapa sekolah, rumah sakit, serta mal.

Jika melihat strategi tersebut, Lippo Cikarang akan meningkatkan penjualan dari hunian dan ruko. Mengingat selama ini pendapatan terbesar dari penjualan tanah dan industri, maka jika penjualan hunian dan toko dapat dinaikkan lebih signifikan, kontribusi terhadap pendapatan total perseroan akan semakin meningkat. Sebagai upayanya, perseroan mulai fokus mengembangkan residensial di kawasan Simprug, Bekasi. Selain itu, perseroan juga mulai memperkenalkan Taman Simpruk SummerBliss.

Taman Simpruk
Terakhir, penulis memberikan beberapa catatan, antara lain :

Pertama, sejak awal tahun hingga sekarang ini, harga saham LPCK mengalami kenaikan sebesar 66%, dengan sepanjang kuartal ketiga ini harga saham LPCK mengalami kenaikan sebesar 16%. Sedangkan sepanjang tahun 2013 saham perseroan tumbuh 47% dan ditahun 2012 tumbuh 86%.

Kedua, kenaikan harga saham sebesar itu wajar saja, mengingat kinerja yang dihasilkan benar-benar sangat fantastis, baik dari perolehan pendapatan hingga laba bersih yang dihasilkan. Hingga pertengahan tahun 2014, aset perseroan tumbuh 8% dengan hutang mengalami penurunan sebanyak 5% dan ekuitas tumbuh 22%. Penjualan di pertengahan tahun 2014 pun masih bisa tumbuh sebesar 80% dengan laba bersih tumbuh 73%. Dengan pertumbuhan signifikan laba bersih tersebut, Net Profit Margin (NPM) dapat tumbuh menjadi 47%. Lippo Cikarang juga memiliki ROA sebesar 19% dengan ROE sebanyak 36%, serta tingkat likuiditas bagus sebesar 195%.

Ketiga, Lippo Cikarang merupakan perusahaan yang struktur modalnya semakin bagus, mengingat seluruh perolehan laba bersih dimasukkan sebagai modal. Hutang perseroan pun masih dikisaran wajar, yaitu dengan porsi sebesar 47% dari aset perseroan di tahun 2014.

Keempat, dalam catatan penulis, jumlah landbank atau tanah yang dapat dikembangkan milik Lippo Cikarang dari tahun ketahun mengalami penurunan. Penulis melihat  perseroan masih fokus menggunakan aset tanah yang sudah ada untuk usaha, dan belum menyediakan kawasan baru untuk pengembangan selanjutnya. Padahal bagi perusahaan pengembang, kawasan landbank merupakan aset perusahaan penting untuk bisnis kedepannya. Sehingga, penurunan landbank ini patut dipertimbangkan. Selain itu, perseroan masih fokus mengembangkan kawasan di Bekasi dan sekitarnya. Tidak seperti perusahaan pengembang kawasan industri lain yang sudah ekspansi ke daerah-daerah, membuka dan mengembangkan kawasan industri seperti di Kendal dan Semarang, Jawa Tengah.

Kelima, terlepas dari berkurangnya landbank dan fokus perusahaan masih di Bekasi, LPCK memiliki kinerja dan prospek bisnis kedepan yang masih menarik.

Selamat Berinvestasi.

Arsip Analisa By : Royan Aziz

Alumni jurusan Manajemen Universitas Negeri Semarang yang aktif di bidang saham sejak masa kuliah. Royan berfokus pada analisa fundamental dalam memilih investasi potensial, khususnya valuasi emiten.