Advertisement

iklan

Litecoin Bakal Saingi Bitcoin di Masa Depan

Kesempatan kenaikan Litecoin dinilai masih sangat besar karena masih tersedia sekitar 30 juta keping koin lagi yang masih belum dirilis.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Litecoin dengan satuan LTC bakal saingi Bitcoin di masa depan. Hal ini dapat dilihat dari indikator perkembangan total kapitalisasi pasar antara kedua mata uang kripto tersebut. Mata uang digital terbesar ke-empat, Litecoin, telah mengalami peningkatan total kapitalisasi pasar sebesar 7,291% dari tahun sebelumnya. Angka tersebut jelas jauh melampaui angka kenaikan kapitalisasi pasar Bitcoin yang hanya mampu naik sebesar 1,731% selama setahun terakhir.

LTC Market Cap

Litecoin saat ini memiliki total kapitalisasi pasar lebih dari $16.8 miliar, dengan total transaksi selama 24 jam terakhir mencapai $6.1 miliar. Kenaikan yang dapat dicapai selama 24 jam terakhir juga hampir mencapai 30%, sedangkan sirkulasi suplai koin yang beredar sudah mencapai 54.2 juta, sedangkan maksimum supply Litecoin adalah sebesar 84 juta. Jadi, kesempatan kenaikan nilai masih sangat besar karena masih tersedia sekitar 30 juta keping koin lagi yang masih belum dirilis.

LTCUSD Daily

 

Jika dilihat dari grafik pergerakan harga Litecoin terhadap USD (LTC/USD) di atas, bisa kita ketahui bahwa hanya pernah terjadi satu koreksi tajam pada hampir seluruh sesi pergerakan Litecoin yang terjadi pada awal hingga pertengahan bulan September lalu. Penurunan tersebut terjadi seiring banyaknya komentar negatif dan pelarangan penggunaan mata uang kripto dari berbagai negara dunia. Namun, sentimen-sentimen negatif tersebut nampaknya tidak berpengaruh lama pada Litecoin, dan sisa pergerakan lainnya hanya diisi oleh mayoritas trend naik saja.

Lalu, apa sebenarnya hal yang membuat Litecoin memiliki kesempatan untuk bersaing dengan Bitcoin di masa depan?

 

Skalabilitas Blockchain

Secara jelas, saat ini Bitcoin sedang mengalami masalah yang serius, dimana masalah skalabilitas belum dapat diselesaikan. Masalah skalabilitas tersebut tidak hanya berdampak pada lambatnya proses transaksi, namun juga pada pembengkakan biaya yang akan semakin mahal. Beberapa Hard Fork yang direncanakan untuk menyelesaikan masalah skalabilitas Bitcoin juga belum bisa terealisasi. Jika masalah ini tak kunjung mendapatkan penanganan yang serius, bisa saja akan terjadi penumpukan beban jaringan, sehingga jaringan Blockchain milik Bitcoin tidak mampu menangani transaksi lagi.

Dari sini Litecoin (LTC) memiliki kesempatan untuk "bersinar". Pasalnya, masalah skalabilitas tidak mungkin terjadi, karena Blocksize (ukuran Block) yang dimiliki oleh Platform Litecoin adalah sebesar 8 MB, atau 8 kali lipat lebih besar daripada Blocksize yang dimiliki Bitcoin.

Platform Bitcoin saat ini hanya mampu menangani 3 hingga 7 transaksi per detik, sehingga jelas jika transaksi Bitcoin sampai pada angka milyaran atau bahkan trilyunan, maka proses penyelesaian dan validasi transaksi akan sangat lambat. Berbeda dengan Litecoin yang mampu menangani lebih dari 1,500 transaksi per detik. Hal ini membuka kesempatan besar Litecoin untuk dapat bersaing dengan Bitcoin pada masa depan, terlepas dari fungsinya sebagai Investasi maupun Sistem Pembayaran.

Arsip Analisa By : Yodik Prastya
281476

Seorang trader sejak 2012 yang mempunyai hobi menulis. Suka membahas serunya persaingan ekonomi antar negara dengan sebuah tulisan. Aktivitas trading menggunakan Price Action dan rumor fundamental saja. Karena trading itu memang simpel.