Advertisement

iklan

Mengapa Lemahnya Data Ketenagakerjaan AS Baik Untuk Dolar?

287691

Meski dirilis jauh di bawah ekspektasi, NFP AS bulan Februari 2019 masih diiringi oleh data upah dan pengangguran yang solid.

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

Tim Riset Fullerton Markets - Data NFP AS merosot pada bulan Februari, dan menandakan bahwa pertumbuhan AS tengah menurun. Namun kuatnya data upah dan rilis NFP pada periode sebelumnya masih mempertahankan outlook bahwa ekspansi ekonomi selama satu dekade ini akan bertahan. Meskipun begitu, perlu juga dicermati bahwa lemahnya data ketenagakerjaan bisa mengarah pada sikap dovish The Fed, yang pada gilirannya nanti dapat memberikan ruang bagi ECB untuk menyesuaikan kebijakan moneternya.

Non-Farm Payroll hanya bertambah sebesar 20,000 pada bulan Februari, menandai laju paling lambat untuk pertumbuhan pekerjaan sejak September 2017. Terjadinya badai mempengaruhi pola perekrutan, sehingga menyebabkan NFP turun jauh di bawah ekspektasi para ekonom yang sebesar 180,000. Namun menurut kami, lemahnya rilis data ketenagakerjaan kali ini mungkin merupakan koreksi dari kenaikan signifikan di bulan-bulan sebelumnya. Sebagai informasi, NFP tumbuh 311,000 pada Januari, dan bertambah 227,000 pada Desember. Rerata tiga bulan untuk NFP mencapai 186,000, yang mendekati kisaran rata-rata untuk keadaan ekspansi. Dari sudut pandang ini, pasar pekerjaan AS sebenarnya masih solid.

Jumat lalu (8/Maret), Powell mengatakan bahwa Federal Reserve tidak perlu mengubah kebijakan suku bunga saat ini; meskipun harga-harga tengah tertekan dan pertumbuhan global melambat, pasar tenaga kerja AS secara umum masih kuat. Pernyataan Powell ini diungkapkan menyusul pengumuman mengejutkan dari ECB pada hari sebelumnya. Bank Sentral Eropa tersebut mengungkapkan rencana baru merekauntuk merangsang ekonomi Zona Euro sebelum terjadi perlambatan semakin dalam. Selain The Fed, bank-bank sentral di Kanada dan Australia juga mencatat peningkatan risiko terhadap prospek tersebut.

Tahun lalu, The Fed telah menaikkan suku bunga ke level netral yang dirancang untuk tidak memacu atau memperlambat pertumbuhan. Powell mengatakan suku bunga acuan sekarang berada dalam kisaran netral ,dan bahwa rekan-rekannya di FOMC umumnya setuju bahwa sikap kebijakan ini tepat. Dengan Fed menghentikan rencana Rate Hike untuk saat ini, para pejabat lebih memilih fokus pada waktu penghentian normalisasi Balance Sheet yang senilai $4 triliun.

Sementara itu, ECB pada pekan lalu telah memangkas proyeksi pertumbuhan menjadi 1.1% untuk tahun ini, yang merupakan pemangkasan terbesar sejak munculnya program pelonggaran kuantitatif empat tahun lalu. Menurut kami, penurunan forecast ekonomi dari para pembuat kebijakan ECB masih terlalu optimis jika melihat kondisi saat ini. Draghi sendiri seharusnya mendorong paket kebijakan untuk mendukung ekonomi yang dengan suara bulat telah disetujui oleh anggota dewan ECB.

 

Dolar Tak Terbendung, Rupiah Diprediksi Semakin Melemah

Melihat hasil rilis data tenaga kerja dari AS yang beragam tapi secara keseluruhan masih mengindikasikan kondisi yang solid, maka USD diprediksikan akan semakin menguat. Kami memperkirakan adanya pelemahan yang cukup banyak dari Rupiah (IDR).

Prediksi kami, IDR dalam minggu ini akan bergerak melemah menuju area Rp14,390-14,520/USD

Grafik IDR dari Bloomberg

Sumber: Bloomberg

 

Instrumen Trading Pilihan

EUR/USD

Pasangan mata uang ini mungkin akan jatuh menuju 1.1180, terutama jika melihat lemahnya outlook ekonomi yang membebani Zona Euro.

EUR/USD

 

Hang Seng Index

Indeks saham ini mungkin turun lebih lanjut menuju 27838 minggu ini, karena China telah menunjukkan bahwa kebijakan moneternya tidak akan seagresif yang diharapkan pasar. Hal ini dapat mengurangi sentimen di pasar saham regional.

Hang Seng Index

 

XAU/USD

Meski sempat terangkat pasca lemahnya data NFP AS, harga emas berpeluang turun menuju level 1285 pada minggu ini.

XAUUSD

 


Franky Nangoy

Market Strategist - Fullerton Markets

Dengan lebih dari 15 tahun pengalaman profesional dalam forex, Franky telah mengambil berbagai peran dalam industri ini, dengan menjadi konsultan dan analis untuk broker lokal dan internasional. Ia saat ini memegang peranan sebagai Market Strategist di Fullerton Research, dimana ia bertanggung jawab mempersiapkan materi pembelajaran secara rutin, seperti Weekly Market Research dan webinar secara langsung untuk Audience global. Kelebihannya terletak pada analisis pasar Indonesia.

Pada tahun 2018, Franky menyelesaikan serangkaian Roadshow di 11 kota di seluruh Indonesia, menjangkau para trader, baik yang pemula maupun berpengalaman dengan wawasan dan kebijaksanaan terkait forex.

Arsip Analisa By : Fullerton Markets

Didirikan sejak 2015, broker Fullerton Markets menawarkan trading forex pada MT4 dengan spread rendah dan layanan menyalin trader sukses. Fitur yang bernama CopyPip itu memuat lebih dari 300 Signal Provider yang bisa disalin dengan mudah dan membuka peluang pendapatan tambahan bagi para profesional. Profil Selengkapnya

Pair Rate    
AUD/JPY 73.61 73.61 -5
AUD/USD 0.6793 0.6793 0
EUR/CHF 1.1005 1.1005 4
EUR/USD 1.1030 1.1030 -7
GBP/JPY 136.62 136.62 -55
GBP/USD 1.2607 1.2607 -43
NZD/USD 0.6329 0.6329 -10
USD/CAD 1.3203 1.3203 5
USD/CHF 0.9977 0.9977 10
USD/JPY 108.36 108.36 -7
14 Oct 07:10