Advertisement

iklan

Menguat Jelang Akhir Pekan, Ekspektasi Fed Rate Masih Dukung Dolar

Setelah tertekan cukup lama, Dolar AS akhirnya berhasil menguat pekan karena 3 hal berikut. Perubahan ini tidak hanya mempengaruhi Indeks Dolar, tapi juga membebani EUR/USD.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Dolar AS berbalik menguat di perdagangan Jumat (14 September), sekaligus mengikis pelemahan dalam satu pekan terakhir. Beberapa hari sebelumnya, Greenback berada di bawah tekanan menyusul surutnya kekhawatiran pasar atas tensi perang dagang global. Hal itu turut ditambah rilis data inflasi (PPI dan CPI) AS yang mengecewakan.

Indeks Dolar yang mengukur kinerja USD terhadap 6 mata uang utama lainnya (EUR, JPY, GBP, CAD, SEK, CHF), ditutup menguat 0.47 persen ke posisi 94.97, menjelang penutupan perdagangan di akhir pekan. Namun di sepanjang pekan (10-14 September), indeks masih terdepresiasi sebanyak 0.38 persen.

 

Ada beberapa hal yang barangkali bisa menjadi alasan dari menguatnya indeks menjelang akhir pekan:

  1. Yang pertama dan yang mungkin paling diperhitungkan oleh investor adalah, tingginya ekspektasi pasar prospek kenaikan suku bunga the Fed di bulan September dan Desember tahun ini.

  2. Mengingat EUR memiliki persentase terbesar dalam pengukuran Indeks Dolar, publikasi kebijakan moneter ECB (Kamis 13 September) dianggap netral oleh investor. ECB memangkas proyeksi pertumbuhan GDP 2018, tapi juga berencana mengurangi besaran QE pada bulan Oktober.

    EUR/USD menanjak setelah rilis data CPI AS yang meleset dari perkiraan, tapi tidak serta merta disusul dengan dorongan yang lebih tinggi. Pair ini malah sempat terjebak Inside Bar (grafik H1), kemudian menemukan minat sellers setelah terbentuknya Tweezer Top.

  3. Kekhawatiran perang dagang kembali muncul ke permukaan, setelah adanya laporan yang menyebutkan pada hari Jumat bahwa Trump memerintahkan jajarannya agar tetap bergerak maju atas rencana penerapan tarif impor tambahan terhadap produk China. Mandat tersebut cukup mengejutkan, mengingat AS tengah berupaya untuk melanjutkan lagi pembicaraan perdagangannya dengan China.

 

Dari ketiga alasan tersebut, Indeks Dolar masih berisiko bullish dalam jangka pendek. Meski demikian, banyak pengamat yang meyakini bahwa laju pengetatan moneter bank sentral AS akan melambat di tahun 2019, sehingga berisiko membatasi upside Dolar.

Pada grafik Daily di bawah ini, kita bisa melihat Indeks Dolar berbalik arah setelah momentum downside melemah, membuka peluang untuk kembali menguji 95.50.

DXY Daily 20180915

 

Sementara itu, EUR/USD pada grafik H1 turun menembus level keseimbangan Kijun-sen H4 (sekarang di 1.1644), dan harga bergerak di bawah Cloud Ichimoku H1. Kondisi teknikal ini mengubah bias Intraday menjadi cenderung negatif.

EURUSD H1 20180915

Arsip Analisa By : Buge Satrio

Buge Satrio Lelono memiliki latar belakang pendidikan IT dan mengenal forex sejak tahun 2003 ketika platform Metatrader masih versi 3. Setelah berlatih di akun demo selama beberapa tahun dan mencoba berbagai teknik trading, Buge menekuni forex secara full-time sejak awal 2014. Kini aktif trading mengandalkan pengamatan Price Action, Ichimoku Kinko-hyo, Trading Plan, dan pengendalian risiko tak lebih dari 1 persen.

Pair Rate    
AUD/JPY 74.60 74.60 -23
AUD/USD 0.6972 0.6972 -4
EUR/CHF 1.1108 1.1108 8
EUR/USD 1.1383 1.1383 2
GBP/JPY 136.56 136.56 5
GBP/USD 1.2761 1.2761 35
NZD/USD 0.6647 0.6647 22
USD/CAD 1.3177 1.3177 8
USD/CHF 0.9758 0.9758 6
USD/JPY 107.01 107.01 -26
25 Jun 17:10