Minggu Ini, Emas Nantikan Negosiasi Dagang, Notulen FOMC, Dan Inflasi AS

290420

Minggu lalu, emas menguat akibat kekhawatiran resesi di AS yang semakin nyata. Minggu ini, hasil negosiasi dagang AS-China, notulen FOMC, dan inflasi AS akan menjadi katalis.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Analisa mingguan XAU/USD berikut ini dibuat berdasarkan harga penutupan pasar hingga akhir minggu lalu (4 Oktober 2019), serta dimaksudkan sebagai acuan untuk trading jangka menengah dan panjang.

 

Tinjauan Fundamental

Di tengah tenangnya kondisi politik dalam negeri AS dan Timur Tengah, harga emas sempat mengalami depresiasi hingga USD1459 per troy ounce, tapi berbalik menguat dan ditutup pada USD1503.89 per troy ounce. Harga penutupan tersebut telah mengalami apresiasi sebesar 0.48% dibandingkan harga penutupan minggu sebelumnya.

Penguatan harga emas terutama disebabkan oleh kekhawatiran akan terjadinya resesi ekonomi di AS yang semakin besar, menyusul anjloknya data manufaktur dan tenaga kerja. ISM Manufacturing untuk bulan September turun ke 47.8, terendah dalam 10 tahun terakhir, sementara Non Manufacturing anjlok ke 52.6, terendah sejak Agustus 2016. Sementara itu, data tenaga kerja bervariasi; pertambahan lapangan kerja dan upah memang mengalami kontraksi, tetapi tingkat pengangguran justru menyusut hingga 3.5%, terendah dalam 50 tahun terakhir.

Dengan kekhawatiran resesi yang semakin nyata, diperkirakan The Fed akan kembali memangkas suku bunga acuannya pada meeting akhir bulan ini, meski Powell menyatakan perekonomian AS masih baik. Kemungkinan rate cut bulan ini menurut CME's Fed Watch masih di atas 70%. Data penting dari AS yang akan rilis minggu ini adalah notulen FOMC meeting 18-19 September kemarin, dan inflasi untuk bulan September (CPI dan PPI).

Jika notulen FOMC bernada dovish dan inflasi di bawah perkiraan, kemungkinan harga emas akan berlanjut bullish. Event lain yang akan sangat mempengaruhi pergerakan harga logam mulia adalah perundingan negosiasi dagang antara AS dan China yang akan diadakan tanggal 10 Oktober nanti. Beberapa waktu lalu, Presiden Trump mengisyaratkan bahwa kesepakatan dagang antara AS dan China akan segera tercapai. Faktor lain yang masih akan membayangi pergerakan harga emas adalah perkembangan politik di Timur Tengah dan pemakzulan Presiden Trump.

Dari survei yang dilakukan Kitco.com pada sejumlah trader, mayoritas pemain Wall Street dan Main Street memperkirakan harga emas minggu ini masih akan bullish. Sekitar 71% pemain Wall Street memperkirakan bullish, 18% bearish, dan 12% lagi memperkirakan netral atau sideways. Sementara itu, 65% pemain Main Street memperkirakan bullish, 21% bearish, dan 13% netral.

 

Tinjauan Teknikal

Negosiasi Dagang, Notulen FOMC Dan

 

Chart Daily:

Dari analisa minggu lalu, pergerakan berlanjut bearish hingga mencapai level 61.8 Fibo Retracement, setelah sebelumnya menembus neckline dari pola head and shoulders. Namun harga berbalik bullish setelah terbentuk Pin Bar yang terkonfirmasi, dan harga berada di atas neckline.

Secara keseluruhan, pergerakan harga saat ini membentuk pola bullish flag yang mengisyaratkan keadaan konsolidasi sebelum meneruskan trend bullish sebelumnya.

Seperti diketahui, pola bullish flag bersifat meneruskan arah trend (trend continuation), dan channel Downtrend dalam pola bullish flag sebagai channel konsilidasi sebelum melanjutkan pergerakan bullish.

Kelanjutan pergerakan bullish akan terjadi setelah resistance channel Downtrend ditembus. Meski demikian, validasi pergerakan bullish selanjutnya harus dikonfirmasi dengan indikator teknikal.

Ditinjau dari sinyal indikator trend dan momentum, pergerakan harga masih cenderung bullish:

  1. Penutupan harga terakhir berada di atas kurva support EMA 34 dan di atas kurva middle band indikator Bollinger Bands.
  2. Kurva indikator RSI berada di atas center line (level 50.0).
  3. Garis histogram indikator ADX berwarna hijau yang menunjukkan sentimen bullish.

Jika ingin konfirmasi, buy jika kurva indikator MACD telah berada di atas kurva sinyal (warna merah), dan garis histogram OSMA berada di atas level 0.00.

Support kuat ada pada 1459 (sekitar level 61.8 % Fibo Retracement), dan resistance kuat masih pada level 1535 hingga 1555 yang merupakan support kunci antara tahun 2012 hingga awal 2013.


Level Pivot mingguan: 1494.07

Resistance: 1519.90 (level 23.6% Fibo Retracement) ; 1535.00 ; 1556.92 ; 1582.49 ; 1614.63 ; 1646.25 ; 1665.45 ; 1681.26 ; 1697.08.

Support: 1497.03 (38.2% Fibo Retracement) ; 1478.36 (50% Fibo Retracement) ; 1459.70 (61.8% Fibo Retracement) ; 1436.82 (76.4% Fibo Retracement) ; 1424.00 ; 1410.90 ; 1400.00 ; 1383.00 ; 1373.00 ; 1358.00 ; 1348.00 ; 1332.44 ; 1319.75 ; 1309.00 ; 1297.00 ; 1285.15 ; 1275.00 ; 1266.16 ; 1253.28 ; 1242.50 ; 1231.15 ; 1218.45 ; 1211.80 ; 1204.02.

Indikator: Simple Moving Average (SMA) 200, EMA 34 ; Bollinger Bands (20,2) ; MACD (12,26,9) ; OSMA ; RSI (14) ; ADX (14).

Fibonacci Retracement:

  • Titik Swing Low: 1400.37 (harga terendah 1 Agustus 2019).
  • Titik Swing High: 1556.92 (harga tertinggi 4 September 2019).
Arsip Analisa By : Martin

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.