MPMX: Cerita Umum Memanfaatkan Dividen Play

Pergerakan saham MPMX dalam kurun waktu 2 hari (13-14 Juni 2019) menarik untuk dicermati. Apa saja yang perlu untuk diperhatikan investor ke depannya?

Xm

iklan

Advertisement

iklan

Kami tertarik untuk mengangkat sisi lain pergerakan saham MPMX yang terjun bebas dalam dua hari (13 dan 14 Juni), sementara tanggal cum dividen di pasar reguler tepat di tanggal 12 Juni lalu. Lalu apa artinya? Sesuai prosedur pasar modal, setiap investor yang membeli saham setelah tanggal cum tidak berhak mendapatkan jatah dividen. Tanggal 12 Juni 2019 yang menjadi cum date MPMX, diincar investor untuk mendapatkan jatah dividen dari emiten ini. 

Lalu berapa jatah dividen MPMX?

MPMX mengucurkan dividen tunai sebesar Rp 480, melonjak tajam dibanding tahun-tahun sebelumnya. Efek dari divestasi anak usaha, Federal Karyatama (FKT) kepada Esso Petroleum dan Exxonmobil UK Limited senilai US$ 436 juta atau lebih dari Rp 6 triliun (kurs Rupiah 14 Ribu) pada tahun lalu. Efeknya terjadi pada laba ditahan dan akun kas setara perusahaan di 2018 lalu. Serta adanya extraordinary item pada pos laba bersih perusahaan di 2018 senilai Rp 3,65 triliun.

MPMX: Cerita Umum Memanfaatkan Dividen

sumber: RTI

Semenjak divestasi terjadi, harga saham MPMX justru cenderung turun sepanjang semester-II 2018. Itu artinya, investor masih menunggu dan mencermati apakah besar dividen sesuai dengan aksi korporasi yang dilakukan. Kami melihat sejak bulan Februari investor telah mendapat bocoran bahwa manajemen akan memberikan dividen yang cukup besar atas aksi divestasi sebelumnya. Hal ini yang membuat investor berbondong-bondong memanfaatkan momentum dividen play pada MPMX, karena selain dividen, investor juga menikmati capital gain saham MPMX.

 

Cerita Umum Dan Akan Terus Terjadi

Inilah menariknya pasar saham, jika kita teliti dan cermat, momentum-momentum seperti ini akan terus berulang di tahun-tahun mendatang, karena investor sudah mampu membaca kondisi ini. Kami mencatat, dividend yield MPMX memang sangat besar, antara 35%-50% jika dibagi antara pergerakan harga saham dan total dividen tunai MPMX. Hal inilah yang tidak ingin disia-siakan oleh investor saham.

 

Kinerja Fundamental Tidak Terlalu Positif Di Awal 2019

MPMX: Cerita Umum Memanfaatkan Dividen

sumber: RTI

Hingga Q1-19, pendapatan MPMX tercatat turun -2,48% dari Rp3,87 triliun di Q1/2018 menjadi Rp 3,88 triliun, sementara margin kotor di Q1/19 8,7%, turun dari posisi 10,8% di Q1/18. Yang menarik adalah di bottom line, yakni laba bersih MPMX di 1Q/19 tercatat Rp 113 miliar atau naik 71,2%. Namun jika di telisik, kenaikan pos laba bersih terutama disebabkan oleh meningkatnya pendapatan bunga sekitar 87% (yoy), pengaruh other items serta adanya penurunan biaya bunga dan bukan dari kinerja bisnis utamanya.

Jadi, langkah perseroan cukup jelas di tahun 2018 lalu, yaitu: menambah penempatan dana di marketable securities, cash, obligasi, deposito dan mengurangi beban utang. Berkat hal tersebut, MPMX mampu memangkas posisi total hutang hingga 37%. Langkah ini dilakukan untuk menjaga working capital dan posisi Debt to Equity Ratio (DER) MPMX di mata credit rating, yakni rasio DER turun menjadi 36% dari sebelumnya 110%. Angka DER MPMX ini memang sangat tidak positif, karena sepanjang 2014-2017 DER selalu berada di atas 100%.

 

Bagaimana Langkah Investor Selanjutnya?

Saat ini pergerakan saham MPMX berada dalam tahap konsolidasi, fundamental kembali memegang peran dan harga saham akan mengikuti kinerja bisnis perseroan disepanjang kuartal-kuartal berikutnya. Menarikkah untuk berinvestasi di MPMX? Secara teknikal posisi saham MPMX sudah sangat jenuh jual dan berada di lower band Bollinger Band. Tekanan jual sudah mulai mereda, melihat kondisi ini ke depan, secara jangka pendek akan membawa potensi rebound MPMX, dengan target terdekat di level 920-950. Euphoria dividen telah berakhir, dan sejatinya saham MPMX kembali menjejak "bumi".

Arsip Analisa By : Aditya Putra

Aditya Putra telah aktif di dunia saham selama lebih dari 6 tahun dan hingga saat ini masih menjadi seorang Equity Analyst di perusahaan sekuritas. Aditya menyukai Value Investing, selalu berhasrat menemukan 'Hidden Gems' di saham-saham Small Caps Indonesia, dan terus mengamati saham-saham yang 'salah harga'.