Advertisement

iklan

Outlook GBP/USD Menjelang Voting Parlemen Terkait Brexit

GBP/USD mengalami volitilitas tinggi jelang penentuan kesepakatan Brexit. Seperti apa Outlook-nya secara fundamental maupun teknikal?

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

GBP/USD naik tajam setelah muncul spekulasi bahwa Perdana Menteri Inggris, Theresa May, kemungkinan besar bisa mendapatkan persetujuan untuk kesepakatan Brexit-nya. Menurut Kathy Lien dari BK Asset Management, Voting parlemen yang digelar minggu ini akan menentukan 3 hal:

  • Apakah Inggris akan menerima kesepakatan Brexit dari Uni Eropa?
  • Akankah Inggris mengeliminasi kemungkinan No Deal?
  • Apakah deadline yang ditentukan sesuai Article 50 akan diperpanjang?

Hasil pemungutan suara dalam voting hari Selasa ini (12/Maret) akan menentukan apakah anggota parlemen akan memilih untuk mendukung rancangan kesepakatan Brexit atau justru menolaknya. Jika mereka menerima kesepakatan dan setuju dengan strategi Theresa May, maka Inggris akan meninggalkan Uni Eropa pada tanggal 29 Maret dan GBP akan melonjak. Meskipun berpotensi mengalami reli 1-2% dalam waktu singkat, kenaikan Poundsterling mungkin sulit bertahan, karena investor akan segera mengalihkan fokus pada konsekuensi keluarnya Inggris dari Uni Eropa, seperti bagaimana dampak Brexit tanpa perjanjian perdagangan permanen, juga tantangan-tantangan yang akan dihadapi Inggris ketika kelak bernegosiasi tanpa dukungan UE.

Terlepas dari skenario di atas, kemungkinan paling real dalam voting Brexit kali ini adalah penolakan dari anggota parlemen. Kabinet PM May bahkan sudah dilaporkan menolak proposal Backstop terbaru dari Uni Eropa. Sejauh ini, PM May tidak dapat meyakinkan Uni Eropa untuk mengubah ketentuan-ketentuan Backstop Irlandia, sehingga kecil kemungkinan baginya untuk mendapatkan suara pendukung yang cukup dalam pemungutan suara hari ini.

Jika draft kesepakatan Brexit ditolak, maka PM May akan mengadakan pemungutan suara lain pada hari Rabu, untuk menentukan apakah Inggris harus meninggalkan Uni Eropa tanpa kesepakatan atau tidak. PM May senantiasa bersikeras bahwa tidak ada kesepakatan sama sekali adalah lebih baik daripada mendapatkan kesepakatan yang buruk. Apabila parlemen Inggris sependapat dengan hal itu, maka ini akan menjadi pertanda buruk bagi GBP.

Gubernur Bank of England, Mark Carney, sudah memperingatkan sebelumnya bahwa No Deal Brexit bisa menyebabkan jatuhnya Pound hingga 25%. Meskipun dalam analisanya, Kathy Lien tidak memperhitungkan kemungkinan seekstrim itu, No Deal Brexit tetap diperkirakan bisa mendorong Pound secara signifikan, sekitar 2 hingga 4 persen dalam hitungan menit.

Secara teknikal, support-support Intraday terdekat dari harga saat ini berada di 1.3219, 1.3084, dan 1.2963. Sedangkan resistance-resistance Intraday GBP/USD terlihat di 1.3287 dan 1.3351.

GBPUSD H4

Arsip Analisa By : Uky

Seorang trader forex full-time yang merupakan Swing dan Long Term Trader. Strategi utama yang digunakan adalah trading dengan News, Trendline, dan Pola Wave.

Pair Rate    
AUD/JPY 75.72 75.72 11
AUD/USD 0.6928 0.6928 28
EUR/CHF 1.1225 1.1225 4
EUR/USD 1.1206 1.1206 24
GBP/JPY 138.95 138.95 23
GBP/USD 1.2712 1.2712 53
NZD/USD 0.6551 0.6551 29
USD/CAD 1.3442 1.3442 -31
USD/CHF 1.0017 1.0017 -17
USD/JPY 109.30 109.30 -29
25 May 03:59