Outlook Teknikal Emas: Kembali Bearish Hingga Kisaran 1285

Aksi profit-taking para investor membuat logam kuning ini melemah kembali.

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

General Overview

Harga logam mulia emas ditutup melemah pada perdagangan Jumat kemarin, sehingga menandai pelemahan pertama dalam pekan kemarin.

Emas melemah pada pada penutupan pekan kemarin karena para investor dan pelaku pasar lainnya telah mengantongi beberapa keuntungan sebelum Thanksgiving pada saat logam kuning ini menguat. Sehingga hal inilah yang menyebabkan logam kuning ini melemah, walaupun greenback saat itu juga sedang diperdagangkan melemah. Emas melepaskan diri dari hubungan terbaliknya dengan dolar, yang tetap rendah setelah sinyal The Fed pada notulen FOMC pekan lalu.

XAUUSD Daily

 

Analisa dan Rekomendasi

Perhatikan chart H1 berikut ini. Harga emas pada saat analisa ini ditulis sedang berada di area 1287. Pergerakan yang dihasilkan pada perdagangan kemarin, membuat logam ini melemah kembali di kisaran 1285.

XAUUSD H1

 

Secara teknikal, emas sedang berkonsolidasi kembali pasca aksi profit taking dari para investor. Indikator teknikal pada grafik Hourly di atas saat ini menunjukkan pembacaan bearish, walaupun tidak terlalu kuat. Sehingga dengan demikian, masih ada peluang untuk logam ini menguat kembali.

Kekhawatiran atas naiknya suku bunga The Fed juga masih menjadi faktor utama yang mempengaruhi logam mulia ini. Menguatnya logam kuning belakangan ini karena dipicu oleh notulen FOMC kemarin yang menyatakan bahwa ada beberapa anggota yang masih mengkhawatirkan inflasi, sehingga pernyataan tersebut dinilai investor sebagai nada dovish untuk dollar dan membuat emas kembali naik. Namun, optimisme The Fed untuk tetap bisa menaikkan suku bunga akhir tahun ini juga yang membuat investor menjadi ragu, sehingga terkesan pergerakan emas menjadi terbatas. Oleh karena itu, sebelum adanya sinyal dan pergerakan yang jelas, maka bias untuk hari ini adalah NETRAL.

Namun masih ada skenario dan acuan yang dapat dicoba sebagai entry poin, berikut ulasannya:

  1. Untuk skenario Buy, level 1295.17 masih menjadi sorotan untuk entry poin Buy kali ini. Membuka posisi Buy pada level tersebut juga mengantisipasi pergerakan sideways saat ini yang sangat rentan oleh sinyal palsu ataupun repaint. Jika harga berhasil menembus level 1295.17 dan terkonfirmasi sehingga bergerak stabil di atasnya, maka posisi Buy dapat dengan aman dibuka. Sehingga posisi BUY dapat dibuka sesaat setelah mendapatkan peluang entry yang terkonfirmasi. Jika skenario breakout 1295.17 ini valid, maka sejatinya logam kuning ini akan menguji level psikologis 1300 atau bahkan hingga level 1308.42. Stop Loss dapat diletakkan di bawah swing low terdekat.
  2. Untuk skenario Sell, level support pada 1283.24 bisa menjadi acuan entry poin yang baik. Level ini juga belum mampu dipecahkan oleh logam kuning emas sehingga masih bisa dicoba untuk peluang entry Sell. Level tersebutlah yang akan digunakan untuk entry point Sell. Jika harga berhasil menembus level tersebut dan terkonfirmasi sehingga bergerak stabil di bawahnya, maka posisi Sell dapat dengan aman dibuka. Sehingga posisi SELL dapat dibuka sesaat setelah mendapatkan peluang entry yang terkonfirmasi. Jika skenario ini valid, maka sejatinya logam kuning ini akan kembali melemah hingga level 1277.82. Stop Loss dapat diletakkan di atas swing high terdekat.

Selalu ingat dan pahami resiko dan money management anda sebelum bertransaksi! Keep Your Trading Safe and Have a Good Trade!

R3    : 1308.42
R2    : 1300
R1    : 1295.17
Pivot    : 1288
S1    : 1283.24
S2    : 1277.82
S3    : 1271.65

*Penulis merupakan trader aktif pengguna strategi Intraday Breakout, sekaligus akun manager di sebuah perusahaan pialang lokal. Apabila ingin menyampaikan pertanyaan atau berdiskusi dengan Erik, Anda dapat menuliskannya pada kolom komentar di bawah ini atau mengunjungi halaman Tanya Jawab berikut.

Arsip Analisa By : Erik Tri Cahyo

Erik Tri Cahyo merupakan Forex Expert, Technical Analyst, sekaligus Account Manager di sebuah perusahaan pialang lokal. Strategi yang digunakan terutama Trend-following dengan kaidah Breakout dan Bounce.