Outlook Teknikal Intraday EUR/USD 22 Mei

Euro membukukan kenaikan hampir 1% di akhir pekan (Jumat 19 Mei) terhadap Dolar, sementara di sepanjang pekan (15 - 19 Mei) EUR/USD tercatat naik 2.5%.

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Euro membukukan kenaikan hampir 1% di akhir pekan (Jumat 19 Mei) terhadap Dolar, sementara di sepanjang pekan (15 - 19 Mei) EUR/USD tercatat naik 2.5%.

Strategi buy on dips atau mencari posisi buy ketika harga terkoreksi/pullback masih menjadi opsi yang lebih bijak dalam perdagangan jangka pendek/menengah, selama harga diperdagangkan di atas level Kijun-sen H4 (sekarang berada di posisi 1.1087).

Tapi yang mungkin perlu sedikit lebih dicermati adalah kondisi overbought pada chart Daily dan divergensi pada time frame H4 yang sewaktu-waktu meningkatkan risiko terjadinya koreksi menuju level-level support intraday, sehingga mengejar posisi buy di level-level sekarang barangkali juga tidak terlalu tepat kecuali jika price action/candle pattern memang memungkinkan atau memberikan peluang terhadap kondisi ini.

Sesuai dengan trading plan yang saya posting di akhir pekan, posisi buy @1.1080 berhasil menyentuh target 50 pips (@1.1130), sementara posisi pending order sell limit @1.1140 menyentuh SL 20 pips. Saya kemudian segera meletakkan switch posisi pending order buy stop (@1.1170) menargetkan 20 pips saja (sudah tereksekusi dan menyentuh target di akhir pekan) untuk menutup kerugian SL tersebut.

Saat ini barangkali sebaiknya meningkatkan kewaspadaan mengingat bahwa kita akan berhadapan dengan statement FOMC dan rilis data GDP AS (25 & 26 Mei) yang menjadi fokus market pekan ini dan diperkirakan berdampak mempengaruhi volatilitas market.

EURUSD H1 20170522

Pada sisi upside, break atau penutupan harga (H4/H1) di atas 1.1210 membuka jalan untuk menguji resisten 1.1230 (2 Agustus 2016) dan 1.1280 (26 September 2016). Tapi mengingat kondisi overbought chart Daily dan divergensi pada chart H4 maka risiko pullback menuju support 1.1170/60 adalah kemungkinan yang tidak dapat diabaikan untuk sementara ini.

Jika Anda berminat, posisi sell sedekat mungkin dengan 1.1200 membutuhkan SL di atas 1.1210 untuk menargetkan level support tersebut. Usahakan hanya menggunakan sepertiga atau seperempat dari volume lots yang sering Anda gunakan (untuk posisi counter-trend), sesuai dengan Money Management masing-masing. Dan sebaiknya step-aside jika harga masih dapat bergerak lebih tinggi untuk sejenak memperhatikan price action/candle pattern yang mencerminkan minat buyers/sellers di kisaran atau tak jauh dari level 1.1230.

Pada sisi downside, di bawah 1.1160 berpotensi menguji support berikutnya di kisaran 1.1140/20 dan 1.1100/1.1087.

Posisi buy yang sedekat mungkin dengan 1.1087 membutuhkan SL di bawah 1.1070 dan sebaiknya step-aside jika harga masih dapat bergerak lebih rendah di bawah 1.1070 yang masih berisiko memperpanjang pullback menuju area support 1.1049/40, untuk memperhatikan price action berikutnya terhadap level-level support tersebut.

Arsip Analisa By : Buge Satrio

Buge Satrio Lelono memiliki latar belakang pendidikan IT dan mengenal forex sejak tahun 2003 ketika platform Metatrader masih versi 3. Setelah berlatih di akun demo selama beberapa tahun dan mencoba berbagai teknik trading, Buge menekuni forex secara full-time sejak awal 2014. Kini aktif trading mengandalkan pengamatan Price Action, Ichimoku Kinko-hyo, Trading Plan, dan pengendalian risiko tak lebih dari 1 persen.

Pair Rate    
AUD/JPY 74.60 74.60 -23
AUD/USD 0.6972 0.6972 -4
EUR/CHF 1.1108 1.1108 8
EUR/USD 1.1383 1.1383 2
GBP/JPY 136.56 136.56 5
GBP/USD 1.2761 1.2761 35
NZD/USD 0.6647 0.6647 22
USD/CAD 1.3177 1.3177 8
USD/CHF 0.9758 0.9758 6
USD/JPY 107.01 107.01 -26
25 Jun 17:10