Advertisement

iklan

Panen Kontrak Baru, Harga Saham GMFI Siap Take Off

285729

Pertemuan IMF-World Bank menjadi momentum GMFI untuk meningkatkan kinerjanya. Potensi kenaikan ini bahkan bisa melampaui induk usahanya, yakni PT Garuda Indonesia (GIAA).

FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Tidak dipungkiri lagi, investor selalu melihat kinerja PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk. tidak bisa lepas dari bayang-bayang induk usahanya, yakni PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Padahal, kinerja GMFI jauh lebih positif dibandingkan induk usahanya. Selama tiga tahun terakhir saat kinerja Garuda Indonesia terpuruk dan harga sahamnya terus terkoreksi, harga saham GMFI pun ikut terdampak. Sepanjang tahun berjalan (year-to-date), harga saham GIAA telah terkoreksi 31.33%, sedangkan harga saham GMFI turun 14.47%.

Namun, pertemuan IMF-WB di Bali pekan lalu tampaknya meninggalkan jejak positif bagi kinerja GMFI. Pasalnya, perseroan mengantongi kontrak kerja sama senilai ratusan juta Dolar. Kondisi ini diyakini bisa menjadi momentum taking off saham GMFI, yang terlihat meninggalkan harga saham GIAA.

Potensi kenaikan GMFI

Berdasarkan catatan perusahaan, GMFI membukukan kontrak kerja sama strategis dengan Air France-KLM senilai USD400 juta dan PT China Communication Indonesia senilai USD500 juta. Kontrak-kontrak kerja sama ini akan memperkuat kapabilitas GMFI dan mendukung ambisi perseroan untuk menjadi 10 besar pemain MRO dunia.

 

Sentimen Penunjang GMFI

Menurut riset yang dipublikasikan MNC Sekuritas, ada beberapa sentimen positif yang akan mengerek kinerja GMFI di masa mendatang, tentunya terlepas dari keberhasilan perseroan membukukan kontrak-kontrak kerja sama strategis tersebut.

  • Pertama, GMFI terus berupaya meningkatkan komposisi pendapatan dari maskapai-maskapai non afiliasi. Berdasarkan laporan keuangan perseroan, 52% pendapatan GMFI masih berasal dari induk usaha, sehingga kinerja perseroan masih dipengaruhi oleh Garuda Indonesia.
  • Kedua, perseroan fokus pada bisnis servis mesin dan komponen, yang bisa menghasilkan margin lebih gemuk.
  • Ketiga, perseroan akan melakukan finalisasi global footprint-nya di Australia. Langkah ini akan menyumbangkan tambahan pendapatan sebesar USD5 juta pada 2019 mendatang.

Selain itu, GMFI pun gencar melakukan ekspansi organik, salah satunya dengan memulai pembangunan hanggar di Batam yang diprediksi selesai selambat-lambatnya pada awal tahun depan. Dengan sibuknya penerbangan di titik dekat Singapura tersebut, kontribusi hanggar Batam pada Topline GMFI diyakini mencapai 8%.

Kalangan analis merekomendasikan buy saham GMFI dengan target harga mencapai Rp370. Dalam sepekan terakhir, isu kerja sama strategis telah menerbangkan saham GMFI di kisaran 9%. Saat ini, saham GMFI diperdagangkan dengan rasio PE 12.8 kali.

Arsip Analisa By : Alia Tarmizi

Penulis lepas bidang saham yang juga merupakan investor pasar modal. Selain itu, Alia merupakan pemerhati aksi korporasi emiten. Penulis sudah berkecimpung lebih dari 3 tahun dalam tulis-menulis sektor ekonomi dan update terhadap isu-isu nasional.