Advertisement

iklan

Pasar Waspadai Fed Rate Cut Pertama Sejak 2008

289443

Jika pergerakan harga secara historis merupakan tolok ukur yang dapat diandalkan, apakah sell USD/JPY bisa menjadi tindakan tepat setelah pemotongan suku bunga Fed?

acy

iklan

Advertisement

iklan

Pekan ini, Ketua Fed Jerome Powell diperkirakan mengumumkan pemotongan suku bunga AS untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu dekade terakhir. Peristiwa tersebut juga diyakini akan menjadi momen ketika Powell mengungkapkan upayanya mencari kebijakan yang tepat untuk "mengamankan" perekonomian AS, dari risiko pelemahan outlook global dan meningkatnya ketegangan perdagangan.

Jika proyeksi di atas benar terjadi, maka itu akan menjadi pemanngkasan suku bunga Fed pertama setelah krisis keuangan global, sekaligus menandai pembalikan yang luar biasa dari siklus pengetatan tahun lalu. Persentase peluang pemotongan suku bunga Fed sebesar 25 basis poin saat ini sudah mencapai 80%, sementara untuk Rate Cut 50 bps mendapat persentase peluang 20% saja. Ekspektasi tersebut muncul, terlepas dari kenyataan bahwa ekonomi AS mengalami pertumbuhan beruntun terpanjang sejak 1854, dengan tingkat pengangguran yang mendekati rekor terendahnya, dan harga-harga di pasar ekuitas yang menunjukkan capaian tertinggi.

Di balik langkah penurunan suku bunga yang kini gencar diproyeksikan, terdapat empat poros dalam penekanan dan pemikiran di antara para pejabat Fed, yang masing-masing telah berkontribusi pada perubahan arah kebijakan bank sentral.

Ketika Powell mengisyaratkan bahwa Fed menghentikan siklus pengetatannya awal tahun ini, ia menekankan bahwa sikap yang akan diambil lebih tertuju pada "kesabaran". Setiap perubahan kebijakan di masa depan akan ditentukan oleh data yang dihasilkan; jika data ekonomi ternyata lebih kuat dari yang diharapkan, Fed mungkin akan kembali pada peningkatan suku bunga, sementara bila indikator ekonomi melemah, maka Fed mungkin meresponnya dengan penurunan suku bunga.

Kebijakan Suku Bunga Fed

Sejak awal tahun lalu, memang ada beberapa tanda perlambatan, salah satunya adalah pertumbuhan ekonomi di kuartal kedua yang turun dari 3.1% ke 2.1%. PDB menunjukkan perlambatan substansial dalam investasi bisnis, sementara indikator lain tampak relatif stabil. Tingkat konsumsi tetap kuat, begitu pula dengan pasar tenaga kerja yang mengalami pertumbuhan lapangan kerja solid di bulan Juni.

Yang berubah justru adalah evaluasi Fed akan risiko terhadap perekonomian AS. Akibatnya, Bank Sentral AS itu pun merasa perlu untuk melakukan tindak pencegahan, karena khawatir jika tensi dagang bisa berimbas fatal pada pertumbuhan ekonomi. Mereka juga tak ingin jika pelonggaran kebijakan moneter baru diterapkan sebagai reaksi ketika ekonomi sudah jatuh akibat risiko-risiko yang sebelumnya dikhawatirkan.

Sinyal jelas pertama yang mengindikasikan jika Powell sedang mempertimbangkan penurunan suku bunga datang di awal Juni lalu, ketika masalah perdagangan AS masih berkecamuk. Pembicaraan dengan China telah menemui jalan buntu, sehingga menyebabkan peningkatan tarif di luar dugaan dan eskalasi konflik bilateral dengan China. Di saat yang sama, Presiden AS Donald Trump juga mengancam akan memberlakukan tarif pada produk-produk dari Meksiko.

Keadaan mulai membaik ketika AS dan China berada di ambang kesepakatan beberapa minggu kemudian. Namun demikian, para pejabat The Fed yang tidak pernah merasa tenang dengan kebijakan perdagangan Trump, masih mengkhawatirkan risiko-risiko gangguan dari situasi AS-China yang masih belum stabil.

 

Instrumen Trading Pilihan Kami

EUR/USD

Pasangan mata uang ini kemungkinan sedikit menguat, dengan target harga mingguan di level 1.1170.

Grafik EURUSD

 

USD/JPY

Bergerak melemah tipis, pair ini berpeluang merosot lebih dalam menuju 108.15, terutama di tengah antisipasi Fed Rate Cut.

Grafik USDJPY

 

XAU/USD

Harga emas diproyeksi sedikit naik, dengan perkiraan penguatan ke 1437 dalam minggu ini.

Grafik XAUUSD

 

US30USD

Indeks saham ini bernuansa cukup bearish, sehingga kemungkinan melemah ke 26847 pada pekan ini.

Grafik US30USD

 


Franky Nangoy

Market Strategist - Fullerton Markets

Dengan lebih dari 15 tahun pengalaman profesional dalam forex, Franky telah mengambil berbagai peran di industri ini. Ia menjadi konsultan dan analis untuk broker lokal dan internasional, dan saat ini memegang peranan sebagai Market Strategist di Fullerton Research, dimana ia bertanggung jawab mempersiapkan materi pembelajaran secara rutin, seperti Weekly Market Research dan webinar secara langsung untuk Audience global. Kelebihannya terletak pada analisis pasar Indonesia.

Pada tahun 2018, Franky menyelesaikan serangkaian Roadshow di 11 kota di seluruh Indonesia, menjangkau para trader, baik yang pemula maupun berpengalaman dengan wawasan dan kebijaksanaan terkait forex.

Arsip Analisa By : Fullerton Markets

Didirikan sejak 2015, broker Fullerton Markets menawarkan trading forex pada MT4 dengan spread rendah dan layanan menyalin trader sukses. Fitur yang bernama CopyPip itu memuat lebih dari 300 Signal Provider yang bisa disalin dengan mudah dan membuka peluang pendapatan tambahan bagi para profesional. Profil Selengkapnya

Pair Rate    
AUD/JPY 73.61 73.61 -5
AUD/USD 0.6793 0.6793 0
EUR/CHF 1.1005 1.1005 4
EUR/USD 1.1030 1.1030 -7
GBP/JPY 136.62 136.62 -55
GBP/USD 1.2607 1.2607 -43
NZD/USD 0.6329 0.6329 -10
USD/CAD 1.3203 1.3203 5
USD/CHF 0.9977 0.9977 10
USD/JPY 108.36 108.36 -7
14 Oct 07:10