Pasca Rilis CPI AS, DXY Dalam Lintasan Descending Triangle

Greenback mengikis pelemahannya setelah rilis data CPI AS yang mengecewakan. Terbentuknya Descending Triangle mencerminkan sikap pasar yang wait and see.

Advertisement

iklan

FirewoodFX

iklan

Sempat tertekan setelah data inflasi konsumen (CPI) AS merilis angka yang mengecewakan pada perdagangan Jumat (10/Mei) lalu, Greenback kini telah mengikis pelemahannya, menyusul laporan yang menyebutkan bahwa Presiden AS Donald Trump tengah bersiap menaikkan tarif susulan.

 

Info Fundamental

Risk Aversion mendominasi sentimen hampir di sepanjang pekan lalu, karena memanasnya hubungan perdagangan AS-China yang diawali oleh ancaman Trump pada hari Minggu (05/Mei) silam. Melalui akun Twitter-nya, Presiden AS tersebut mengutarakan bakal menaikkan tarif impor karena menganggap China telah melanggar beberapa poin kesepakatan dari negosiasi sebelumnya.

Di penghujung pekan, tarif impor atas produk China senilai $200 miliar memang dinaikkan dari 10 persen menjadi 25 persen. Trump kemudian dikabarkan telah memerintahkan persiapan tarif baru untuk barang-barang senilai $325 miliar. Jika mulai berlaku, itu berarti hampir semua impor atas produk China akan dikenakan tarif 25 persen.

 

Teknikal Indeks Dolar

DXY atau Indeks Dolar yang mengukur kinerja Greenback terhadap enam mata uang utama lainnya (EUR, JPY, GBP, CAD, SEK, CHF), ditutup melemah 0.10 persen di level 97.32 pada penutupan perdagangan menjelang akhir pekan, setelah sempat merosot hingga mengancam breakout support 97.15 (Low 1 Mei)

Pada grafik H4 di bawah ini, penutupan harga di bawah minor support trendline tidak serta merta mendorong penurunan lebih lanjut untuk mengancam support 1 Mei. Dengan demikian, update atau penyesuaian chart pattern memang dibutuhkan. Dalam hal ini, kita segera bisa mengidentifikasi lintasan atau konsolidasi harga yang mengerucut dalam Descending Triangle. Pattern tersebut mencerminkan kehati-hatian pasar yang cenderung wait and see, setelah turunnya minat terhadap aset berisiko di sepanjang pekan lalu. 

DXY 20190511

Pada grafik DXY di atas, setelah Double Bottom (terhadap level support Low 1 Mei) dan terbentuknya Inside Bar, tampaknya peluang untuk mengejar breakout Triangle menjadi lebih cenderung ke sisi upside ketimbang downside.

Namun segala sesuatu tentu masih bisa terjadi, termasuk kemungkinan investor mulai mengabaikan konfilik dagang AS-China yang bisa mendongkrak aset berisiko, atau jika Retail Sales AS (dirilis pekan depan) tak dapat memenuhi ekspektasi.

Arsip Analisa By : Buge Satrio

Buge Satrio Lelono memiliki latar belakang pendidikan IT dan mengenal forex sejak tahun 2003 ketika platform Metatrader masih versi 3. Setelah berlatih di akun demo selama beberapa tahun dan mencoba berbagai teknik trading, Buge menekuni forex secara full-time sejak awal 2014. Kini aktif trading mengandalkan pengamatan Price Action, Ichimoku Kinko-hyo, Trading Plan, dan pengendalian risiko tak lebih dari 1 persen.

Pair Rate    
AUD/JPY 75.47 75.47 -46
AUD/USD 0.6893 0.6893 12
EUR/CHF 1.1212 1.1212 -47
EUR/USD 1.1182 1.1182 32
GBP/JPY 138.57 138.57 -114
GBP/USD 1.2656 1.2656 -5
NZD/USD 0.6519 0.6519 24
USD/CAD 1.3485 1.3485 47
USD/CHF 1.0027 1.0027 -69
USD/JPY 109.50 109.50 -85
24 May 02:10