Advertisement

iklan

Profil Penulis : Aditya Putra

Aditya Putra telah aktif di dunia saham selama lebih dari 6 tahun dan hingga saat ini masih menjadi seorang Equity Analyst di perusahaan sekuritas. Aditya menyukai Value Investing, selalu berhasrat menemukan 'Hidden Gems' di saham-saham Small Caps Indonesia, dan terus mengamati saham-saham yang 'salah harga'. 

iklan

iklan

Posisi IHSG sejauh ini sangat solid, namun koreksi sehat diperlukan agar membentuk support yang kuat. Tidak banyak katalis positif maupun negatif di akhir pekan lalu.
Saham-saham perbankan yang sebelumnya direkomendasikan kemarin mengalami sentimen jual, meski sempat mencatatkan kenaikan di sesi awal. Jadi, saatnya beralih dulu ke saham lapis kedua dan ketiga.
Keputusan The Fed untuk menaikkan suku bunga menjadi sinyal positif bagi saham-saham perbankan. Emiten apa saja yang menarik disimak?
Penurunan harga minyak dunia serta data inflasi menahan reli pasar. Menjelang pengumuman kebijakan The Fed, saham apa saja yang menciptakan peluang trading?
Banyaknya katalis pasar minggu ini membuka peluang bagi saham-saham yang menunjukkan indikasi kenaikan secara teknikal. Apa saja contohnya?
Pembicaraan antara Rusia dan Ukraina telah gagal mencapai kesepakatan gencatan senjata potensial. Disamping itu, Inflasi AS saat ini berada di level +7.9 persen atau tertinggi sejak 40 terakhir.
Harga komoditas pagi ini mulai terkoreksi, diawali oleh harga minyak yang merespon keinginan Presiden Ukraina untuk berdamai dengan Rusia.
Terpantau saham-saham komoditas mulai mengalami koreksi di penutupan perdagangan kemarin. Simak saham lain yang potensial untuk hari ini.
Komoditas Nikel naik di atas 50 persen semalam. Adakah peluang saham yang bisa diambil dari peningkatan harga tersebut? Simak analisa selengkapnya berikut ini.
Berita terbaru menyebutkan bahwa PLTN Ukraina diserang dan bisa memicu bencana nuklir 10 kali lebih besar dari Chernobyl. Hal ini kembali membuat harga komoditas dunia berpotensi melambung.
Bursa saham AS, Eropa, dan Regional kembali rontok. Namun hal itu tidak terjadi di bursa saham kita, sehingga ada pilihan saham yang menarik untuk disimak hari ini.
Selain rebound, saham-saham ini juga mengindikasikan sinyal breakout dalam jangka pendek. Simak skenario teknikalnya di bawah ini.
Apa yang menjadi katalis saham AALI ke depan? Apakah harga CPO bisa menembus level RM 6000/mt? Simak ulasannya di bawah ini.
Saham ACES secara year-to-date sudah turun 22 persen, dan satu tahun terakhir telah turun 29 persen. Adakah peluang saham ACES kembali meningkat?
Dalam analisa saham ini, kita akan melihat saham-saham apa yang terihat menarik untuk ditradingkan selama invasi Rusia ke Ukraina.
Tekanan market dari sisi eksternal masih sangat kuat. Meski demikian, masih ada peluang saham-saham ini bisa outperformed selama sepekan ke depan jika ditelisik secara teknikal.
Mulai dari PTBA hingga TPIA, simak deretan saham yang diuntungkan dengan katalisnya masing-masing pada awal tahun ini.
Kenaikan saham tentu banyak faktor yang mendasarinya. Jangan pernah tergiur kenaikan saham yang terlampau cepat, karena bisa saja kita ternyata beli di pucuk dan malah nyangkut, Bagaimana view saham RONY?
Anak usaha Adaro Energy akan segera listing di Bursa Efek Indonesia (BEI). Bagaimana kondisi dan prospek perusahaan ini sebenarnya?
Pergerakan saham ARTO cukup menarik untuk disimak, baik dari segi finansial maupun teknikalnya. Apakah kondisinya cukup mendukung untuk prospek ke depan?
ADRO telah menguat +8.3% dalam sepekan. Apa yang membuat saham ADRO lari kencang? Bagaimana peluang sahamnya jika menimbang pembangunan smelter alumunium?
Menunggu peluang apakah IHSG bisa rally tentu menjadi harapan bersama, namun jangan sampai tidak melihat jajaran saham yang potensial di pekan terakhir Desember ini.
Inisiasi digital yang telah dilakukan oleh Kalbe Farma tidak sia-sia. Sejauh mana proyeksi harga saham KLBF akan melaju?
Menurut riset Google, Temasek, dan Bain & Company, nilai pasar digital diperkirakan akan naik tiga kali lipat pada tahun 2025. Benarkah SCMA terkerek isu ini?
Apakah kenaikan harga CPO akan kembali terjadi? Dan sampai di level berapakah harga saham CPO akan berlabuh?