Profil Penulis : Alpari

Alpari Group merupakan sebuah perusahaan yang telah berdiri sejak tahun 1998 dengan aktivitas utama menyediakan fasilitas trading forex, binary options, logam mulia, dan CFD (Contract for Difference). Alpari menawarkan layanan trading terdepan serta solusi teknologi untuk trading dan investasi online secara lengkap bagi klien dari berbagai negara di dunia. Profil Selengkapnya
FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Konten Oleh Alpari

Meskipun terpengaruh oleh hasil laporan ekonomi yang tak menentu, harga emas dalam jangka menengah masih diproyeksi bullish. Berikut ulasannya.


Setelah cenderung bearish pada sesi trading kemarin karena buruknya data ekonomi Jerman, EUR/USD sedang mencari pijakan untuk naik kembali.


Pasar memilih emas sebagai safe haven setelah The Fed memutuskan untuk menahan suku bunga dan tidak mengindikasikan Hike lanjutan.


AUD/USD sedang bergerak ranging dan kemungkinan tertekan oleh berkurangnya permintaan batu bara dunia. Namun secara teknikal, pair ini menunjukkan sinyal bullish.


Terdapat 2 skenario pergerakan GBP/USD atas hasil voting Brexit di parlemen Inggris hari ini. Apa sajakah itu? Simak uraian lengkapnya di bawah ini.


Indeks Dolar mengawali tahun 2019 dengan penurunan yang cukup mengkhawatirkan. Apakah ini hanya sementara atau justru menjadi awal tren bearish yang lebih panjang?


Munculnya suara ketidaksetujuan dalam rencana Fed Rate Hike tahun ini membuat pasar tak lagi berminat pada Dolar AS. Hal ini menjadi momentum kenaikan bagi Dolar New Zealand.


Emas gagal mengambil momentum dari penurunan data JOLTS AS. Harga logam mulia ini cenderung sideways dan diproyeksi akan melemah menuju 1258.497.


Meredupnya kinerja ekonomi AS tidak hanya mengangkat harga emas, tapi juga harga perak. Meski masih dikuasai tekanan jual, XAG diperkirakan masih mampu melanjutkan kenaikan.


Dengan situasi ekonomi global yang cenderung melemah, harga minyak mentah masih akan terus turun sebelum mendapat momentum kenaikan.