Advertisement

iklan

Profil Penulis : Buge Satrio

Buge Satrio Lelono memiliki latar belakang pendidikan IT dan mengenal forex sejak tahun 2003 ketika platform Metatrader masih versi 3. Setelah berlatih di akun demo selama beberapa tahun dan mencoba berbagai teknik trading, Buge menekuni forex secara full-time sejak awal 2014. Kini aktif trading mengandalkan pengamatan Price Action, Ichimoku Kinko-hyo, Trading Plan, dan pengendalian risiko tak lebih dari 1 persen.

iklan

iklan

Outlook jangka pendek hingga jangka panjang Dolar AS menjadi cukup menarik untuk disimak menyusul rilis data inflasi AS periode Juli.
Sejauh ini, Euro masih bergerak dengan range terbatas terhadap Dolar AS. Investor cenderung "wait and see" menjelang rilis data inflasi AS.
Rentang minor support/resistance sejauh ini belum berubah. Ada kemungkinan range tersebut tetap utuh hingga menjelang publikasi data inflasi AS.
Pergerakan harga kemungkinan akan terbatas pada hari ini karena pelaku pasar cenderung berhati-hati menjelang data tenaga kerja AS yang akan dirilis besok.
Bias jangka pendek/menengah masih negatif, tapi ada peluang untuk melanjutkan konsolidasi yang lebih tinggi selama harga bergerak di atas 1.0129/1.0096.
Fase konsolidasi adalah skenario jangka pendek/menengah yang tidak dapat diabaikan menyusul price action (Daily/H4) dan divergensi RSI (H4).
Putusan kebijakan ECB menjadi fokus pasar pekan ini. Gejolak harga kemungkinan akan terjadi saat pengumuman dan konferensi pers yang berlangsung petang nanti.
Potensi untuk melanjutkan rebound menuju resistance Monthly 1.0340 makin terbuka setelah terbentuknya pola candle Three White Soldiers.
Potensi untuk memperpanjang pemulihan masih cukup terbuka, tapi waspadai pula skenario recovery yang bersifat sementara mengingat outlook Daily masih negatif.
Ekonom memperkirakan inflasi tahunan AS meningkat jadi 8.8 persen. Breakout tegas di bawah 1.0000 dapat memicu aksi jual susulan.
Merosot 2.31 persen di sepanjang pekan lalu, level psikologis 1.0000 jadi tambah mendekat. Bagaimana skenario trading EUR/USD dalam kondisi bearish ini?
Merosot tajam pada perdagangan kemarin, Euro terbebani melonjaknya harga gas. Sedangkan USD ditopang oleh naiknya yield obligasi AS.
Euro masih rentan bearish terhadap Dolar AS. Di sisi lain, waspadai pula kemungkinan terbentuknya Triple Bottom.
Kecenderung bearish sementara ini masih mewarnai bias jangka pendek hingga menengah. Data inflasi Zona Euro diharapkan dapat menjadi penentu aksi harga berikutnya.
Gejolak volatilitas harga meningkat belakangan ini. Pasar tengah dikuasai kekhawatiran resesi dan masih tingginya inflasi.
Pasangan mata uang ini belum terbebas dari ancaman bearish selama bergerak di bawah 1.0642.
Aset kripto kian terpuruk karena kebijakan pengetatan moneter Federal Reserve yang agresif. Berikut proyeksi Bitcoin dan Ethereum secara fundamental dan teknikal.
Masih adanya divergensi kebijakan antara The Fed dan ECB menyebabkan pasangan mata uang ini rentan terhadap risiko penurunan yang lebih dalam.
Grafik Weekly masih menunjukkan konsolidasi di lintasan Ascending Triangle. Sedangkan, price action Daily menunjukkan kecenderungan harga mengejar kisaran 1900.
Pergerakan harga di bawah 1.0642 masih akan berisiko memicu aksi jual berikutnya. Sementara itu, data inflasi AS menjadi fokus pasar pada hari ini.
Belum ada yang berubah dalam jangka pendek hingga menengah. Investor cenderung wait and see menjelang putusan suku bunga ECB.
Pasangan mata uang ini masih berada di persimpangan usai rilis data tenaga kerja AS Jumat pekan lalu.
Belum ada yang berubah untuk perdagangan jangka pendek dan menengah. Investor saat ini sedang menanti data tenaga kerja AS yang akan dirilis malam ini.
Di satu sisi, pair ini masih berisiko bearish selama bergerak di bawah resistance trendline. Di sisi lain, potensi memperpanjang rebound masih terbuka selama harga bergerak di atas 1.0642.
Setelah bergerak dalam range sideways, level 1.3565 menjadi fokus untuk mewaspadai aksi beli menjelang data inflasi Inggris pada hari ini.