Advertisement

iklan

Profil Penulis : Erik Tri Cahyo

Erik Tri Cahyo merupakan Forex Expert, Technical Analyst, sekaligus Account Manager di sebuah perusahaan pialang lokal. Strategi yang digunakan terutama Trend-following dengan kaidah Breakout dan Bounce.
Xm

iklan

Advertisement

iklan

Emas bergerak bullish dan dibuka lebih tinggi pada perdagangan pagi ini karena investor masih mengkhawatirkan penyebaran virus Corona. Lalu bagaimanakah skenario trading hari ini? Berikut ulasannya.
Emas bergerak bullish dan berhasil mencatatkan penguatan tipis pada perdagangan kemarin. Lalu bagaimanakah skenario trading hari ini? Berikut ulasannya.
Emas bergerak konsolidatif dan stabil diperdagangkan di sekitar level 1560-an. Lalu bagaimanakah skenario trading hari ini? Berikut ulasannya.
Emas kembali tergelincir setelah mencetak harga tertinggi dalam dua pekan terakhir. Lalu bagaimanakah skenario trading hari ini? Berikut ulasannya.
GBP/JPY kini semakin merosot setelah tertolak dari zona Resisten 144.26. Bias jangka pendek otomatis berubah menjadi bearish, sehingga Sterling kini memasuki fase bearish korektif.
Secara teknikal, bias intraday emas masih bullish. Lalu bagaimanakah skenario trading hari ini? Berikut ulasannya.
EUR/USD kini sedang mencoba menguji zona psikologis 1.1100. Sebaiknya antisipasi pergerakan bearish lanjutan ketika level tersebut mampu ditembus.
Pakta dagang Fase Satu telah resmi ditandatangani, sehingga emas berjangka tergelincir hingga ke level 1548. Lalu bagaimanakah skenario trading hari ini? Berikut ulasannya.
Emas merangkak naik jelang penandatanganan pakta dagang Fase Satu antara AS dengan China. Lalu bagaimanakah skenario trading hari ini? Berikut ulasannya.
Pergerakan korektif EUR/GBP tampak mulai melemah karena berkonsolidasi di sekitar DMA 50. Dengan demikian, peluang sell masih terbuka lebar.
Emas bergerak bearish dan melanjutkan pelemahan jelang penandatanganan kesepakatan dagang antara AS dan China. Lalu bagaimanakah dengan skenario trading hari ini? Berikut ulasannya.
Emas bergerak bullish dan ditutup menguat di area 1561 pada perdagangan kemarin. Lalu bagaimanakah skenario trading hari ini? Berikut ulasannya.
Emas melanjutkan pergerakan bearish-nya dan ditutup melemah pada perdagangan kemarin. Lalu bagaimanakah skenario trading hari ini? Berikut ulasannya.
Emas sempat melonjak hingga level tertinggi multi tahunan di angka 1612. Namun, aset safe haven ini kembali tergelincir ke angka 1550 akibat konflik AS -Iran kian memanas.
Emas melonjak hingga menyentuh level tertinggi dalam tujuh tahun terakhir karena dipicu oleh konflik bersenjata antara AS dan Iran.
Emas mengawali perdagangan perdananya di tahun 2020 ini dengan mencatatkan penguatan. Lalu bagaimanakah skenario trading hari ini? Berikut ulasannya.
Emas kembali bergerak bullish hingga menguji level tertinggi 1525 pada perdagangan kemarin. Lalu bagaimanakah dengan skenario trading hari ini? berikut ulasannya.
Emas bergerak konsolidatif dan stabil diperdagangkan di sekitar level 1515 jelang penutupan perdagangan di tahun 2019 ini. Lalu bagaimanakah skenario trading hari ini? Berikut ulasannya.
Emas kembali bergerak bullish dan melanjutkan penguatan hingga menyentuh level 1512. Lalu, bagaimanakah dengan skenario trading hari ini? Berikut ulasannya.
Emas bergerak menguat karena meningkatnya permintaan emas fisik saat perayaan malam Natal. Lantas bagaimanakah skenario entry yang bisa diambil?
Emas masih berkonsolidasi dan tetap stabil diperdagangkan di sekitar level 1475 sebagai dampak dari bias Netral yang belum berakhir.
Emas masih berkonsolidasi dan tetap stabil diperdagangkan di sekitar level 1475 sebagai dampak dari bias Netral yang belum berakhir.
Emas berkonsolidasi dan diperdagangkan stabil di sekitar level 1475 pada perdagangan kemarin. Perkembangan dari negosiasi perang dagang masih menjadi sorotan.
Pergerakan bullish emas membuatnya ditutup menguat di level 1475. Lalu bagaimanakah dengan skenario trading hari ini? Berikut ulasannya.
Emas kembali terjatuh dan menghapus seluruh keuntungan yang sudah didapat setelah AS tawarkan pembatalan tarif impor demi meredakan tensi perang dagang.