iklan

Profil Penulis : EXCO

adalah broker yang berbasis di St. Vincent and the Grenadines dan terdaftar dengan nomor registrasi 25143 IBC 2018. Layanan trading yang ditawarkan meliputi leverage hingga 1:500, spread mulai 0.5 pips, deposit mulai 10 USD, dan kebebasan trading dengan beragam instrumen seperti forex, komoditas, saham, indeks, dan mata uang kripto.

iklan

iklan

EUR/USD melanjutkan trend bullish dan kini membidik 1.22, sementara GBP/USD membuka peluang reli ke 1.35.
Setelah mengamankan level 1.20, Euro sukses mempenetrasi area 1.21. Di lain pihak, Pound masih rentan tertekan di bawah 1.33.
Setelah reli bullish mengantarkan Euro dan Pound melesat cukup tajam, bias perdagangan hari ini membuat kedua mata uang tersebut terkoreksi.
Euro membidik Resistance 1 sebagai target kenaikan berikutnya, sementara Pound berupaya menggapai 1.34 meski masih rentan turun di bawah EMA 77.
Tidak seperti Euro yang masih naik kencang menuju level kunci 1.20, Pound masih berkutat di area EMA 77 dan terancam melorot di bawah 1.33.
EUR/USD bergerak bullish di atas Pivot Point, sementara GBP/USD masih berjuang menuju area 1.34. Simak outlook selengkapnya untuk kedua pair tersebut di sini.
Euro dan Pound tergelincir setelah reli bullish sejak awal pekan. EUR/USD berisiko mengancam S1, sementara GBP/USD berpeluang tertekan hingga 1.33.
Kenaikan Euro tidak dibarengi oleh Pound yang masih berjuang mencapai 1.34. Simak outlook EUR/USD dan GBP/USD selengkapnya di bawah ini.
Secara mengejutkan, seller mampu membenamkan Euro dan Pound terhadap Dolar. Mampukah buyer kembali mengangkat harga ke level tinggi sebelumnya?
Tidak seperti biasanya, pergerakan EUR/USD dan GBP/USD sedikit berbeda. Euro tampak enggan melanjutkan reli, sementara Pound melenggang tanpa hambatan.
Berhasil mengamankan posisi di atas EMA pada sesi perdagangan hari sebelumnya, EUR/USD dan GBP/USD justru kembali terancam merosot di bawah EMA pada hari ini.
Euro tergelincir di bawah EMA 200 dan dikhawatirkan anjlok hingga S2. Sementara itu, Pound bergerak di bawah EMA 77 setelah sempat menyentuh 1.33.
Sempat terkonsolidasi, Euro akhirnya menanjak versus Dolar pada perdagangan hari ini. Sementara itu, Pound konsisten menguat dan membidik level 1.33.
Meski masih mempertahankan reli kenaikan secara garis besar, Euro menghadapi resistance kuat di R2 sementara Pound kesulitan bertahan di atas EMA 77.
Perubahan bias perdagangan di akhir pekan membuat EUR/USD dan GBP/USD mendapatkan momentum penguatan yang masih berlanjut hingga awal minggu ini.
EUR/USD terangkat naik lebih dulu, tetapi belum ada konfirmasi bullish lanjutan. Sementara itu, GBP/USD masih berjuang di kisaran EMA 77.
Baik Euro maupun Pound gagal mempertahankan reli bullish. Keduanya terkonfirmasi bearish setelah menembus level EMA dan belum mampu bangkit.
Perubahan bias pasar membuat EUR/USD dan GBP/USD mengalami pergerakan yang berbeda. Level-level apa saja yang harus diperhatikan?
Setelah sesi perdagangan bullish yang meyakinkan, baik EUR/USD maupun GBP/USD menghadapi tekanan dan kini berjuang mempertahankan posisi di atas support EMA.
Euro kini berusaha mendobrak level 1.19, sementara Pound sedikit terkoreksi setelah sampai di level 1.1315. Bagaimana skenario pergerakan berikutnya?
Baik Euro dan Pound masih sama-sama bullish. Namun, sebaiknya waspadai level 1.31 dalam pergerakan GBP/USD.
Volatilitas ekstrem di tengah antisipasi hasil Pemilu AS membuat Euro Dan Pound terseret dalam arus pergerakan yang tidak menentu.
Setelah tertekan cukup dalam, Euro dan Pound akhirnya terangkat naik dan diperkirakan pulih mencapai level-level kunci berikut ini.
Reli bullish Dolar AS menekan Euro dan Pound. Level 1.16 menjadi fokus support EUR/USD, sementara 1.28 berisiko tersentuh jika bias bearish GBP/USD masih dominan.
Jebloknya EUR/USD di awal pekan membuat bias pergerakan harga menjadi bearish. GBP/USD pun cenderung lesu, dengan EMA 77 menjadi fokus saat ini.

Kesulitan Akses Seputarforex?
Silahkan buka melalui https://bit.ly/seputarforex


Alternatifnya, lakukan solusi ini jika Anda mengakses lewat:
PC   |   Smartphone