Profil Penulis : Ferdi Jo

Ferdi Jo mulai mengenal forex pada 2006, berawal dari seorang rekan kerja di Departemen IT sebuah perusahaan terkemuka. Setelah menggali pengetahuan selama beberapa tahun, kini Ferdi menjadi trader full-time dengan strategi trading mengandalkan Elliott Wave.
acy

iklan

Advertisement

iklan

Konten Oleh Ferdi Jo

Setelah bergerak dalam range, emas menatap kemungkinan bearish karena prospek jangka menengah USD masih positif.


Emas kembali melemah meski Dolar AS tengah tak bertenaga. Secara teknikal, Emas akan melanjutkan koreksi bullish sebelum kembali turun tajam.


Emas kembali tertekan setelah rilis laporan Pesanan Barang Tahan Lama AS. Selain data tersebut, penguatan Dolar juga dipengaruhi oleh pernyataan dovish ECB.


Setelah sempat bullish karena negosiasi Trump-JJuncker yang berjalan mulus, emas kembali melemah, kali ini akibat melemahnya Yuan.


Buyers kembali masuk ke pasar emas karena merespon grafik bullish. Di sisi fundamental, penurunan Treasury Yield, Dolar, dan minat risiko juga mendukung emas.


Meski menguat tipis, emas secara umum diliputi sentimen bearish setelah Yield Treasury AS melonjak. Bagaimana proyeksinya secara teknikal menurut hitungan Elliott Wave?


Setelah menguat karena pernyataan Donald Trump, emas kini turun tipis. Secara teknikal, struktur pergerakan naik emas memang masih korektif.


Struktur rebound emas masih dapat disebut korektif. Artinya, pergerakan turun Emas untuk membuat catatan rekor terendah lainnya masih mungkin terjadi


Para buyer emas mencoba memicu reli short-covering, tetapi kemudian menyerah karena tidak ada tindak lanjut dari reli korektif tersebut.


Pergerakan naik emas terpantau masih korektif secara stuktural. Outlook keseluruhan Emas juga masih bearish, sehingga kemungkinan emas untuk melemah lagi masih ada.