Advertisement

iklan

Profil Penulis : Martin

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.
FirewoodFX

iklan

Advertisement

iklan

Data berdampak hari ini adalah Machinery Orders di Jepang. Besok ada notulen FOMC, GDP, output manufaktur dan industri Inggris, RBA Financial Stability Review, serta pidato Kuroda BoJ.
Data berdampak hari ini adalah suku bunga dan Statement RBA, neraca perdagangan Australia, serta JOLTS AS.
Pekan lalu, Rupiah melemah akibat penguatan USD, kasus Covid-19, dan risk aversion. Minggu ini, isu perkembangan Covid-19 masih akan menjadi katalis.
Minggu lalu, harga emas ditutup stagnan dengan kecenderungan menguat. Minggu ini, perkembangan Covid-19, Jobless Claims, dan inflasi AS akan menjadi katalis.
Data berdampak hari ini adalah indeks kepercayaan investor Sentix Eurozone dan Business Outlook Survey BoC. Besok ada perdagangan Australia dan kepercayaan bisnis Selandia Baru.
Dari AS, data berdampak hari ini adalah Non Farm Payrolls, upah, tingkat pengangguran, dan ISM Non Manufacturing. Sementara dari China, terdapat rilis Caixin Services PMI.
Data berdampak hari ini adalah Jobless Claims dan Factory Orders AS, neraca perdagangan Kanada, serta CPI Swiss.
Data berdampak hari ini adalah ADP Non Farm dan ISM Manufacturing AS, PMI Manufactur China versi Caixin, serta notulen meeting RBA.
Pada penutupan perdagangan kemarin, Rupiah melemah akibat bertambahnya kasus Covid-19 di dalam negeri dan isu lockdown. Minggu ini, isu perkembangan Covid-19 masih menjadi katalis.
Data berdampak hari ini adalah PMI Manufaktur China, kepercayaan konsumen AS versi CB, CPI Eurozone, GDP Kanada, Chicago PMI AS, dan Current Account Inggris.
Minggu lalu, harga emas menguat signifikan akibat kekhawatiran resesi global dan data Jobless Claims AS yang naik tajam. Minggu ini, perkembangan Covid-19 dan NFP AS akan menjadi katalis.
Data berdampak hari ini adalah CPI Jerman dan Pending Home Sales AS. Besok ada indeks kepercayaan bisnis Selandia Baru.
Data berdampak hari ini adalah Core PCE Price Index, Personal Spending, Personal Income, dan kepercayaan konsumen AS versi UoM.
Data berdampak hari ini adalah Jobless Claims dan GDP AS, Retail Sales Inggris, serta rilis suku bunga dan notulen BoE.
Data berdampak hari ini adalah Durable Goods Orders AS, indeks harga perumahan AS, serta indeks kepercayaan bisnis IFO Jerman
Berikut adalah analisa teknikal mingguan untuk pair EUR/USD, GBP/USD, USD/JPY, dan AUD/USD, dalam Outlook yang terukur hingga 31 Maret 2020 mendatang.
Data berdampak hari ini adalah indeks Manufacturing PMI AS, Inggris, Eurozone, indeks Services PMI Inggris dan Richmond Manufacturing AS.
Minggu lalu, harga emas berlanjut melemah seiring dengan aksi jual di pasar saham dan kekhawatiran terhadap resesi global. Minggu ini, perkembangan wabah corona masih akan menjadi katalis.
Minggu lalu, Rupiah melemah tajam karena dampak corona serta aksi jual di pasar saham dan obligasi. Minggu ini, isu perkembangan wabah corona masih menjadi katalis.
Data berdampak hari ini adalah Retail Sales Kanada, Existing Home Sales AS, dan Current Account Eurozone.
Hari ini akan dirilis data Employment Change di Australia bulan Februari 2020 yang bdiperkirakan +8,500. Ada 5 skenario pergerakan AUD/USD jelang rilis data tersebut.
Data dan peristiwa berdampak hari ini adalah suku bunga dan Statement SNB, Employment Change Australia, indeks Philly Fed, Jobless Claims AS, serta pidato Lowe RBA.
Data berdampak hari ini adalah Building Permits dan Housing Starts AS, CPI Kanada, serta perdagangan Jepang. Besok ada GDP Selandia Baru.
Data berdampak hari ini adalah Retail Sales dan output industri AS, tenaga kerja Inggris, indeks ZEW Jerman dan Eurozone, serta Manufacturing Sales Kanada.
Minggu lalu, Rupiah melemah tajam dipicu oleh aksi jual di pasar saham dan obligasi. Minggu ini, isu perkembangan wabah corona, Statement FOMC, dan BI akan menjadi katalis.