iklan

Profil Penulis : Rachmat

Mulai terjun di dunia trading akhir tahun 2009. Pertama kali belajar konsep Money Management dari seorang trader Jepang, kemudian berlanjut otodidak. Strategi trading berpatokan pada level Support dan Resistance (Supply and Demand), dengan dasar High Low yang pernah terjadi, ditunjang range market yang sedang berlangsung dan pembatasan risiko.

iklan

iklan

Harga emas beranjak menguat karena faktor-faktor yang melemahkan Dolar AS saat ini. Secara teknikal, level 1843.31 berpotensi menjadi tumpuan buy emas.
Bullish Pound Inggris rawan terkoreksi mengingat sentimen pasar saat ini tengah dirundung ketidakpastian negosiasi Brexit. Berikut analisa selengkapnya untuk GBP/USD.
Meski bertahan di level tinggi, Pound Inggris masih terbatas di kisaran 1.33 karena sentimen risiko yang terfokus pada negosiasi Inggris-Uni Eropa.
Poundsterling mengalami koreksi dari reli kenaikan, tapi masih diperkirakan bullish untuk waktu ke depan. Berikut analisa selengkapnya untuk GBP/USD.
Meski masih dalam tekanan bearish, emas secara teknikal masih memiliki peluang buy jangka pendek di 1806. Simak analisa XAU/USD selengkapnya di sini.
Harga emas berpotensi tertekan hingga area 1770 seiring dengan tingginya minat risiko pasar yang disebabkan oleh sejumlah sentimen positif.
Pergerakan emas terjebak dalam range konsolidasi karena isu fundamental terkait vaksin Corona. Berikut analisa selengkapnya untuk XAU/USD hari ini.
Sentimen risiko yang masih rentan membuat GBP/USD rawan terkoreksi. Peluang sell teridentifikasi di area 1.334 dan 1.323.
Outlook GBP/USD secara umum masih bullish, tetapi bias jangka pendeknya masih ditekan kekuatan seller. Level 1.326 bisa menjadi penentuan arah harga berikutnya.
Pound akhirnya berhasil naik di atas kisaran 1.3200. Namun secara teknikal, harga berpotensi melemah dan menciptakan peluang sell di beberapa area.
Emas gagal melanjutkan momentum penguatan setelah turun tajam pada pekan lalu. Namun, potensi bullish masih terbuka.
Kalender Inggris tidak memiliki rilis berita berdampak tinggi pada hari ini. Namun, masih ada peluang yang bisa dimanfaatkan secara teknikal.
Arus kenaikan GBP/USD belum terbendung menjelang rilis Non-Farm Payroll AS malam ini. Target penguatan maksimal diperkirakan di 1.3210.
Jelang pengumuman kebijakan BoE, GBP/USD masih melemah karena berbagai sentimen. Berikut analisa selengkapnya untuk GBP/USD.
Sempat merambah level tinggi 1.31, Pound kini beranjak melemah hingga kisaran 1.305. Bagaimana skenario trading GBP/USD berikutnya?
Volatilitas GBP/USD terus berlangsung hingga di penghujung pekan. Setelah menguat signifikan, pair itu terjun hingga di bawah 1.29. Simak outlook-nya di sini.
Reli bullish GBP/USD diwarnai oleh koreksi turun yang cukup dalam pada pertengahan pekan ini. Simak skenario tradingnya di sini.
Penurunan emas menandakan kuatnya posisi Dolar AS sebagai safe haven. Namun, logam mulia masih berpotensi naik secara teknikal.
GBP/USD surut dari target korektif di 1.3070. Peluang sell bisa dimanfaatkan di area 1.3059. Berikut analisa selengkapnya untuk GBP/USD hari ini.
Walaupun outlook Pound belum berbalik dari sentimen bullish-nya, ada peluang sell yang bisa dimanfaatkan dalam pergerakan jangka pendek.
Reli bullish Pound terhadap Dolar AS kemungkinan tertahan di bawah 1.3075. Secara teknikal, ada peluang sell jangka pendek yang bisa dimanfaatkan.
Memantul dari level terendah harian 104.94, USD/JPY masih bearish secara teknikal. Namun, ada peluang buy jangka pendek yang bisa dimanfaatkan.
Emas berkonsolidasi, tetapi pasar mempertahankan pandangan bullish dalam jangka panjang. Berikut analisa selengkapnya untuk XAU/USD.
GBP/USD melemah akibat berita terkait RUU Pasar Dalam Negeri. Namun, masih ada peluang buy secara teknikal. Berikut analisa selengkapnya untuk GBP/USD.
GBP/USD melemah akibat berita buruk Brexit. Namun, masih ada peluang buy secara teknikal. Berikut anlisa selengkapnya untuk GBP/USD.

Kesulitan Akses Seputarforex?
Silahkan buka melalui https://bit.ly/seputarforex


Alternatifnya, lakukan solusi ini jika Anda mengakses lewat:
PC   |   Smartphone