Advertisement

iklan

Profil Penulis : Rama Anandhita

Rama berstatus sebagai mahasiswa aktif tingkat akhir di salah satu Perguruan Tinggi Swasta di kota Kembang. Awal mula perkenalan dengan dunia trading dimulai pada tahun 2014, saat masih mahasiswa baru. Instrumen trading yang pertama kali dikenal adalah saham Indonesia. Seiring berjalannya waktu, tertarik mengikuti trading forex juga. Strategi trading yang banyak digunakan diantaranya Harmonic Pattern dan Chart Pattern.

iklan

iklan

Harga emas tengah bangkit dan coba menargetkan area 1675. Pelemahan Dolar AS dan imbal hasil Treasury mendukung prospek penguatan emas.
Berlanjutnya tren positif Dolar AS membuat harga emas kembali dibayangi aksi jual. Penurunan dari resistance 1630 berisiko mengincar 1620.
Emas berpotensi turun lebih lanjut di tengah kuatnya mata uang Dolar AS dan imbal hasil Treasury AS. Waspadai sinyal sell di level 1639.50.
Harga emas berupaya bullish ke sekitar level 1682.00 di tengah tren kenaikan suku bunga oleh beberapa bank sentral utama.
Aksi jual yang terjadi menjelang rilis keputusan suku bunga The Fed berpotensi membuat harga emas turun lebih lanjut ke sekitar 1659.00.
Harga emas mencoba pulih ke sekitar level 1680 meski The Fed diyakini kuat akan menaikkan suku bunga lebih lanjut.
Harga emas berpotensi turun lebih lanjut ke sekitar level 1650.00 pasca serangkaian data ekonomi terbaru AS yang memperkuat spekulasi fed rate hike.
Harga emas diperkirakan turun lebih lanjut ke sekitar level 1684.00, masih terimbas oleh data inflasi AS yang mengungguli ekspektasi pasar.
USD/JPY melanjutkan pergerakan bullis pasca data inflasi AS berhasil melampaui ekspektasi pasar. Sebelumnya, pair ini terkoreksi turun cukup dalam.
Harga emas berpotensi tertekan lebih lanjut di tengah ketidakpastian seputar rilis data inflasi AS terbaru. Peluang sell menunggu konfirmasi di area 1717.
Harga emas kembali merangkak naik menjelang pidato dari Ketua The Fed Jerome Powell. Selain itu, ECB akan mengumumkan kebijakan suku bunganya sore ini.
Tren kenaikan emas terhenti. Di tengah berlanjutnya reli Dolar AS, harga berpotensi tertekan lebih lanjut dan menguji support 1688.
Harga emas diperkirakan masih bertahan di atas level 1710 per troy seiring meningkatnya kekhawatiran tentang resesi.
Harga emas mencoba berbalik bullish pasca laporan ketenagakerjaan AS membukukan penurunan NFP dan peningkatan tingkat pengangguran.
Harga emas berisiko turun lebih lanjut di tengah positifnya serangkaian data ekonomi AS yang memperkuat sikap hawkish The Fed.
Berlanjutnya sikap hawkish The Fed membuat harga emas terus bergerak turun dan berpotensi menyentuh level 1720.00.
Harga emas berpotensi naik lebih lanjut dengan memanfaatkan reli Dolar AS yang terhambat oleh ketidakpastian Fed rate hike.
Harga emas mencoba menguat pasca rilis data ekonomi AS memicu keraguan Fed rate hike secara agresif. Peluang buy terpantau di area 1742.
Harga emas menyentuh level terendah 1 bulan di tengah kuatnya spekulasi tentang Fed Rate Hike. Level 1737 menjadi area sell yang patut diwaspadai.
Tren bearish pada emas diprediksi masih akan berlanjut karena kuatnya mata uang Dolar AS dan imbal hasil Treasury AS.
Harga emas kian tertekan di tengah berlanjutnya reli Indeks Dolar AS. Peluang sell terlihat di area 1757 dengan target penurunan di 1744.
Notulen rapat FOMC Meeting yang cenderung hawkish membuat harga emas berpotensi turun lebih lanjut ke sekitar level 1758.00.
Harga emas gagal bertahan di atas level psikologis. Pasalnya, spekulasi fed rate hike yang selama ini menghambar kenaikan emas kembali berhembus.
Harga emas gagal naik lebih lanjut setelah beberapa pejabat The Fed tetap mempertahankan sikap hawkish terkait prospek suku bunga AS.
Harga emas masih berpotensi naik lebih tinggi ke sekitar level psikologis $1800 menjelang rilis data inflasi AS malam ini.