Advertisement

iklan

Profil Penulis : Rama Anandhita

Rama berstatus sebagai mahasiswa aktif tingkat akhir di salah satu Perguruan Tinggi Swasta di kota Kembang. Awal mula perkenalan dengan dunia trading dimulai pada tahun 2014, saat masih mahasiswa baru. Instrumen trading yang pertama kali dikenal adalah saham Indonesia. Seiring berjalannya waktu, tertarik mengikuti trading forex juga. Strategi trading yang banyak digunakan diantaranya Harmonic Pattern dan Chart Pattern.

iklan

iklan

Sentimen tapering off dan menguatnya Dolar AS berpotensi membuat harga emas turun lebih lanjut pada perdagangan hari ini.
Harga emas bertahan di jalur positif menyusul melemahnya Dolar AS dan sikap dovish dari Powell.
Harga emas diperkirakan bullish setelah muncul kecenderungan sideways selama sepekan terakhir.
Pesimisme atas pemulihan ekonomi dan pengetatan moneter oleh The Fed mendorong harga emas menanjak di awal perdagangan pekan ini.
Harga emas berbalik menguat setelah sempat tertekan di awal sesi perdagangan hari ini setelah data ketenagakerjaan AS berhasil melampaui ekspektasi pasar.
Setelah kembali diperdagangkan di atas level psikologis $1,800, emas tampak melanjutkan momentum positifnya.
Sikap wait and see investor terhadap hasil FOMC Meeting diperkirakan akan menekan harga emas lebih lanjut.
Diloloskannya paket stimulus senilai $1.9 triliun oleh Senat AS berpotensi membuat harga emas bangkit dari titik terendah sembilan bulan.
Harga emas belum mampu bangkit menjauh dari titik terendah sembilan bulan menyusul kuatnya Dolar AS dan imbal hasil Treasury AS.
Harga emas berpotensi berbalik turun menyusul pulihnya Dolar AS dan data inflasi AS yang mengecewakan.
Optimisme pemulihan ekonomi global dan meningkatnya permintaan aset berisiko membuat EUR/USD terus bertahan di atas 1.20.
Harga minyak kian kokoh di atas level $50 setelah data persediaan minyak AS secara tak terduga turun dan melampaui ekspektasi para ekonom.
Terpuruknya Dolar AS membuat USD/JPY kembali memasuki tren bearish. Kondisi ini bahkan diperkirakan masih akan turun lebih lanjut. Simak ulasan selengkapnya berikut ini.
Harga minyak mencoba bergerak bullish meskipun data persediaan minyak AS -secara tak terduga- menunjukkan kenaikan.
Memudarnya ekspektasi stimulus dari AS membuat harga emas bertahan di bawah level psikologis $1.900.
Peningkatan jumlah kasus COVID-19 membuat harga minyak tergelincir ke bawah level psikologis USD40 per barel.
Harga emas mendekati level tertinggi 3 minggu setelah sempat tersungkur mendekati level psikologis 1900. Penguatan ini dilatarbelakangi oleh perkembangan stimulus fiskal AS terbaru.
Ketidakpastian stimulus terbaru dari AS membuat harga emas terus bertahan di jalur bullish. Hingga analisa ini ditulis, harga emas masih bertahan di atas level psikologis 1900.
Harga emas lagi-lagi naik ke atas level psikologis 1,900 menyusul naiknya optimisme seputar stimulus fiskal AS untuk menanggulangi COVID-19.
Harga emas menjauhi level terendah satu pekan seiring meningkatnya harapan atas stimulus terbaru dari AS.
Keputusan Presiden AS Donald Trump untuk menunda stimulus terbaru membuat harga emas tergelincir ke level terendah satu minggu.
Tren kenaikan harga emas masih berpotensi berlanjut setelah Presiden AS Donald Trump dikabarkan keluar dari RS, serta adanya harapan atas stimulus lanjutan di AS.
Ekspektasi kesepakatan stimulus baru oleh parlemen AS membuat harga emas kembali diperdagangkan di sekitar level psikologis 1900.
Sterling terus menjauhi level terendah dua bulan seiring adanya harapan atas negosiasi Brexit antara Inggris dan Uni Eropa.
Meningkatnya spekulasi mengenai kebijakan suku bunga negatif oleh bank sentral Inggris (BoE) membuat GBP/USD gagal berbalik bullish.
Kesulitan Akses Seputarforex?
Buka melalui
https://bit.ly/seputarforex

Atau akses dengan cara:
PC   |   Smartphone

AWAS
Grup Telegram Palsu Mengatasnamakan SeputarForex!

Baca Selengkapnya Di Sini