Advertisement

iklan

Profil Penulis : Rama Anandhita

Rama berstatus sebagai mahasiswa aktif tingkat akhir di salah satu Perguruan Tinggi Swasta di kota Kembang. Awal mula perkenalan dengan dunia trading dimulai pada tahun 2014, saat masih mahasiswa baru. Instrumen trading yang pertama kali dikenal adalah saham Indonesia. Seiring berjalannya waktu, tertarik mengikuti trading forex juga. Strategi trading yang banyak digunakan diantaranya Harmonic Pattern dan Chart Pattern.
Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Harga emas mencoba menguji level Resistancenya. Kondisi ini dipengaruhi oleh tensi hubungan AS-China serta penguatan Dolar AS.
Meski Corona semakin parah, emas masih dalam kondisi tertekan. Selain itu, laporan penundaan pembelian emas oleh Rusia mulai hari ini memicu spekulasi yang kian menekan harga emas.
Prospek permintaan yang suram ditambah belum berakhirnya perang harga antara Arab Saudi dan Rusia membuat harga minyak kian tertekan. Hingga analisa ini ditulis, minyak tengah berada di sekitar level psikologis $20 per barel.
Harga emas berusaha lanjutkan tren positif di tengah buruknya data Klaim Pengangguran AS. Data tersebut bahkan menembus rekor tertinggi sejak tahun 1967 gara-gara virus Corona.
Harga emas mencoba bangkit seiring dengan rebound bursa saham AS tadi malam. Secara teknikal, emas akan mengalami koreksi terlebih dahulu sebelum kembali lanjutkan pergerakan bullish-nya.
Harga emas berada di jalur penurunan selama tujuh hari berturut-turut. Kondisi ini terjadi karena para investor lebih memilih menyimpan uang tunai, sehingga memutuskan untuk menjual emas.
Pemangkasan suku bunga oleh beberapa bank sentral utama gagal mendongkrak harga emas. Sebaliknya, harga emas kian tertekan karena investor lebih memilih memegang uang tunai daripada safe haven.
Harga minyak lagi-lagi tertekan dan kembali mendekati level psikologis $30 di tengah adanya serangkaian sentimen negatif akibat virus Corona.
Kekhawatiran atas dampak virus Corona, perang harga, hingga melimpahnya pasokan minyak membuat harga si logam hitam terus bertahan di sekitar level $30 per barel.
Harga emas diperdagangkan di zona hijau menyusul meningkatnya kekhawatiran atas dampak virus Corona terhadap ekonomi.
GBP/USD kembali melemah setelah AS membatasi perjalanan dari Eropa ke Amerika Serikat demi mencegah penyebaran virus Corona lebih lanjut.
Langkah mengejutkan yang diambil Bank of England (BoE) dengan memangkas suku bunganya hingga setengah persen membuat pasangan mata uang GBP/USD anjlok ke bawah level $1.30.
Rencana stimulus yang akan diluncurkan oleh AS dinilai memberikan angin segar bagi logam hitam. Harga minyak kini berusaha bangkit dari keterpurukan.
Serangkaian kekhawatiran atas dampak virus Corona terhadap ekonomi global mendorong investor untuk terus melakukan aksi beli pada emas.
GBP/USD bangkit dari level terendah empat bulan setelah pernyataan Andrew Bailey berhasil meredam spekulasi pemangkasan suku bunga darurat.
Emas kembali diperdagangkan di atas level psikologis $1,600 pasca The Fed mengambil langkah yang mengejutkan pasar keuangan. Tindakan tersebut disinyalir untuk menopang perekonomian AS di tengah wabah Corona.
Harga emas mencoba bergerak naik seiring meningkatnya probabilitas penurunan suku bunga oleh beberapa bank sentral di dunia.
EUR/USD bertahan di zona hijau seiring meningkatnya spekulasi pemangkasan suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat. Langkah tersebut diambil guna melindungi perekonomian AS dari eskalasi virus Corona.
Suramnya prospek permintaan akibat penyebaran wabah virus Corona membuat harga minyak kian tertekan hingga ke bawah level $50.
EUR/USD merangkak naik di tengah meningkatnya kekhawatiran atas virus Corona di AS dan Eropa. Mengutip pernyataan otoritas kesehatan AS, ada potensi penyebaran virus Corona di AS.
Aksi profit taking menghentikan reli bullish harga emas. Kondisi ini membuatnya tersungkur hingga 1%, karena kekhawatiran investor akan dampak virus Corona kian meningkat.
Wabah virus Corona yang kian meluas ke luar China mendorong investor untuk terus melakukan aksi beli pada aset safe haven seperti emas.
Penyebaran wabah virus Corona yang semakin meluas membuat GBP/USD kian terpuruk ke level terendah tiga bulan.
Harga emas mencatatkan rekor tertinggi tujuh tahun seiring meluasnya penyebaran wabah virus Corona.
EUR/USD bangkit dari level terendah tiga tahun menyusul kembali meningkatnya selera investor terhadap aset berisiko.

Kesulitan Akses Seputarforex?

Lakukan solusi ini jika Anda mengakses lewat:
PC   |   Smartphone