Advertisement

iklan

Profil Penulis : Royan Aziz

Alumni jurusan Manajemen Universitas Negeri Semarang yang aktif di bidang saham sejak masa kuliah. Royan berfokus pada analisa fundamental dalam memilih investasi potensial, khususnya valuasi emiten.
Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Akhirnya, Senin (17/11) Presiden Joko Widodo memutuskan untuk memangkas besarnya subsidi bahan bakar minyak hingga Rp 100 triliun. Dengan dana sebesar itu, pemerintah dinilai siap merealisasikan sejumlah proyek infrastruktur. Terealisasinya berbagai proyek besar tersebut dinilai akan mendatangkan keuntungan tersendiri untuk emiten BUMN konstruksi dan pendukungnya, termasuk WIKA BETON (kode saham WTON)
Tahun 2014 merupakan tahun gain-nya emiten konstruksi di Bursa Efek Indonesia. Bagaimana tidak, perdagangan dari awal tahun hingga pertengahan November 2014, saham-saham emiten ini sudah naik dengan rata-rata kenaikan 50% lebih. Bahkan, harga saham emiten WSKT naik hingga 144%.
PT Gudang Garam, Tbk (kode saham GGRM) adalah perusahaan rokok yang sahamnya ditransaksikan di Bursa Efek Indonesia. Saham Gudang Garam termasuk blue chips dengan nilai kapitalisasi pasar hingga akhir kuartal tiga tahun 2014 tercatat sebesar 109 triliun. Sehingga, pergerakan saham Gudang Garam akan secara langsung berpengaruh terhadap gerak IHSG, meskipun pengaruhnya tidak begitu signifikan.
Pada laporan kuartal tiga 2014 kemarin, ketika emiten-emiten lain sedang mengalami pelemahan, emiten sawit malah mencatatkan kinerja sebaliknya. Mayoritas emiten sektor ini melaporkan peningkatan kinerja yang cukup signifikan, mulai dari pendapatan hingga laba bersih.
PT Unilever Indonesia Tbk (kode saham UNVR) merupakan perusahaan Fast Moving Consumer Goods (FMCG) terkemuka. Kinerja perdagangan saham UNVR di Bursa Efek Indonesia pun cukup memberikan keuntungan bagi pemegang sahamnya.
Besarnya jumlah penduduk dan tingkat konsumsi masyarakat menjadikan Indonesia dikenal dunia sebagai target pasar potensial. Pilihan investasi pada saham sektor konsumsi bisa menjadi alternatif isi portofolio ketika investasi di sektor lain masih menunjukan pelemahan kinerja.
Perdagangan bursa saham sudah memasuki kuartal 4 tahun 2014. Sebentar lagi, emiten-emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) akan merilis laporan kinerja sampai kuartal ketiga tahun ini. Namun, sebelum menganalisa laporan keuangan yang sebentar lagi keluar tersebut, yuk kita lihat kembali bagaimana kinerja emiten konstruksi di semester pertama yang lalu.
Walau Indosat dan XL Axiata memilih melego menaranya, nampaknya Telkom lebih suka mengembangkan anak usaha dengan mencari mitra strategis. Hal ini sudah dilakukan Telkom ketika menggandeng Transvision Group untuk mengembangkan Telkom Vision. Dengan strategi yang sama, perusahaan ini akan membesarkan bisnis anak usaha Telkom yang lain, termasuk bisnis menara Mitratel.
Closing price perdagangan Jumat (26/9) kemarin mengantarkan saham BWPT di harga terendah tahun ini, yaitu 460. Dengan demikian, sepanjang tahun 2014 saham BWPT melemah hingga 65%. Ada beberapa masalah yang membayangi perusahaannya, PT BW Plantation Tbk. Namun demikian, saham BWPT dari sektor agri ini masih menarik.
PT Lippo Cikarang, Tbk (kode saham LPCK) adalah perusahaan terbuka berfokus bisnis sebagai pengembang kawasan industri, komersial maupun residensial. Member of Lippo Group ini berkembang menjadi kota mandiri dengan industri sebagai basis ekonomi yang solid. Bagaimana dengan valuasi saham LPCK?
SidoMuncul (kode saham SIDO) adalah satu-satunya produsen jamu yang terdaftar di bursa. Emiten pharmaceutical ini mempunyai sejumlah poin menarik. Beban hutang perseroan minimal, dan baru-baru ini berhasil membagikan 99.5% laba bersih untuk pembayaran dividen kepada pemegang saham.
Sepanjang tahun 2013, Rupiah mengalami pelemahan hingga 26%. Situasi ini membuat bank sentral Indonesia mengeluarkan kebijakan untuk menaikkan suku bunga acuan. Properti menjadi sektor yang paling terkena imbas dari kebijakan bank sentral yang diterapkan tersebut, salah satunya adalah Ciputra Property (kode saham CTRP).
Ada satu perusahaan yang jika dilihat pendapatannya, perusahaan tersebut sangatlah menarik untuk dimiliki. Bagaimana tidak, setelah Perusahaan menyelesaikan hajatan IPO-nya, pendapatan naik 365% dalam 4 tahun. Juga laba bersihnya naik 554%. Jika melihat performa kinerja sebagus itu, mana ada investor yang mau menolak.
Prestasi saham MPMX di bursa tidak begitu cemerlang, namun kinerja PT Mitra Pinasthika Mustika, Tbk (Kode saham MPMX) sepanjang kuartal pertama tahun 2014 menunjukan hasil yang memuaskan. Pendapatan yang berhasil dihimpun mencapai 3,6 Trilyun, naik 13% dari periode yang sama tahun sebelumnya.
"Kejelian melihat peluang, dan mengkonversikan peluang menjadi kesuksesan", itulah PT Tiga Pilar Sejahtera. Jika dilihat dari tahun 2008, penjualan perseroan sudah naik 729%. Dari awalnya 489 Milyar di tahun 2008 menjadi 4 Trilyun di tahun 2013. Bagaimana prospek perusahaan berkode saham AISA ini?
Telkom, Indosat dan XL Axiata adalah 3 perusahaan telekomunikasi besar yang masih eksis beroperasi di Indonesia. Ketiganya pun merupakan perusahaan terbuka, dimana sahamnya tercatat tercatat di Bursa Efek Indonesia. Namun dilihat dari performa sahamnya, ketiga perusahaan ini memperlihatkan perbedaan signifikan.
Siapa yang tidak kenal 'Sari Roti'? Dan siapa yang tidak suka dengan makanan yang satu ini. Ya. Roti 'Sari Roti' memang begitu populer di masyarakat. Roti 'Sari Roti' juga dengan mudah kita jumpai di gerai-gerai apapun dimanapun. Bukan hanya di Jawa. Ketika kita sedang jalan-jalan ke Makassar, kita bisa dengan mudah menjumpai merek 'Sari Roti'. Dan juga ketika kita ada di Medan, kita pun tidak kesulitan untuk mendapatkan makanan lezat yang satu ini.
Laba industri peternakan ayam tahun 2013 menurun. Apakah investasi saham sektor ini masih menguntungkan? Sebaliknya, saham Japfa, Pokphan, dan Malindo malah kian menarik.