Perang Dagang Makin Panas, Emas Diperkirakan Masih Bullish

289516

Pekan lalu, harga emas melonjak akibat pernyataan Trump mengenai perang dagang. Minggu ini, perkembangan perang dagang, ISM Non Manufacturing, dan PPI AS akan menjadi katalis.

Advertisement

iklan

Advertisement

iklan

Analisa mingguan XAU/USD berikut ini dibuat berdasarkan harga penutupan pasar hingga akhir minggu lalu (2 Agustus 2019), serta dimaksudkan sebagai acuan untuk trading jangka menengah dan panjang.

 

Tinjauan Fundamental

Harga emas mengalami gejolak signifikan sepanjang pekan lalu. Setelah sempat melemah hingga menyentuh level psikologis USD1400 per troy ounce, harga berbalik melonjak hingga level 1449, sebelum akhirnya ditutup pada 1440.11. Secara keseluruhan, emas menguat 1.54% dibandingkan harga penutupan minggu sebelumnya.

Melemahnya harga emas dipicu oleh pernyataan ketua The Fed Jerome Powell seusai pertemuan FOMC yang dianggap hawkish. Powell menegaskan bahwa penyesuaian tingkat suku bunga berikutnya akan bergantung pada data ekonomi. Rate cut kali ini bukan awal dari rentetan siklus quantitative easing seperti pada beberapa tahun lalu.

Pasca pernyataan Powell, indeks USD melonjak hingga menyentuh level 99. Tetapi, pergerakan ini kemudian berbalik merosot tajam setelah presiden Trump mengumumkan akan kembali menaikkan tarif sebesar 10 persen atas impor produk dari China senilai USD300 miliar.

Produk yang akan dikenakan tarif tersebut adalah yang hingga kini belum kena dampak perang dagang. USD semakin jeblok setelah pernyataan Trump yang mengancam bahwa tarif tersebut bisa dinaikkan lagi hingga lebih dari 25%. Hasil rilis NFP bulan Juli yang sesuai dengan konsensus pun tidak membantu penguatan Greenback.

Minggu ini, pelaku pasar akan mengamati perkembangan perang dagang, terutama respon dari China. Kabar terakhir menyebutkan, pihak China menyatakan bahwa tindakan Trump bukan langkah yang bijak dan tidak akan menyelesaikan sengketa dagang yang sedang berlangsung. Sementara itu, data penting dari AS minggu ini adalah ISM Non Manufacturing dan PPI.

Survei yang dilakukan Kitco.com menunjukkan bahwa mayoritas pemain Wall Street dan Main Street  memperkirakan harga emas minggu ini masih akan berlanjut bullish. Sekitar 93% pemain Wall Street memperkirakan bullish, 7% bearish, dan tidak ada yang memperkirakan netral atau sideways. Sementara itu, 62% pemain Main Street memperkirakan emas akan bullish, 25% bearish, dan 13% netral.

 

Tinjauan Teknikal

Perang Dagang Makin Panas, Emas

 

Chart Daily:

Secara teknikal, harga emas masih cenderung bullish menyusul terbentuknya bullish engulfing candle:

  1. Harga berada di atas garis support Uptrend dan dekat kurva upper band indikator Bollinger Bands.

  2. Kurva indikator RSI masih berada di atas center line (level 50.0).

  3. Garis histogram indikator ADX berwarna hijau yang menunjukkan sentimen bullish.

Support kuat pada level 1400 dan kurva EMA 34. Resistance ada pada 1467.65 (level 50% Fibo Expansion).

 

Level Pivot mingguan: 1429.82

Resistance: 1447.50 (level 38.2% Fibo Expansion) ; 1467.65 (50% Fibo Expansion) ; 1478.85 ; 1487.89 (61.8% Fibo Expansion) ; 1500.00 ; 1513.44 (76.4% Fibo Expansion) ; 1554.22 (100% Fibo Expansion).

Support: 1433.63 ; 1422.04 (23.6% Fibo Expansion) ; 1410.90 ; 1400.00 ; 1383.00 ; 1373.00 ; 1358.00 ; 1348.00 ; 1332.44 ; 1319.75 ; 1309.00 ; 1297.00 ; 1285.15 ; 1275.00 ; 1266.16 ; 1253.28 ; 1242.50 ; 1231.15 ; 1218.45 ; 1211.80 ; 1204.02.

Indikator: Simple Moving Average (SMA) 200, EMA 34 ; Bollinger Bands (20,2) ; RSI (14) ; ADX (14).

Fibonacci Expansion:

  • Titik 1: 1266.16 (harga terendah 2 Mei 2019).
  • Titik 2: 1439.09 (harga tertinggi 25 Juni 2019).
  • Titik 3: 1381.56 (harga terendah 1 Juli 2019).
Arsip Analisa By : Martin

Martin Singgih memulai trading sejak 2006. Pernah menjadi scalper dan trader harian, tetapi sekarang cenderung beraktivitas sebagai trader jangka menengah-panjang dengan fokus pada faktor fundamental dan Money Management. Strategi trading yang digunakan berdasarkan sinyal dari Price Action dengan konfirmasi indikator teknikal.


Budi
Pak @Martin jika saya boleh berkesimpulan harga emas terhadap dollar ini sangat dipengaruhi para investor. Misalnya jika suku bunga tinggi, maka XAU/USD anjlok karena investor lebih memilih masukkan uangnya ke bank.

Jika saham Amerika lesu, XAU/USD jadi pilihan investor. Presiden USA katakan perang dagang dengan China, dampaknya dollar melemah sedangkan harga emas naik.

Inti yg saya baca, perdagangan dollar tinggi maka emas XAU/USD pasti jeblok, begitu sebaliknya jika peraturan-peraturan dagang USA memberatkan cina maka emas XAU/USD akan naik. Sepertinya XAU/USD sangat dipengaruhi kebijakan-kebijakan Amerika terhadap perdagangannya, ruang lingkupnya kecil.

Menurut Pak @Martin sebaiknya trading di satu bagian saja misalnya fokus di XAU/USD atau trading di banyak mata uang misalnya EUR/USD,EUR/JPY,EUR/GBP? lebih baik fokus di satu bagian saja atau mengamati semua trading mata uang? Terima Kasih atas jawabannya.
Martin S.
@ Budi:

- Misalnya jika suku bunga tinggi, maka XAU/USD anjlok karena investor lebih memilih masukkan uangnya kebank. Jika saham Amerika lesu, XAU/USD jadi pilihan investor. Presiden USA katakan perang dagang dengan China,dampaknya dollar melemah sedangkan harga emas naik.

Ya, benar.

- Sepertinya XAU/USD sangat dipengaruhi kebijakan-kebijakan Amerika terhadap perdagangannya ….

Saat ini memang seperti itu, karena perang dagang akan berdampak pada merosotnya pertumbuhan ekonomi global.
- Menurut Pak @Martin sebaiknya trading di satu bagian saja misalnya fokus di XAU/USD atau trading di banyak mata uang misalnya EUR/USD,EUR/JPY,EUR/GBP? lebih baik fokus di satu bagian saja atau mengamati semua trading mata uang?

Sebenarnya itu tergantung dari selera trader masing-masing. Kalau menurut saya pribadi sebaiknya mengamati pergerakan di beberapa pair, karena kita mencari peluang untuk entry. Meski XAU/USD banyak ditradingkan, tetapi peluang trading tidak hanya pada XAU/USD. Banyak pair lain yang memberi peluang entry cukup sering seperti EUR/USD, GBP/USD dan juga GBP/JPY.